1. Home
  2. Infografik

Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS

Sumber: Stockholm International Peace Research Institute
Update : 15 April 2026

Impor Senjata Ukraina Melonjak 11.896%, Jadi Negara Dengan Impor Terbesar

Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa pasar impor senjata global dalam periode 2021–2025 semakin terkonsentrasi pada sejumlah negara yang terlibat konflik atau memiliki tensi geopolitik tinggi.

Data SIPRI mencatat, lima negara pengimpor terbesar—Ukraina, India, Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan—menguasai sekitar 35% total impor senjata dunia. Konsentrasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pertahanan di kawasan-kawasan strategis.

Ukraina menjadi pengimpor senjata terbesar dunia dengan pangsa mencapai 9,7% dari total global, melonjak drastis dari hanya 0,1% pada periode sebelumnya. Peningkatan impor senjata Ukraina mencapai 11.896% dari periode 2016-2020 ke periode 2021-2025.

Lonjakan ini tidak terlepas dari perang yang berlangsung sejak 2022, yang mendorong aliran bantuan militer besar-besaran dari negara-negara Barat.

Amerika Serikat menjadi pemasok utama bagi Ukraina dengan kontribusi sekitar 41% dari total impor senjata negara tersebut, diikuti Jerman sebesar 14% dari total impor dan Polandia 9,4% dari total impor.

India Tetap Besar, Tapi Mulai Diversifikasi

India menempati posisi kedua dengan pangsa 8,2% impor global. Meski masih menjadi salah satu importir terbesar, tren impor India relatif stabil bahkan sedikit menurun.

Menariknya, India mulai mengurangi ketergantungan pada Rusia. Pangsa Rusia dalam impor senjata India turun menjadi 40%, sementara Prancis dan Israel semakin mengambil peran penting sebagai pemasok utama.

Timur Tengah Tetap Jadi Pasar Utama

Negara-negara Timur Tengah masih menjadi pengimpor terbesar senjata global. Arab Saudi (6,8%) dan Qatar (6,4%) berada di posisi ketiga dan keempat dunia.

Meski impor Arab Saudi menurun sekitar 31%, negara tersebut tetap menjadi salah satu pembeli terbesar. Sementara itu, Qatar mencatat lonjakan impor hingga 106%, mencerminkan upaya agresif memperkuat kapasitas militernya.

Pakistan melengkapi lima besar dengan pangsa 4,2%, dengan ketergantungan tinggi pada China yang menyuplai sekitar 80% kebutuhan senjatanya.

Impor Senjata Indonesia Terutama Berasal dari Italia

Indonesia menjadi negara dengan pangsa pasar impor terbesar ke-18. Pangsa pasar impor senjata Indonesia periode 2021-2025 sebesar 1,5%. 

Impor senjata Indonesia pada periode 2021-2025 turun 4,1% jika dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.

Italia menjadi negara pemasok senjata terbesar Indonesia, yakni 40% dari total impor. AS menjadi pemasok terbesar kedua dengan pangsa pasar 16%, disusul Prancis dengan pangsa pasar 14%.

Pergeseran Regional: Eropa Jadi Pusat Permintaan

Secara regional, Eropa menjadi kawasan dengan pangsa impor terbesar, mencapai 33% dari total global, disusul Asia dan Oseania (31%) serta Timur Tengah (26%).

Lonjakan permintaan di Eropa terutama dipicu oleh perang di Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran keamanan terhadap Rusia. Bahkan, impor senjata negara-negara NATO di Eropa melonjak hingga 143% dibandingkan periode sebelumnya.

Asia dan Oseania Mulai Melambat

Berbeda dengan Eropa, kawasan Asia dan Oseania justru mencatat penurunan impor sebesar 20%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya impor China yang semakin mandiri dalam produksi senjata domestik.

Meski demikian, beberapa negara seperti Jepang justru meningkatkan impor secara signifikan, mencerminkan dinamika keamanan kawasan yang tetap kompleks.

Negara
2016-2020 (%)
2021-2025 (%)
Ukraina
0,10
9,70
India
9,30
8,20
Arab Saudi
11,00
6,80
Qatar
3,40
6,40
Pakistan
2,80
4,20
Jepang
2,50
3,90
Polandia
0,40
3,60
Amerika Serikat
2,10
2,90
Kuwait
0,30
2,80
Australia
5,00
2,80

Infografik Terbaru

Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Perang Ukraina vs Rusia mengerek impor senjata Ukraina yang awalnya hanya 0,1% dari total impor global jadi 9,7%. Impor senjata Ukraina terutama berasal dari AS
Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Ekspor senjata Amerika Serikat (AS) naik 27% dari periode 2016-2020 ke 2021-2025 menyebabkan pangsa pasarnya meningkat dari 36% menjadi 42%
Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI
Bank Indonesia | 2 Hari 2 Menit lalu
Bank Indonesia menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali sepekan mulai Februari 2026
Dana Kelolaan Reksadana Turun pada Maret 2026
OJK | 10 April 2026
Total dana kelolaan industri reksadana turun menjadi Rp 699,65 triliun per Maret 2026 di tengah kenaikan unit penyertaan
Cadangan Devisa Maret 2026 Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir
Bank Indonesia | 08 April 2026
Cadangan devisa Indonesia per Maret 2026 turun tajam menjadi US$ 148,15 miliar dari sebelumnya US$ 151,90 miliar, salah satunya untuk intervensi rupiah
CEO Index April 2026
KONTAN | 06 April 2026
Keyakinan CEO akan kondisi ekonomi dan bisnis pada kuartal kedua 2026 turun akibat kenaikan tensi geopolitik global
Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 06 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
loading
Close [X]