1. Home
  2. Infografik

CEO Index April 2026

Sumber: KONTAN
Update : 06 April 2026

CEO Perusahaan di Indonesia Pesimistis di Tengah Konflik Global

JAKARTA. Para pengusaha Indonesia masih harap-harap cemas untuk melanjutkan ekspansi bisnis. Belum selesai kontroversi tarif impor dari Presiden Donald Trump, kini para pebisnis menghadapi ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah.

Ditambah kelesuan daya beli masyarakat dan tekanan terhadap ekonomi nasional, optimisme para pebisnis untuk menjalani usaha di kuartal kedua tahun ini kembali merosot. Bahkan tren penurunan keyakinan para pengusaha jatuh hingga mendekati level pandemi pada 2020.

Ketidakpastian geopolitik global, pelemahan daya beli dan dinamika politik nasional menjadi sorotan utama dalam survei terbaru KONTAN terhadap puluhan chief executive officer (CEO) korporasi di Indonesia. Hasil survei itu tecermin dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal II-2026.

Di survei kali ini, ICCI kuartal kedua 2026 berada di level 2,99. Bahkan angka tersebut menjadi yang terlemah sejak Juli 2020 atau periode pandemi Covid-19. Pada Juli 2020, Indeks Keyakinan CEO Indonesia berada di level 2,97. Sedang di bulan April 2020, ICCI berada di level 2,84, atau terburuk sepanjang sejarah ICCI.

KONTAN melaksanakan survei terhadap puluhan CEO dari berbagai sektor industri selama Maret tahun ini. Skor di atas 3 mencerminkan optimisme, dan di bawah 3 memperlihatkan pesimisme pebisnis memandang prospek ekonomi selama kuartal II-2026.

Tiga dari enam variabel survei berada di bawah level 3, alias pesimistis, yakni ekonomi global, politik nasional dan daya beli masyarakat.

Para petinggi perusahaan mencemaskan efek perang di Timur Tengah yang tak kunjung mereda. Akibatnya, Selat Hormuz, yang menyuplai 20% minyak mentah global tertutup, sehingga memanaskan harga minyak dan komoditas energi lainnya.

"Kami sangat sulit memprediksi dampak perang ke depan. Namun yang jelas sudah berdampak jelek terhadap biaya logistik, bahan kemasan plastik, energi, nilai tukar dan sebagian bahan baku lainnya," ungkap Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Niramas Pandaan Sejahtera, yang juga menjabat Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) kepada KONTAN, baru-baru ini.

Bukan hanya geopolitik global, para petinggi perusahaan juga menyoroti daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya membaik.

Direktur Utama PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) Sarman Simanjorang juga agak pesimis melihat prospek daya beli di kuartal kedua. Apalagi, dalam tiga bulan ke depan tidak ada momen yang mendukung konsumsi seperti halnya momen libur Nataru, Imlek dan puncaknya Idul Fitri di akhir kuartal I-2026. "Kondisi daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih," kata dia.

Melihat kondisi tersebut, para pebisnis masih menahan diri untuk ekspansi. "Kami wait and see, tidak berani terlalu agresif," tutur Direktur Utama PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) Wijaya Candera.

 

Reporter: Ridwan NM, Vina Elvira, Chelsea A, Ferry S

Periode
CEO Index
April-2017
3,11
Juli-2017
3,46
Oktober-2017
3,22
Januari-2018
3,66
April-2018
3,49
Juli-2018
3,45
Oktober-2018
3,63
Januari-2019
3,70
April-2019
3,73
Juli-2019
3,53
Oktober-2019
3,26
Januari-2020
3,67
April-2020
2,84
Juli-2020
2,97
Oktober-2020
3,27
Januari-2021
3,60
April-2021
3,76
Juli-2021
3,53
Oktober-2021
3,83
Januari-2022
3,92
April-2022
3,81
Juli-2022
3,77
Oktober-2022
3,50
Januari-2023
3,64
April-2023
3,69
Juli-2023
3,62
Oktober-2023
3,62
Januari-2024
3,54
April-2024
3,74
Juli-2024
3,39
Oktober-2024
3,29
Januari-2025
3,26
April-2025
3,11
Juli-2025
3,01
Oktober-2025
3,25
Januari-2026
3,43
April-2026
2,99

Infografik Terbaru

Inflasi Agustus 2026 Naik Menjadi 3,19%
BPS | 01 September 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,59% pada Agustus 2026, meningkat dari 2,88% pada Juli 2026
Neraca Dagang Juni 2025-Juli 2026
BPS | 01 September 2026
Neraca dagang Juli 2026 menunjukkan surplus tipis US$ 121,9 juta setelah defisit dua bulan beruntun
BI Rate Tetap Berada di Level 5,75% pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 19 Agustus 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Agustus 2026
Utang Luar Negeri Pemerintah Tembus US$ 217 Miliar
Bank Indonesia | 13 Agustus 2026
Sempat turun saat periode pandemi, total utang pemerintah terus naik dalam empat tahun terakhir hingga Mei 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025
Bank Indonesia | 10 Agustus 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam tiga bulan beruntun hingga Juli 2026 ke level terendah sejak Oktober 2025
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun Tipis Menjadi US$ 145,34 Miliar
Bank Indonesia | 07 Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni sebesar US$ 145,6 miliar
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Mencapai 5,29%
BPS | 05 Agustus 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2026 berada di angka 5,29%, turun ketimbang kuartal pertama karena pergeseran musim Lebaran
Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026
BPS | 03 Agustus 2026
BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026, menipis dari defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 1,61 miliar
Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar
BPS | 03 Agustus 2026
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,97% YoY diikuti kelompok transportasi sebesar 5,12% YoY
Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
loading
Close [X]