1. Home
  2. Infografik

Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar

Sumber: BPS
Update : 01 April 2026

Surplus Neraca Dagang Menyempit di Awal 2026, Impor Melonjak Lebih Cepat dari Ekspor

JAKARTA. Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, namun menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar US$1,27 miliar, sementara secara kumulatif Januari–Februari 2026 mencapai US$2,23 miliar. 

Meski tetap positif, posisi ini mengindikasikan tekanan baru pada sektor eksternal, terutama dari sisi impor yang meningkat signifikan.

Ekspor Tumbuh Tipis, Ditopang Industri Pengolahan

Nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 tercatat US$22,17 miliar, hanya tumbuh 1,01% secara tahunan (year-on-year). 

Secara kumulatif, ekspor Januari–Februari mencapai US$44,32 miliar, naik tipis 2,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan ekspor terutama didorong oleh sektor nonmigas, khususnya industri pengolahan yang naik 6,69%, dengan kontribusi dominan mencapai lebih dari 83% terhadap total ekspor. 

Sejumlah komoditas unggulan yang menopang kinerja ekspor antara lain:

  • Lemak dan minyak hewani/nabati (termasuk CPO) naik signifikan 28,79%
  • Nikel dan produk turunannya melonjak 55,97%
  • Kendaraan dan bagiannya tumbuh 26,15% 
  • Namun, kinerja ekspor tertahan oleh penurunan tajam pada:
  • Bahan bakar mineral (-13,71%)
  • Logam mulia dan perhiasan (-33,40%) 

Selain itu, ekspor migas mengalami kontraksi 9,75%, menjadi faktor penekan tambahan.

Impor Melonjak Dua Digit, Sinyal Pemulihan atau Tekanan?

Di sisi lain, impor Indonesia justru meningkat tajam. Nilai impor Februari 2026 mencapai US$20,89 miliar, naik 10,85% secara tahunan. 

Secara kumulatif Januari–Februari 2026, impor melonjak 14,44% menjadi US$42,09 miliar. 

Kenaikan ini terutama didorong oleh:

  • Impor nonmigas yang naik 17,49%
  • Lonjakan barang modal (+34,44%)
  • Kenaikan bahan baku/penolong (+9,27%) 
  • Komoditas impor yang mengalami peningkatan signifikan antara lain:
  • Mesin/peralatan mekanis (+31,38%)
  • Mesin/peralatan listrik (+24,53%) 

Secara struktur, impor didominasi bahan baku/penolong dengan kontribusi hampir 70%, mengindikasikan aktivitas produksi domestik yang mulai meningkat.

Surplus Ditopang Nonmigas, Migas Masih Jadi Beban

Surplus neraca perdagangan Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada sektor nonmigas.

Pada Januari–Februari 2026:

  • Surplus nonmigas: US$5,42 miliar
  • Defisit migas: US$3,19 miliar 

Sementara pada Februari 2026:

  • Surplus nonmigas: US$2,19 miliar
  • Defisit migas: US$0,92 miliar 

Ketergantungan terhadap impor energi masih menjadi tantangan struktural yang terus menekan neraca perdagangan.

Arah Perdagangan: China Masih Dominan

Dari sisi mitra dagang, Tiongkok tetap menjadi aktor utama baik ekspor maupun impor Indonesia.

  • Ekspor ke Tiongkok mencapai US$10,46 miliar (24,69%)
  • Impor dari Tiongkok mencapai US$15,68 miliar (42,46%) 

Dominasi ini menunjukkan keterkaitan rantai pasok yang kuat, sekaligus meningkatkan risiko ketergantungan eksternal.

Ekspor
Impor
Neraca Dagang
Desember-24
23,46
21,22
2,24
Januari-25
21,43
17,94
3,49
Februari-25
21,94
18,85
3,09
Maret-25
23,25
18,92
4,33
April-25
20,74
20,58
0,16
Mei-25
24,61
20,31
4,30
Juni-25
23,44
19,33
4,11
Juli-25
24,75
20,57
4,17
Agustus-25
24,96
19,47
5,49
September-25
24,68
20,34
4,34
Oktober-25
24,24
21,84
2,39
November-25
22,52
19,86
2,66
Desember-25
26,35
23,83
2,51
Januari-26
22,16
21,20
0,95
Februari-26
22,17
20,89
1,27

Infografik Terbaru

Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 01 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
Harga Minyak Dunia 23 Maret 2026
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga minyak masih menanjak naik sejak meletusnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026
Volume Transaksi QRIS Melesat Sejalan dengan Kenaikan Nilai Tranasksi
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Volume transaksi QRIS secara total menunjukkan lonjakan yang makin tajam sejak tahun 2024
Jumlah Pengguna QRIS Periode 2022-2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Laju pertumbuhan jumlah pengguna QRIS mulai melambat, ditunjukkan oleh grafik yang mulai mendatar sejak 2024
Nilai Transaksi QRIS Terus Melejit Hingga Akhir 2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Nilai transaksi dengan menggunakan QRIS terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada kuartal keempat 2025, nilai transaksi bahkan mencapai Rp 170 triliun
Defisit Anggaran 2026 Diprediksi Tembus 3%, Pemerintah Rencanakan Efisiensi K/L
Kementerian Keuangan | 20 Maret 2026
Defisit anggaran tahun 2026 diprediksikan akan melewati ketentuan 3% dari PDB. Pemerintah berniat menempuh jalur efisiensi anggaran K/L
10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS
U.S. Energy Information Administration | 20 Maret 2026
Total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah AS 2024-2025
US. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Amerika Serikat (AS) mengekspor 1,45 miliar barel minyak mentah pada tahun 2025, turun dari 1,5 miliar barel tahun sebelumnya
loading
Close [X]