1. Home
  2. Infografik

Cadangan Devisa Maret 2026 Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir

Sumber: Bank Indonesia
Update : 08 April 2026

Perang Berkecamuk, Cadangan Devisa Terendah Sejak Agustus 2024

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia hingga Maret 2026 turun signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI), cadangan devisa berada di level US$148,15 miliar, turun dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar US$151,90 miliar.

Secara tren, penurunan ini melanjutkan pelemahan yang sudah terjadi sejak awal tahun. Pada Januari 2026, cadangan devisa masih berada di level US$154,58 miliar, sebelum terus menyusut dalam dua bulan berikutnya.

Jika ditarik lebih panjang, posisi Maret 2026 juga lebih rendah dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Pada Desember 2025, cadangan devisa sempat berada di level relatif tinggi, yakni US$156,47 miliar. Artinya, dalam tiga bulan pertama 2026, terjadi penurunan sekitar US$8,32 miliar.

Angka cadangan devisa terakhir per Maret 2026 adalah angka terendah sejak Agustus 2024. Angka terendah sebelumnya pada Juli 2024 sebesar US$ 145,41 miliar.

Bank Indonesia dalam siaran pers Rabu (8/4) menyebutkan bahwa ada penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa. Hal ini menambah pasokan dolar domestik. Di sisi lain, ada pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. 

Kebijakan stabilisasi rupiah ini adalah respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Nilai tukar rupiah terus melemah hingga awal kuartal kedua 2026. Bahkan, rupiah telah beberapa hari berada di atas level Rp 17.000 per dolar AS di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Tekanan Berlapis Sejak Paruh Kedua 2025

Penurunan cadangan devisa sebenarnya bukan fenomena yang tiba-tiba terjadi di 2026. Sepanjang paruh kedua 2025, tren pelemahan sudah terlihat cukup jelas.

Dari posisi US$152,57 miliar pada Juni 2025, cadangan devisa terus menurun hingga mencapai titik terendah di US$148,74 miliar pada September 2025. Meski sempat mengalami pemulihan terbatas pada Oktober–Desember 2025, tekanan kembali muncul memasuki awal 2026.

Fluktuasi ini mengindikasikan adanya dinamika eksternal yang cukup kuat, mulai dari volatilitas pasar keuangan global hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dengan kondisi global yang masih dibayangi suku bunga tinggi di negara maju dan ketegangan geopolitik, tekanan terhadap cadangan devisa menjadi semakin relevan.

Masih dalam Batas Aman

Meski mengalami penurunan, level cadangan devisa Indonesia saat ini masih tergolong aman.

Dalam hitungan Bank Indonesia, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. 

Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Outlook: Waspadai Tekanan Global

Ke depan, arah cadangan devisa akan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci:

  • Pergerakan nilai tukar rupiah
  • Kebijakan suku bunga global, terutama oleh bank sentral utama
  • Stabilitas arus modal asing
  • Kinerja ekspor Indonesia

Jika tekanan eksternal masih tinggi, cadangan devisa berpotensi tetap tergerus. Namun, jika terjadi pembalikan arus modal dan penguatan ekspor, posisi devisa bisa kembali menguat seperti yang sempat terjadi di akhir 2025.

Periode
Cadangan Devisa
Desember-24
155,72
Januari-25
156,08
Februari-25
154,51
Maret-25
157,09
April-25
152,47
Mei-25
152,49
Juni-25
152,57
Juli-25
151,99
Agustus-25
150,71
September-25
148,74
Oktober-25
149,93
November-25
150,06
Desember-25
156,47
Januari-26
154,58
Februari-26
151,90
Maret-26
148,15

Infografik Terbaru

10 Negara Produsen Kakao Terbesar 2024
FAO | 29 April 2026
Produk komersial cokelat hasil laboratorium diperkirakan akan masuk pasar AS pada akhir 2026 atau 2027, memunculkan kekhawatiran bisnis kakao tradisional
Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 22 April 2026
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
BI Rate April 2026 Tetap di Posisi 4,75%
Bank Indonesia | 22 April 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga di angka 4,75% pada April 2026. Ini adalah posisi yang sama dalam delapan bulan berturut-turut
Saham-Saham Top Leaders IHSG 21 April 2026
Bloomberg | 21 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di hari kedua berturut-turut. IHSG melorot 34,73 poin atau 0,46% menjadi 7.559,38 pada Selasa (21/4)
Saham Top Laggards IHSG 20 April 2026
Bloomberg | 20 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot di awal pekan ini. Senin (20/4), IHSG melorot 39,89 poin atau 0,52% menjadi 7.594,11 pada perdagangan di BEI
Anggaran Kementerian Pertahanan
Riset KONTAN, Kementerian Pertahanan | 17 April 2026
Anggaran Kementerian Pertahanan terus meningkat untuk kebutuhan peralatan pertahanan dan personel
Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Perang Ukraina vs Rusia mengerek impor senjata Ukraina yang awalnya hanya 0,1% dari total impor global jadi 9,7%. Impor senjata Ukraina terutama berasal dari AS
Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata
Stockholm International Peace Research Institute | 15 April 2026
Ekspor senjata Amerika Serikat (AS) naik 27% dari periode 2016-2020 ke 2021-2025 menyebabkan pangsa pasarnya meningkat dari 36% menjadi 42%
Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
loading
Close [X]