1. Home
  2. Infografik

Neraca Dagang Hingga Desember 2025

Sumber: BPS
Update : 02 Februari 2026

Neraca Dagang 2025 Tetap Surplus di Tengah Tekanan Perang Tarif AS

Perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan daya tahan yang cukup solid, meski dihadapkan pada meningkatnya tensi perdagangan global akibat perang tarif yang kembali digencarkan Amerika Serikat sejak April 2025. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$ 282,91 miliar, tumbuh 6,15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, nilai impor tercatat sebesar US$ 241,86 miliar, naik 2,83% secara tahunan. Dengan demikian, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 41,05 miliar sepanjang 2025. 

Surplus ini ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatat surplus US$ 60,75 miliar, meskipun sektor migas masih mengalami defisit US$ 19,70 miliar.

Ekspor Nonmigas Jadi Penopang Utama

Kenaikan ekspor Indonesia pada 2025 terutama didorong oleh sektor nonmigas yang tumbuh 7,66% menjadi US$269,84 miliar. Sebaliknya, ekspor migas justru turun 17,69% akibat melemahnya ekspor minyak mentah, hasil minyak, dan gas alam.

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewani/nabati—terutama produk kelapa sawit—menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan lonjakan nilai ekspor 27,94% atau sekitar US$ 7,50 miliar. 

Kinerja positif juga datang dari mesin dan perlengkapan elektrik, produk kimia, logam mulia, hingga nikel dan turunannya. Sebaliknya, ekspor bahan bakar mineral mengalami penurunan tajam 19,18%, seiring melemahnya permintaan dan harga global.

Secara geografis, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai US$ 64,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 30,96 miliar, dan India US$ 18,32 miliar. Ketiganya menyumbang lebih dari 42% total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang 2025. 

Impor Naik, Didominasi Barang Modal

Di sisi impor, kenaikan nilai impor 2025 terutama didorong oleh meningkatnya impor nonmigas yang naik 5,11% menjadi US$ 209,09 miliar. Yang menarik, impor barang modal melonjak 20,06% menjadi US$ 50,13 miliar, mengindikasikan masih berlanjutnya aktivitas investasi dan ekspansi kapasitas produksi di dalam negeri.

Sebaliknya, impor bahan baku/penolong relatif stagnan, sementara impor barang konsumsi justru turun 1,35%, mencerminkan pelemahan daya beli atau pergeseran konsumsi masyarakat.

Dampak Perang Tarif AS Sejak April 2025

Perang tarif yang dilancarkan Amerika Serikat sejak April 2025—terutama terhadap produk-produk dari Tiongkok dan sejumlah negara mitra dagang—memberi dampak tidak langsung terhadap pola perdagangan Indonesia. Di satu sisi, kebijakan ini menekan permintaan global dan memperburuk ketidakpastian perdagangan internasional, yang tercermin dari turunnya ekspor komoditas berbasis energi dan pertambangan.

Namun di sisi lain, konflik tarif tersebut juga membuka peluang trade diversion. Kenaikan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 16,66% pada 2025 menunjukkan bahwa sebagian permintaan AS beralih ke negara lain di luar target tarif utama. Hal ini terlihat terutama pada produk manufaktur, mesin, dan komoditas bernilai tambah yang mampu mengisi celah pasokan akibat hambatan dagang AS–Tiongkok.

Meski demikian, ketergantungan Indonesia pada pasar global tetap menjadi tantangan. Eskalasi lanjutan perang tarif berisiko menekan harga komoditas, memperlemah permintaan eksternal, serta meningkatkan volatilitas nilai tukar dan arus modal.

Ekspor
Impor
Neraca Dagang
November-24
24,00
19,63
4,37
Desember-24
23,46
21,22
2,24
Januari-25
21,43
17,94
3,49
Februari-25
21,94
18,85
3,09
Maret-25
23,25
18,92
4,33
April-25
20,74
20,58
0,16
Mei-25
24,61
20,31
4,30
Juni-25
23,44
19,33
4,11
Juli-25
24,75
20,57
4,17
Agustus-25
24,96
19,47
5,49
September-25
24,68
20,34
4,34
Oktober-25
24,24
21,84
2,39
November-25
22,52
19,86
2,66
Desember-25
26,35
23,83
2,51

Infografik Terbaru

Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 3 Hari 23 Menit lalu
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 3 Hari 38 Menit lalu
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
Harga Minyak Dunia 23 Maret 2026
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga minyak masih menanjak naik sejak meletusnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026
Volume Transaksi QRIS Melesat Sejalan dengan Kenaikan Nilai Tranasksi
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 15 Hari 22 Menit lalu
Volume transaksi QRIS secara total menunjukkan lonjakan yang makin tajam sejak tahun 2024
Jumlah Pengguna QRIS Periode 2022-2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 15 Hari 29 Menit lalu
Laju pertumbuhan jumlah pengguna QRIS mulai melambat, ditunjukkan oleh grafik yang mulai mendatar sejak 2024
Nilai Transaksi QRIS Terus Melejit Hingga Akhir 2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 15 Hari 30 Menit lalu
Nilai transaksi dengan menggunakan QRIS terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada kuartal keempat 2025, nilai transaksi bahkan mencapai Rp 170 triliun
Defisit Anggaran 2026 Diprediksi Tembus 3%, Pemerintah Rencanakan Efisiensi K/L
Kementerian Keuangan | 20 Maret 2026
Defisit anggaran tahun 2026 diprediksikan akan melewati ketentuan 3% dari PDB. Pemerintah berniat menempuh jalur efisiensi anggaran K/L
10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS
U.S. Energy Information Administration | 20 Maret 2026
Total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah AS 2024-2025
US. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Amerika Serikat (AS) mengekspor 1,45 miliar barel minyak mentah pada tahun 2025, turun dari 1,5 miliar barel tahun sebelumnya
loading
Close [X]