Impor Senjata Ukraina Melonjak 11.896%, Jadi Negara Dengan Impor Terbesar
Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa pasar impor senjata global dalam periode 2021–2025 semakin terkonsentrasi pada sejumlah negara yang terlibat konflik atau memiliki tensi geopolitik tinggi.
Data SIPRI mencatat, lima negara pengimpor terbesar—Ukraina, India, Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan—menguasai sekitar 35% total impor senjata dunia. Konsentrasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pertahanan di kawasan-kawasan strategis.
Ukraina menjadi pengimpor senjata terbesar dunia dengan pangsa mencapai 9,7% dari total global, melonjak drastis dari hanya 0,1% pada periode sebelumnya. Peningkatan impor senjata Ukraina mencapai 11.896% dari periode 2016-2020 ke periode 2021-2025.
Lonjakan ini tidak terlepas dari perang yang berlangsung sejak 2022, yang mendorong aliran bantuan militer besar-besaran dari negara-negara Barat.
Amerika Serikat menjadi pemasok utama bagi Ukraina dengan kontribusi sekitar 41% dari total impor senjata negara tersebut, diikuti Jerman sebesar 14% dari total impor dan Polandia 9,4% dari total impor.
India Tetap Besar, Tapi Mulai Diversifikasi
India menempati posisi kedua dengan pangsa 8,2% impor global. Meski masih menjadi salah satu importir terbesar, tren impor India relatif stabil bahkan sedikit menurun.
Menariknya, India mulai mengurangi ketergantungan pada Rusia. Pangsa Rusia dalam impor senjata India turun menjadi 40%, sementara Prancis dan Israel semakin mengambil peran penting sebagai pemasok utama.
Timur Tengah Tetap Jadi Pasar Utama
Negara-negara Timur Tengah masih menjadi pengimpor terbesar senjata global. Arab Saudi (6,8%) dan Qatar (6,4%) berada di posisi ketiga dan keempat dunia.
Meski impor Arab Saudi menurun sekitar 31%, negara tersebut tetap menjadi salah satu pembeli terbesar. Sementara itu, Qatar mencatat lonjakan impor hingga 106%, mencerminkan upaya agresif memperkuat kapasitas militernya.
Pakistan melengkapi lima besar dengan pangsa 4,2%, dengan ketergantungan tinggi pada China yang menyuplai sekitar 80% kebutuhan senjatanya.
Impor Senjata Indonesia Terutama Berasal dari Italia
Indonesia menjadi negara dengan pangsa pasar impor terbesar ke-18. Pangsa pasar impor senjata Indonesia periode 2021-2025 sebesar 1,5%.
Impor senjata Indonesia pada periode 2021-2025 turun 4,1% jika dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.
Italia menjadi negara pemasok senjata terbesar Indonesia, yakni 40% dari total impor. AS menjadi pemasok terbesar kedua dengan pangsa pasar 16%, disusul Prancis dengan pangsa pasar 14%.
Pergeseran Regional: Eropa Jadi Pusat Permintaan
Secara regional, Eropa menjadi kawasan dengan pangsa impor terbesar, mencapai 33% dari total global, disusul Asia dan Oseania (31%) serta Timur Tengah (26%).
Lonjakan permintaan di Eropa terutama dipicu oleh perang di Ukraina dan meningkatnya kekhawatiran keamanan terhadap Rusia. Bahkan, impor senjata negara-negara NATO di Eropa melonjak hingga 143% dibandingkan periode sebelumnya.
Asia dan Oseania Mulai Melambat
Berbeda dengan Eropa, kawasan Asia dan Oseania justru mencatat penurunan impor sebesar 20%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya impor China yang semakin mandiri dalam produksi senjata domestik.
Meski demikian, beberapa negara seperti Jepang justru meningkatkan impor secara signifikan, mencerminkan dinamika keamanan kawasan yang tetap kompleks.