1. Home
  2. Infografik

Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata

Sumber: Stockholm International Peace Research Institute
Update : 15 April 2026

Perang di Berbagai Belahan Dunia, Ekspor Senjata AS Melonjak

Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute menunjukkan bahwa pangsa pasar ekspor senjata dunia semakin terkonsentrasi pada segelintir negara besar, dengan Amerika Serikat memperlebar dominasinya secara signifikan dalam periode 2021–2025.

Berdasarkan data SIPRI, lima eksportir terbesar dunia—Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Jerman, dan China—menguasai sekitar 70% total ekspor senjata global. Konsentrasi ini menegaskan bahwa pasar senjata internasional masih didominasi oleh kekuatan industri militer negara maju.

Amerika Serikat Kian Tak Tertandingi

Amerika Serikat menjadi eksportir senjata terbesar dengan pangsa mencapai 42% dari total global pada periode 2021–2025, naik dari 36% pada periode sebelumnya . Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 27% dibandingkan periode 2016–2020.

Dengan pangsa tersebut, posisi Amerika Serikat bahkan melampaui gabungan beberapa eksportir besar lainnya, mencerminkan dominasi kuat dalam industri pertahanan global. Selain itu, untuk pertama kalinya dalam dua dekade, pasar utama ekspor senjata AS bergeser ke Eropa, yang menyerap 38% ekspor mereka .

Prancis Naik, Rusia Tertekan

Di posisi kedua, Prancis menguasai sekitar 9,8% pangsa pasar global, dengan pertumbuhan ekspor sebesar 21%. Kinerja ini menjadikan Prancis sebagai pesaing utama Amerika Serikat di pasar senjata internasional.

Sebaliknya, Rusia mengalami penurunan tajam. Pangsa ekspor negara tersebut anjlok dari 21% menjadi hanya 6,8%, seiring kontraksi ekspor hingga 64%. Penurunan ini antara lain dipicu berkurangnya permintaan dari mitra tradisional serta tekanan geopolitik.

Eropa Barat dan Amerika Utara Kuasai Pasar

Secara kawasan, negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Barat semakin mendominasi industri ini. Gabungan kedua kawasan tersebut menyumbang sekitar 74% dari total ekspor senjata global pada periode 2021–2025, meningkat dari 62% pada periode sebelumnya.

Hal ini menunjukkan pergeseran kekuatan industri pertahanan yang semakin terpusat di negara-negara Barat, sekaligus mencerminkan meningkatnya permintaan dari sekutu-sekutu mereka, terutama di Eropa.

Peran Negara Lain Mulai Menguat

Selain lima besar, beberapa negara mulai menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun pangsa pasarnya masih relatif kecil. Italia, misalnya, mencatat lonjakan ekspor hingga 157% dan menguasai sekitar 5,1% pangsa global. Israel dan Korea Selatan juga mengalami pertumbuhan ekspor yang kuat, masing-masing dengan pangsa 4,4% dan 3,0%.

China, meskipun masih berada di lima besar, hanya menguasai sekitar 5,6% pangsa pasar, dengan sebagian besar ekspornya terkonsentrasi ke negara tertentu seperti Pakistan.

Struktur Pasar Semakin Terkonsentrasi

Data ini menegaskan bahwa pasar ekspor senjata global semakin terkonsentrasi dan didominasi oleh segelintir negara dengan kapasitas industri pertahanan besar. Dominasi Amerika Serikat yang semakin kuat juga mencerminkan pergeseran geopolitik, khususnya meningkatnya ketegangan di Eropa dan kawasan lain.

Di sisi lain, penurunan tajam Rusia membuka ruang bagi negara-negara Barat dan sekutu mereka untuk memperluas pangsa pasar. Dengan tren ini, struktur industri pertahanan global diperkirakan akan tetap terkonsentrasi dalam jangka menengah, dengan kompetisi utama berada di antara negara-negara Barat dan beberapa pemain baru yang sedang naik daun.

Negara
2016-2020 (%)
2021-2025 (%)
Amerika Serikat
36,00
42,00
Prancis
8,80
9,80
Rusia
21,00
6,80
Jerman
5,40
5,70
China
5,50
5,60
Italia
2,20
5,10
Israel
3,10
4,40
Inggris Raya
3,30
3,40
Korea Selatan
2,60
3,00
Spanyol
2,40
2,30

Infografik Terbaru

Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Perang Ukraina vs Rusia mengerek impor senjata Ukraina yang awalnya hanya 0,1% dari total impor global jadi 9,7%. Impor senjata Ukraina terutama berasal dari AS
Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Ekspor senjata Amerika Serikat (AS) naik 27% dari periode 2016-2020 ke 2021-2025 menyebabkan pangsa pasarnya meningkat dari 36% menjadi 42%
Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI
Bank Indonesia | 2 Hari 2 Menit lalu
Bank Indonesia menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali sepekan mulai Februari 2026
Dana Kelolaan Reksadana Turun pada Maret 2026
OJK | 10 April 2026
Total dana kelolaan industri reksadana turun menjadi Rp 699,65 triliun per Maret 2026 di tengah kenaikan unit penyertaan
Cadangan Devisa Maret 2026 Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir
Bank Indonesia | 08 April 2026
Cadangan devisa Indonesia per Maret 2026 turun tajam menjadi US$ 148,15 miliar dari sebelumnya US$ 151,90 miliar, salah satunya untuk intervensi rupiah
CEO Index April 2026
KONTAN | 06 April 2026
Keyakinan CEO akan kondisi ekonomi dan bisnis pada kuartal kedua 2026 turun akibat kenaikan tensi geopolitik global
Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 06 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
loading
Close [X]