1. Home
  2. Infografik

Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI

Sumber: Bank Indonesia
Update : 14 April 2026

Frekuensi Lelang SRBI Ditambah, Yield Meningkat

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menambah frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai Februari 2026. Hal ini terlihat dari data hasil lelang SRBI di website BI.

Sejak awal penerbitan pada 2023 hingga Januari 2026, BI hanya menggelar lelang SRBI satu kali per pekan, yakni tiap Jumat. Mulai Februari 2026, data menunjukkan lelang SRBI dilakukan dua kali tiap pekan, yakni pada Rabu dan Jumat.

Lelang SRBI pada Februari pun terhitung ramai dengan hasil lelang yang mencapai rata-rata lebih dari Rp 16 triliun per lelang.

Kondisi berkebalikan terjadi pada Maret 2026. Nilai rata-rata lelang sepanjang Maret hanya Rp 4,37 triliun. Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang pecah di akhir Februari menjadi salah satu penyebab lelang lebih sepi.

Minat pada lelang SRBI kembali meningkat pada April 2026. Nilai SRBI yang dimenangkan dalam lelang mencapai belasan triliun rupiah dalam masing-masing tiga kali lelang yang telah tercatat.

Dengan lelang yang lebih sering, Bank Indonesia memiliki ruang yang lebih besar untuk:

 

  • Mengelola likuiditas jangka pendek secara presisi
  • Menjaga stabilitas pasar uang
  • Mengarahkan ekspektasi suku bunga

Tetapi, minat pada lelang SRBI yang tinggi ini juga disebabkan oleh imbal hasil SRBI yang meningkat. Dalam lelang terakhir tanggal 10 April 2026, imbal hasil untuk SRBI tenor 6 bulan mencapai 5,49%. Ini adalah level tertinggi sejak Agustus 2025 ketika suku bunga BI Rate masih berada di 5%.

Pada akhir Februari, yield SRBI yang dimenangkan untuk tenor 6 bulan masih berada di angka 5,03%.

Hal serupa juga terjadi untuk tenor 9 bulan dan 12 bulan (lihat grafik).

Tren Imbal Hasil: Dari Penurunan ke Kenaikan

Memasuki awal Januari 2026, imbal hasil SRBI sempat berada dalam tren menurun. Pada lelang 2 Januari 2026, yield tercatat:

  • Tenor 6 bulan: 4,80%
  • Tenor 9 bulan: 4,85%
  • Tenor 12 bulan: 4,87%

Penurunan berlanjut hingga pertengahan Januari, dengan yield sempat menyentuh kisaran:

  • 4,62% (6 bulan)
  • 4,65% (9 bulan)
  • 4,68% (12 bulan)

Namun, tren tersebut berbalik sejak akhir Januari. Hingga awal April 2026, imbal hasil meningkat secara konsisten. Pada lelang 10 April 2026, yield mencapai:

  • 5,49% (6 bulan)
  • 5,62% (9 bulan)
  • 5,76% (12 bulan)

Kenaikan ini menunjukkan adanya pengetatan likuiditas atau meningkatnya premi risiko yang diminta investor, seiring dinamika pasar keuangan global dan domestik.

Kenaikan yield SRBI sejak Februari hingga April 2026 membawa beberapa implikasi:

  • Pasar uang: Suku bunga jangka pendek cenderung naik mengikuti yield SRBI
  • Perbankan: Biaya dana berpotensi meningkat
  • Nilai tukar: Instrumen dengan yield lebih tinggi dapat menarik aliran modal masuk
  • Obligasi: Tekanan pada harga obligasi (yield naik, harga turun)
Tanggal Lelang
6 bulan
9 bulan
12 bulan
Dimenangkan (Rp triliun)
1-Agu-2025
5,53
5,56
5,58
5,00
8-Agu-2025
5,36
5,40
5,42
10,00
15-Agu-2025
5,28
5,31
5,34
15,00
22-Agu-2025
5,00
5,02
5,04
15,00
29-Agu-2025
5,02
5,08
5,11
10,33
3-Sep-2025
5,06
5,10
5,13
5,32
12-Sep-2025
5,06
5,07
5,08
15,00
19-Sep-2025
4,76
4,80
4,78
14,00
26-Sep-2025
4,77
4,79
4,82
14,00
3-Okt-2025
4,75
4,76
4,79
11,00
10-Okt-2025
4,74
4,75
4,76
18,00
17-Okt-2025
4,65
4,67
4,70
22,00
24-Okt-2025
4,60
4,63
4,66
30,00
31-Okt-2025
4,60
4,63
4,66
20,00
7-Nov-2025
4,62
4,64
4,68
28,00
14-Nov-2025
4,62
4,65
4,69
18,00
21-Nov-2025
4,64
4,67
4,73
16,34
26-Nov-2025
4,72
4,74
4,85
16,00
28-Nov-2025
4,83
4,90
4,95
24,00
3-Des-2025
4,89
4,94
5,01
11,00
5-Des-2025
4,90
4,95
5,02
24,46
12-Des-2025
4,90
4,94
4,98
7,00
19-Des-2025
4,85
4,90
4,92
5,00
2-Jan-2026
4,80
4,85
4,87
20,00
9-Jan-2026
4,69
4,74
4,79
8,00
15-Jan-2026
4,62
4,65
4,68
7,00
23-Jan-2026
4,65
4,76
4,84
39,72
28-Jan-2026
4,90
4,97
5,01
11,00
30-Jan-2026
4,89
4,92
4,96
10,00
4-Feb-2026
4,85
4,89
4,92
17,00
6-Feb-2026
4,91
4,93
5,03
20,00
11-Feb-2026
4,91
4,93
5,04
30,00
13-Feb-2026
4,90
4,93
5,04
15,00
20-Feb-2026
4,93
4,98
5,07
15,00
25-Feb-2026
4,97
5,03
5,12
10,00
27-Feb-2026
5,03
5,09
5,17
8,00
4-Mar-2026
5,14
5,19
5,21
1,50
6-Mar-2026
5,15
5,19
5,21
4,00
11-Mar-2026
5,24
5,28
5,32
8,00
13-Mar-2026
5,25
5,30
5,33
0,15
25-Mar-2026
5,39
5,42
5,44
3,60
27-Mar-2026
5,42
5,45
5,50
9,00
1-Apr-2026
5,44
5,52
5,59
15,00
8-Apr-2026
5,45
5,57
5,66
17,00
10-Apr-2026
5,49
5,62
5,76
15,00

Infografik Terbaru

Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI
Bank Indonesia | 14 April 2026
Bank Indonesia menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali sepekan mulai Februari 2026
Dana Kelolaan Reksadana Turun pada Maret 2026
OJK | 10 April 2026
Total dana kelolaan industri reksadana turun menjadi Rp 699,65 triliun per Maret 2026 di tengah kenaikan unit penyertaan
Cadangan Devisa Maret 2026 Terendah Dalam 20 Bulan Terakhir
Bank Indonesia | 08 April 2026
Cadangan devisa Indonesia per Maret 2026 turun tajam menjadi US$ 148,15 miliar dari sebelumnya US$ 151,90 miliar, salah satunya untuk intervensi rupiah
CEO Index April 2026
KONTAN | 06 April 2026
Keyakinan CEO akan kondisi ekonomi dan bisnis pada kuartal kedua 2026 turun akibat kenaikan tensi geopolitik global
Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 06 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
Harga Minyak Dunia 23 Maret 2026
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga minyak masih menanjak naik sejak meletusnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026
Volume Transaksi QRIS Melesat Sejalan dengan Kenaikan Nilai Tranasksi
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Volume transaksi QRIS secara total menunjukkan lonjakan yang makin tajam sejak tahun 2024
loading
Close [X]