Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Tumbuh, Pola Musiman Masih Terjaga
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pemulihan yang berlanjut dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisman pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, meningkat 10,80% secara kumulatif (c-to-c) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 13,89 juta kunjungan .
Peningkatan ini menegaskan bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global, meskipun laju pertumbuhannya tidak merata sepanjang tahun dan masih dipengaruhi faktor musiman.
Perbandingan 2025 dan 2024: Desember Jadi Penopang Akhir Tahun
Secara tahunan, kinerja kunjungan wisman pada akhir 2025 relatif lebih kuat. Pada Desember 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,41 juta kunjungan, naik 14,43% (y-on-y) dibandingkan Desember 2024 dan meningkat 17,25% (m-to-m) dibandingkan November 2025 .
Kenaikan di bulan Desember ini menjadi penopang penting bagi total kunjungan 2025, seiring meningkatnya mobilitas internasional pada periode libur akhir tahun serta tingginya minat kunjungan dari negara-negara kawasan seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.
Bulan-Bulan Puncak Kunjungan: Musim Liburan dan Summer Holiday
Berdasarkan pola bulanan, periode puncak kunjungan wisman pada 2025 terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun, khususnya:
Juli–Agustus 2025, dengan puncak di Agustus mencapai sekitar 1,51 juta kunjungan
Desember 2025, dengan 1,41 juta kunjungan
Lonjakan pada Juli–Agustus berkaitan erat dengan summer holiday di banyak negara asal wisman, terutama Australia dan Eropa. Sementara itu, Desember menjadi puncak kedua karena bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, yang secara historis selalu mendorong arus wisata internasional ke Indonesia, khususnya ke destinasi utama seperti Bali.
Bulan dengan Kunjungan Lebih Rendah: Awal Tahun Masih Lemah
Sebaliknya, bulan-bulan dengan jumlah kunjungan wisman relatif rendah terjadi pada awal 2025, yaitu:
Januari 2025: sekitar 1,16 juta kunjungan
Februari 2025: turun menjadi sekitar 1,02 juta
Maret 2025: kembali turun ke kisaran 984,77 ribu kunjungan
Penurunan pada Januari–Maret mencerminkan pola musiman yang umum terjadi, di mana periode setelah libur akhir tahun biasanya diikuti dengan normalisasi perjalanan internasional. Selain itu, faktor cuaca, jadwal libur sekolah di negara asal, serta penyesuaian anggaran perjalanan di awal tahun turut memengaruhi keputusan wisatawan.
Dinamika Menjelang Akhir Tahun
Setelah melemah di awal tahun, kunjungan wisman mulai pulih sejak April 2025 dan terus meningkat hingga Agustus 2025, sebelum kembali mengalami koreksi pada September–November. Penurunan di periode tersebut menunjukkan bahwa permintaan wisman belum sepenuhnya stabil dan masih sensitif terhadap faktor global maupun regional, termasuk kondisi ekonomi dan preferensi waktu liburan.
Namun, rebound yang cukup kuat di Desember 2025 mengindikasikan bahwa minat berwisata ke Indonesia tetap solid, terutama pada periode high season.