Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% pada 2025: Ditopang Industri Pengolahan dan Jasa, Industri Tambang Jadi Pemberat
Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang relatif solid sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan (c-to-c), meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 5,03%. Dari sisi nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai Rp 23.821,1 triliun, dengan PDB per kapita sebesar Rp 83,7 juta atau setara US$ 5.083,4
Kontributor Terbesar: Industri Pengolahan Masih Menjadi Tulang Punggung
Dilihat dari struktur ekonomi, industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar PDB Indonesia dengan pangsa 19,07% pada 2025. Sektor ini tumbuh 5,30% dan menjadi penyumbang sumber pertumbuhan terbesar, yakni 1,07 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional
Selain industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga memainkan peran penting dengan kontribusi 13,17% dan pertumbuhan 5,49%. Sektor ini mencerminkan masih kuatnya aktivitas konsumsi domestik, yang menjadi penopang utama ekonomi Indonesia.
Dari sisi wilayah, Pulau Jawa tetap mendominasi perekonomian nasional dengan kontribusi 56,93% terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi 5,30% sepanjang 2025. Hal ini menegaskan konsentrasi aktivitas industri, perdagangan, dan konsumsi masih terpusat di Jawa
Segmen dengan Pertumbuhan Tertinggi: Jasa dan Transportasi Melaju Kencang
Sepanjang 2025, pertumbuhan tertinggi secara tahunan dicatat oleh lapangan usaha Jasa Lainnya yang melonjak 9,93%, diikuti Jasa Perusahaan sebesar 9,10%, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78%
Tingginya pertumbuhan sektor jasa mencerminkan pemulihan mobilitas masyarakat, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta ekspansi layanan berbasis korporasi dan bisnis. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan diuntungkan oleh meningkatnya arus barang, logistik, dan distribusi seiring pulihnya permintaan domestik dan perdagangan.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 7,03% pada 2025. Hal ini menunjukkan peran sektor eksternal masih cukup signifikan dalam menopang pertumbuhan, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global
Segmen yang Menjadi Pemberat: Kontraksi Pertambangan
Di tengah pertumbuhan yang relatif merata, sektor pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada 2025, yakni minus 0,66%. Kontribusi sektor ini terhadap PDB juga menurun menjadi 8,75%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya
Kontraksi sektor pertambangan mencerminkan normalisasi harga komoditas global, penurunan volume produksi pada beberapa komoditas unggulan, serta efek basis tinggi pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan bobot yang cukup besar dalam struktur ekonomi, pelemahan sektor ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi agar tidak lebih tinggi.
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Penopang Utama
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama ekonomi dengan porsi 53,88% dari PDB dan pertumbuhan 4,98% pada 2025. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,09%, menandakan investasi tetap bergerak positif meski belum melesat agresif
Gambaran Besar Ekonomi 2025
Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Indonesia pada 2025 menunjukkan struktur pertumbuhan yang cukup sehat: ditopang oleh industri pengolahan, konsumsi domestik, serta sektor jasa yang tumbuh pesat. Namun, perlambatan di sektor pertambangan menjadi catatan penting, terutama mengingat ketergantungan Indonesia pada komoditas.
Ke depan, tantangan utama adalah menjaga momentum sektor-sektor bernilai tambah tinggi—seperti manufaktur dan jasa—sekaligus mengurangi ketergantungan pada siklus komoditas agar pertumbuhan ekonomi lebih stabil dan berkelanjutan.