1. Home
  2. Infografik

Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2023-2025

Sumber: BPS
Update : 03 Februari 2026

Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Tumbuh, Pola Musiman Masih Terjaga

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pemulihan yang berlanjut dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisman pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, meningkat 10,80% secara kumulatif (c-to-c) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 13,89 juta kunjungan .

Peningkatan ini menegaskan bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global, meskipun laju pertumbuhannya tidak merata sepanjang tahun dan masih dipengaruhi faktor musiman.

Perbandingan 2025 dan 2024: Desember Jadi Penopang Akhir Tahun

Secara tahunan, kinerja kunjungan wisman pada akhir 2025 relatif lebih kuat. Pada Desember 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,41 juta kunjungan, naik 14,43% (y-on-y) dibandingkan Desember 2024 dan meningkat 17,25% (m-to-m) dibandingkan November 2025 .

Kenaikan di bulan Desember ini menjadi penopang penting bagi total kunjungan 2025, seiring meningkatnya mobilitas internasional pada periode libur akhir tahun serta tingginya minat kunjungan dari negara-negara kawasan seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.

Bulan-Bulan Puncak Kunjungan: Musim Liburan dan Summer Holiday

Berdasarkan pola bulanan, periode puncak kunjungan wisman pada 2025 terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun, khususnya:

Juli–Agustus 2025, dengan puncak di Agustus mencapai sekitar 1,51 juta kunjungan

Desember 2025, dengan 1,41 juta kunjungan

Lonjakan pada Juli–Agustus berkaitan erat dengan summer holiday di banyak negara asal wisman, terutama Australia dan Eropa. Sementara itu, Desember menjadi puncak kedua karena bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, yang secara historis selalu mendorong arus wisata internasional ke Indonesia, khususnya ke destinasi utama seperti Bali.

Bulan dengan Kunjungan Lebih Rendah: Awal Tahun Masih Lemah

Sebaliknya, bulan-bulan dengan jumlah kunjungan wisman relatif rendah terjadi pada awal 2025, yaitu:

Januari 2025: sekitar 1,16 juta kunjungan

Februari 2025: turun menjadi sekitar 1,02 juta

Maret 2025: kembali turun ke kisaran 984,77 ribu kunjungan

Penurunan pada Januari–Maret mencerminkan pola musiman yang umum terjadi, di mana periode setelah libur akhir tahun biasanya diikuti dengan normalisasi perjalanan internasional. Selain itu, faktor cuaca, jadwal libur sekolah di negara asal, serta penyesuaian anggaran perjalanan di awal tahun turut memengaruhi keputusan wisatawan.

Dinamika Menjelang Akhir Tahun

Setelah melemah di awal tahun, kunjungan wisman mulai pulih sejak April 2025 dan terus meningkat hingga Agustus 2025, sebelum kembali mengalami koreksi pada September–November. Penurunan di periode tersebut menunjukkan bahwa permintaan wisman belum sepenuhnya stabil dan masih sensitif terhadap faktor global maupun regional, termasuk kondisi ekonomi dan preferensi waktu liburan.

Namun, rebound yang cukup kuat di Desember 2025 mengindikasikan bahwa minat berwisata ke Indonesia tetap solid, terutama pada periode high season.

Bulan
2023
2024
2025
Januari
798.469,00
927.746,00
1.156.010,00
Februari
749.436,00
1.062.149,00
1.022.890,00
Maret
869.244,00
1.041.861,00
984.769,00
April
865.811,00
1.066.958,00
1.164.539,00
Mei
953.714,00
1.145.499,00
1.306.000,00
Juni
1.062.791,00
1.197.941,00
1.415.965,00
Juli
1.121.189,00
1.310.756,00
1.481.346,00
Agustus
1.132.638,00
1.339.946,00
1.505.220,00
September
1.070.245,00
1.279.258,00
1.394.910,00
Oktober
978.519,00
1.193.867,00
1.348.993,00
November
931.227,00
1.092.067,00
1.199.007,00
Desember
1.144.542,00
1.228.630,00
1.405.860,00

Infografik Terbaru

Bank Indonesia Kembali Menaikkan BI Rate pada Juni 2026 Sebesar 25 Bps Menjadi 5,50%
Bank Indonesia | 09 Juni 2026
Dalam rapat dewan gubernur (RDG) 9 Juni yang lebih cepat daripada jadwal semula 17 Juni, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%
Cadangan Devisa Mei 2026 Turun Jadi US$ 144,9 Miliar
Bank Indonesia | 08 Juni 2026
Cadangan devisa per Mei 2026 turun menjadi US$ 144,9 miliar dari US$ 146,2 miliar bulan sebelumnya. Ini adalah cadev terendah sejak Juli 2024
Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024
Bank Indonesia | 02 Juni 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak jadi Rp 192,17 triliun pada April 2026 dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 143,91 triliun
Surplus Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Sangat Tipis, Hanya US$ 89 Juta
BPS | 02 Juni 2026
Kenaikan ekspor yang disertai kenaikan impor lebih tinggi menyebabkan surplus perdagangan Indonesia makin sempit, hanya US$ 89 juta pada April 2026
Inflasi Mei 2026 Meningkat Menjadi 3,08% Secara Tahunan
BPS | 02 Juni 2026
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,08%. Tingkat inflasi bulanan tercatat 0,28%
BI Rate Mei 2026 Naik 50 Bps Jadi 5,25% di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Indonesia | 20 Mei 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) pada Mei 2026, lebih tinggi ketimbang prediksi pasar
Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 09 Mei 2026
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
loading
Close [X]