Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak
Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute menunjukkan bahwa pangsa pasar ekspor senjata dunia semakin terkonsentrasi pada segelintir negara besar, dengan Amerika Serikat memperlebar dominasinya secara signifikan dalam periode 2021–2025.
Berdasarkan data SIPRI, lima eksportir terbesar dunia—Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Jerman, dan China—menguasai sekitar 70% total ekspor senjata global. Konsentrasi ini menegaskan bahwa pasar senjata internasional masih didominasi oleh kekuatan industri militer negara maju.
Amerika Serikat Kian Tak Tertandingi
Amerika Serikat menjadi eksportir senjata terbesar dengan pangsa mencapai 42% dari total global pada periode 2021–2025, naik dari 36% pada periode sebelumnya . Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 27% dibandingkan periode 2016–2020.
Dengan pangsa tersebut, posisi Amerika Serikat bahkan melampaui gabungan beberapa eksportir besar lainnya, mencerminkan dominasi kuat dalam industri pertahanan global. Selain itu, untuk pertama kalinya dalam dua dekade, pasar utama ekspor senjata AS bergeser ke Eropa, yang menyerap 38% ekspor mereka .
Prancis Naik, Rusia Tertekan
Di posisi kedua, Prancis menguasai sekitar 9,8% pangsa pasar global, dengan pertumbuhan ekspor sebesar 21%. Kinerja ini menjadikan Prancis sebagai pesaing utama Amerika Serikat di pasar senjata internasional.
Sebaliknya, Rusia mengalami penurunan tajam. Pangsa ekspor negara tersebut anjlok dari 21% menjadi hanya 6,8%, seiring kontraksi ekspor hingga 64%. Penurunan ini antara lain dipicu berkurangnya permintaan dari mitra tradisional serta tekanan geopolitik.
Eropa Barat dan Amerika Utara Kuasai Pasar
Secara kawasan, negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Barat semakin mendominasi industri ini. Gabungan kedua kawasan tersebut menyumbang sekitar 74% dari total ekspor senjata global pada periode 2021–2025, meningkat dari 62% pada periode sebelumnya.
Hal ini menunjukkan pergeseran kekuatan industri pertahanan yang semakin terpusat di negara-negara Barat, sekaligus mencerminkan meningkatnya permintaan dari sekutu-sekutu mereka, terutama di Eropa.
Peran Negara Lain Mulai Menguat
Selain lima besar, beberapa negara mulai menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun pangsa pasarnya masih relatif kecil. Italia, misalnya, mencatat lonjakan ekspor hingga 157% dan menguasai sekitar 5,1% pangsa global. Israel dan Korea Selatan juga mengalami pertumbuhan ekspor yang kuat, masing-masing dengan pangsa 4,4% dan 3,0%.
China, meskipun masih berada di lima besar, hanya menguasai sekitar 5,6% pangsa pasar, dengan sebagian besar ekspornya terkonsentrasi ke negara tertentu seperti Pakistan.
Struktur Pasar Semakin Terkonsentrasi
Data ini menegaskan bahwa pasar ekspor senjata global semakin terkonsentrasi dan didominasi oleh segelintir negara dengan kapasitas industri pertahanan besar. Dominasi Amerika Serikat yang semakin kuat juga mencerminkan pergeseran geopolitik, khususnya meningkatnya ketegangan di Eropa dan kawasan lain.
Di sisi lain, penurunan tajam Rusia membuka ruang bagi negara-negara Barat dan sekutu mereka untuk memperluas pangsa pasar. Dengan tren ini, struktur industri pertahanan global diperkirakan akan tetap terkonsentrasi dalam jangka menengah, dengan kompetisi utama berada di antara negara-negara Barat dan beberapa pemain baru yang sedang naik daun.