1. Home
  2. Infografik

Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan

Sumber: BPS
Update : 06 April 2026

Inflasi Tahunan 3,28% pada Maret 2026, Mereda Karena Penurunan Harga Emas

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,48% year on year (YoY). Inflasi ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 4,76% YoY.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, pada periode tersebut terjadi IHK dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 7,24% YoY, dengan andil inflasi 1,08% YoY.

“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut adalah tarif listrik,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Komoditas utama lainnya yang mendorong inflasi tahunan adalah, perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi mencapai 15,32% YoY dan andilnya mencapai 1,02% YoY. Inflasi pada kelompok tersebut utamanya terjadi pada komoditas emas dan perhiasan.

Selanjutnya disumbang oleh komoditas makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 3,48% YoY dengan andil inflasi 0,99%.

Lebih lanjut, Ateng menjelaskan terkait kondisi inflasi di Maret 2026 yang masih tinggi, meski turun dari bulan sebelumnya.

Alasannya, pada Januari-Februari 2025 terdapat kebijakan diskon tarif listrik oleh pemerintah yang menekan IHK pada periode tersebut.

Pada 2025 IHK kembali meningkat seiring berakhirnya diskon tarif listrik bagi pelanggan prabayar. Tetapi diskon tarif listrik bagi pelanggan pasca bayar masih terpengaruh.

Oleh karena itu, tekanan inflasi Maret 2026 lebih rendah dari Januari dan Februari 2026, karena pengaruh low base effect berkurang.

Efek Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas menjadi salah satu penyebab inflasi turun pada Maret 2026.

Ateng mengatakan, kelompok pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu kelompok utama penyumbang deflasi Maret 2026, dengan deflasi sebesar 0,21% MtM, dan andil deflasi 0,01% MtM. Tingkat deflasi pada kelompok ini merupakan terendah dalam empat tahun terakhir.

“Komoditas yang memberikan andil deflasi terdalam pada kelompok ini adalah komoditas emas perhiasan,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Adapun komoditas emas perhiasan mengalami deflasi setelah 30 bulan berturut-turut mengalami inflasi. Tingkat deflasi emas perhiasan Maret 2026 sebesar 1,17% MtM, dengan andil deflasi 0,03% MtM.

Sementara itu, pada Maret 2025 komoditas emas perhiasan mencatatkan inflasi 0,05% pada Maret 2025, mencatatkan inflasi 0,04% pada Maret 2024, dan mencatatkan inflasi 0,01% pada Maret 2023.

Sebagaimana diketahui, Selasa (31 Maret 2025) harga emas batangan bersertifikat di laman Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp 10.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.837.000 per gram menjadi Rp 2.827.000 per gram.

Padahal pada 1 Maret 2026, harga emas Antam 1 gram berada di kisaran Rp 3.085.000 berdasarkan situs Logam Mulia. Di Pegadaian, harganya tercatat lebih tinggi, mencapai Rp3.332.000 per gram. Harga buyback (jual kembali) berada di angka Rp2.864.000. 

Transportasi dan Tarif Angkutan Ikut Naik

Kelompok transportasi selalu langganan mengalami inflasi tinggi pada momentum Lebaran, kecuali pada Ramadan 2025 lalu.

Ateng menjelaskan, umumnya inflasi pada kelompok ini lebih tinggi pada momentum Lebaran jika dibandingkan awal Ramadan, kecuali untuk tahun 2022 dan 2025.

Pada Maret 2025, kelompok transportasi mencatatkan inflasi sebesar 0,41% month to month (MtM), lebih rendah dari Februari 2026 yang mencatatkan deflasi 0,11% MtM.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antar kota, dengan andil inflasi terhadap inflasi umum untuk bensin 0,04% MtM, dan angkutan antar kota 0,03% MtM,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Ia membeberkan, selain menyumbang inflasi, terdapat juga komoditas dari kelompok ini yang menjadi peredam inflasi, yakni tarif angkutan udara, dengan andil deflasi terhadap inflasi umum sebesar 0,03% MtM.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan beberapa komoditas transportasi yang menjadi peredam inflasi. Di antaranya, tarif jalan tol mencatatkan deflasi sebesar 0,87% MtM, tarif angkutan laut, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) deflasi 3,17% MtM.

Selanjutnya, tarif angkutan laut mencatatkan deflasi 7,45% MtM, dan tarif kereta api mencatatkan deflasi 3,18% MtM.

Komoditas transportasi tersebut mengalami deflasi atau menjadi peredam inflasi lantaran pemerintah memberikan diskon tarif jalan tol, tarif angkutan laut, ASDP, dan kereta api. Hal ini sejalan dengan program stimulus pemerintah di kuartal I 2026.

Reporter: Siti Masitoh

Periode
Inflasi Tahunan (%)
Januari 2025
0,76
Februari 2025
-0,09
Maret 2025
1,03
April 2025
1,95
Mei 2025
1,60
Juni 2025
1,87
Juli 2025
2,37
Agustus 2025
2,31
September 2025
2,65
Oktober 2025
2,86
November 2025
2,72
Desember 2025
2,92
Januari 2026
3,55
Februari 2026
4,76
Maret 2026
3,48

Infografik Terbaru

Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 09 Mei 2026
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Mencapai Level Tertinggi Sejak Kuartal IV-2022
BPS | 05 Mei 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY), naik dari 4,87% di kuartal I 2025
Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Kembali Surplus
BPS | 04 Mei 2026
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, meningkat dibandingkan surplus US$ 1,27 miliar pada Februari 2026
Inflasi April 2026 Turun Menjadi 2,42% Secara Tahunan
BPS | 04 Mei 2026
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, terjadi inflasi 2,42% pada April 2026. Tingkat inflasi bulanan sebesar 0,13% dan year to date 1,06%
10 Negara Produsen Kakao Terbesar 2024
FAO | 29 April 2026
Produk komersial cokelat hasil laboratorium diperkirakan akan masuk pasar AS pada akhir 2026 atau 2027, memunculkan kekhawatiran bisnis kakao tradisional
Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 23 Hari 47 Menit lalu
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
loading
Close [X]