1. Home
  2. Infografik

Inflasi Januari 2026

Sumber: BPS
Update : 02 Februari 2026

Inflasi Januari 2026 Naik 3,55%, Ini Penyebab Utamanya

Harga barang dan jasa di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Januari 2026 secara tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 3,55%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,75. 

Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi Januari 2025 yang hanya 0,76%, menandakan tekanan harga mulai kembali terasa di berbagai sektor, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga.

Angka inflasi ini juga merupakan level tertinggi sejak Juni 2023 atau dalam 2,5 tahun terakhir ketika efek lonjakan harga pemulihan Covid-19 berangsur mereda. 

Kenapa Inflasi Naik?

Inflasi tahunan pada Januari 2026 terutama dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Penyumbang terbesar berasal dari:

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 11,93% (YoY). Kenaikan tarif listrik menjadi faktor paling dominan dalam kelompok ini.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak 15,22%, dengan emas perhiasan sebagai salah satu penyumbang utama.

Makanan, minuman, dan tembakau naik 1,54%, dipengaruhi oleh harga beras, ikan segar, dan rokok.

Sebaliknya, hanya satu kelompok yang mengalami penurunan harga secara tahunan, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,19%, seiring harga ponsel dan perangkat komunikasi yang makin terjangkau 

Secara Bulanan Justru Deflasi

Meski inflasi tahunan naik, secara bulanan (month-to-month) justru terjadi deflasi sebesar 0,15% pada Januari 2026. Artinya, dibandingkan Desember 2025, harga rata-rata sedikit turun.

Deflasi ini banyak dipengaruhi oleh turunnya harga bahan pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, serta penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara.

Daerah dengan Inflasi Tertinggi dan Terendah

Dari sisi wilayah, inflasi tidak merata:

Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 6,69%.

Provinsi Lampung menjadi yang terendah dengan inflasi 1,90%.

Sementara di tingkat kabupaten/kota:

Kota Gunungsitoli mengalami inflasi tertinggi sebesar 8,68%.

Kabupaten Minahasa Selatan mencatat inflasi terendah, hanya 0,99% 

Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?

Bagi masyarakat, inflasi Januari 2026 berarti biaya hidup cenderung lebih mahal dibandingkan tahun lalu, terutama untuk listrik, air, kebutuhan rumah tangga, serta jasa perawatan pribadi. Namun, adanya deflasi bulanan memberi sedikit “napas lega”, khususnya dari harga pangan yang relatif lebih terkendali di awal tahun.

Ke depan, stabilitas harga akan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah terkait tarif energi, kelancaran pasokan pangan, serta kondisi ekonomi global. Jika tekanan dari sektor energi dan jasa terus berlanjut, inflasi berpotensi tetap berada di level yang perlu diwaspadai sepanjang 2026.

Periode
Inflasi Tahunan (%)
Desember 2024
1,58
Januari 2025
0,76
Februari 2025
-0,09
Maret 2025
1,03
April 2025
1,95
Mei 2025
1,60
Juni 2025
1,87
Juli 2025
2,37
Agustus 2025
2,31
September 2025
2,65
Oktober 2025
2,86
November 2025
2,72
Desember 2025
2,92
Januari 2026
3,55

Infografik Terbaru

Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 12 Hari 40 Menit lalu
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 12 Hari 50 Menit lalu
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
Cadangan Devisa Mei 2025 Hingga Juni 2026
Bank Indonesia | 09 Juli 2026
Cadangan devisa Juni 2026 meningkat jadi US$ 145,59 miliar setelah bulan sebelumnya berada di titik terendah dalam hampir dua tahun
Perkembangan Dana Kelolaan Reksadana Per Jenis Hingga Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dari semua jenis reksadana, hanya reksadana terproteksi dan reksadana global yang naik pada Juni 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dana kelolaan reksadana turun dalam dua bulan beruntun hingga Juni 2026. Sedangkan unit penyertaan reksadana turun tiga bulan beruntun
CEO Index Juli 2026 Meningkat Jadi 3,04
KONTAN | 06 Juli 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal III-2026 kembali masuk ke zona optimisme di level 3,04
Defisit Neraca Migas Membesar Saat Total Neraca Dagang Defisit pada Mei 2026
BPS | 01 Juli 2026
Defisit neraca migas mencapai rekor tertinggi pada Mei 2026, yakni US$ 3,76 miliar
Neraca Dagang Indonesia Mei 2026 Defisit Untuk Pertama Kali Setelah 72 Bulan
BPS | 01 Juli 2026
Neraca dagang Indonesia defisit untuk pertama kalinya pada Mei 2926 setelah surplus selama 72 bulan berturut-turut
Inflasi Juni 2026 Mencapai 3,34% Terangkat oleh Kelompok Transportasi
BPS | 01 Juli 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,34%, terutama dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin
loading
Close [X]