1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SRBI Januari 2026

Sumber: Bank Indonesia
Update : 12 Februari 2026

Peningkatan Kepemilikan Asing SRBI per Januari 2026

Data Bank Indonesia yang diolah menunjukkan bahwa kepemilikan asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak pada awal 2026. Per Januari 2026, kepemilikan asing di SRBI naik menjadi Rp 121,90 triliun dari Rp 114,05 triliun pada Desember 2025.

Peningkatan mencapai 6,88% dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan adanya arus dana baru.

Selain kepemilikan asing, kepemilikan bank di SRBI juga meningkat pada Januari 2026. Kepemilikan bank pada SRBI mencapai 4,30% menjadi Rp 614,78 triliun.

Sementara kepemilikan nonbank domestik justru turun dari Rp 20,13 triliun per Desember 2025 menjadi Rp 16,09 triliun per Januari 2026.

Peningkatan kepemilikan bank dan asing ini sejalan dengan peningkatan outstanding SBRI sebesar 3,26% menjadi Rp 754,76 triliun dari akhir tahun lalu sebesar Rp 730,90 triliun.

Kontradiksi dengan Penurunan Outlook Utang oleh Moody’s

Menariknya, peningkatan kepemilikan SRBI ini terjadi di tengah langkah Moody’s Investors Service pada Februari 2026 menurunkan outlook utang Indonesia dari “stable” menjadi “negative”, meskipun rating utang tetap investment grade (Baa2). Penurunan outlook ini dihubungkan dengan kekhawatiran mengenai kebijakan fiskal dan tata kelola yang kurang prediktabel serta risiko melemahnya kredibilitas kebijakan.

Secara teori, penurunan outlook utang negara seharusnya menekan minat investor asing untuk memegang aset berdenominasi rupiah. Namun, dalam kasus SRBI, beberapa faktor khusus menjelaskan kenapa kepemilikan asing tetap meningkat:

Permintaan Relatif untuk Instrumen Jangka Pendek

Investor sering membedakan antara risiko jangka panjang dan jangka pendek. Penurunan outlook umumnya berdampak lebih signifikan pada instrumen jangka panjang seperti obligasi negara tenor panjang, sementara SRBI yang bersifat jangka pendek (6–12 bulan) tetap menarik sebagai instrumen carry trade dengan eksposur risiko yang lebih terkendali.

SRBI sebagai Alat Mitigasi Risiko Valuta dan Likuiditas

Dalam periode dengan ketidakpastian global dan risiko pasar meningkat, investor cenderung mencari instrumen yang relatif aman namun masih memberikan imbal hasil positif. SRBI menawarkan keseimbangan tersebut di tengah volatilitas pasar lainnya seperti SBN dan saham. Informasi saja, kepemilikan asing pada SBN tidak berubah banyak dari posisi Rp 878 triliun pada Desember 2025 dan Januari 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio

Beberapa manajer investasi global memanfaatkan SRBI untuk mendiversifikasi portofolio mereka sekaligus mengelola eksposur terhadap risiko kredit negara tanpa terjebak eksposur jangka panjang yang lebih rentan terhadap perubahan outlook rating.

Perbedaan Persepsi Risiko dan Fundamental Ekonomi

Meski Moody’s menurunkan outlook, lembaga pemeringkat itu sendiri masih mempertahankan rating Indonesia di level investment grade, yang berarti investor global masih melihat fundamental ekonomi dan kemampuan pembayaran utang Indonesia dalam posisi yang relatif aman. Hal ini membantu menjaga minat investor terhadap aset obligasi dan sekuritas bank sentral.

Bulan
Bank
Non-Bank
Asing
Lainnya
Total
Desember-24
560,79
91,06
224,17
47,51
923,53
Januari-25
562,32
83,49
237,71
10,45
893,97
Februari-25
560,49
81,92
230,13
20,85
893,39
Maret-25
526,17
81,70
234,22
49,04
891,13
April-25
549,09
79,94
212,12
40,66
881,81
Mei-25
538,14
77,25
213,39
38,64
867,42
Juni-25
523,49
43,53
190,06
25,90
782,97
Juli-25
549,76
32,36
146,78
11,88
740,78
Agustus-25
563,50
25,70
122,52
3,89
715,61
September-25
587,55
24,76
90,82
6,00
709,13
Oktober-25
601,90
16,03
86,79
1,09
705,81
November-25
618,31
17,06
86,66
1,20
723,23
Desember-25
589,42
20,13
114,05
7,29
730,90
Januari-26
614,78
16,09
121,90
1,99
754,76

Infografik Terbaru

Kepemilikan SRBI Januari 2026
Bank Indonesia | 12 Februari 2026
Dana asing di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) meningkat pada Januari 2026
Persentase Penduduk Miskin Hingga September 2025
BPS | 09 Februari 2026
Tingkat penduduk miskin di Indonesia per September 2025 turun menjadi 8,25% dari posisi 8,47% per Maret 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023-2025
BPS | 05 Februari 2026
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada tahun 2025. Dari angka tersebut, konsumsi rumah tangga menyumbang 51,27% terhadap ekonomi Indonesia
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2023-2025
BPS | 03 Februari 2026
Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai 15,38 juta kunjungan, meningkat 10,80% ketimbang tahun 2024 yang mencapai 13,89 juta kunjungan
Inflasi Januari 2026
BPS | 02 Februari 2026
Inflasi tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,55%. Ini adalah angka tertinggi sejak Juni 2023
Neraca Dagang Hingga Desember 2025
BPS | 02 Februari 2026
Ekspor dan impor meningkat pada Desember 2025. Tetapi surplus neraca dagang turun tipis menjadi US$ 2,51 miliar dari US$ 2,66 miliar pada November 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia Tahun 2025
Gaikindo | 27 Januari 2026
Peta mobil terlaris sepanjang tahun 2025 dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) untuk urutan lima besar masih belum banyak berubah
Harga SBN acuan tenor 5 tahun FR0109 dan 10 tahun FR0108 turun
Bloomberg | 23 Januari 2026
Harga SBN yang sempat melandai dan merangkat naik pada Desember 2025 lalu kembali turun pada Januari 2026
Kepemilikan SRBI 2025
Bank Indonesia | 22 Januari 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) meningkat di bulan terakhir 2025 setelah turun enam bulan berturut-turut
BI Rate Januari 2026
Bank Indonesia | 21 Januari 2026
Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI Rate keempat kali di level 4,75% pada Januari 2026
loading
Close [X]