1. Home
  2. Infografik

NPL Kredit Rumah Tangga 2016-2025

Sumber: Bank Indonesia
Update : 07 Maret 2025

Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah sektor rumah tangga pada Januari 2025 naik melampaui level ketika Covid-19. Lonjakan ini menunjukkan kondisi ekonomi secara umum dan rumah tangga Indonesia dalam tekanan.

Perkembangan NPL Kredit Rumah Tangga

Secara umum, NPL kredit yang diberikan oleh bank ke rumah tangga. NPL total kredit rumah tanggal mencapai 1,87% pada 2020 ketika terjadi pembatasan Covid-19. 

Tetapi pada akhir 2024 dan awal 2025, NPL kredit rumah tangga melonjak masing-masing menjadi 2,02% dan 2,17%. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya risiko kredit macet di sektor rumah tangga.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR memberikan kontribusi terbesar pada total kredit ke rumah tangga. Sejalan dengan NPL total kredit, NPL KPR juga sudah lebih tinggi ketimbang periode Covid. Bahkan, KPR merupakan segmen kredit rumah tangga dengan NPL tertinggi.

Pada Januari 2025, NPL KPR berada di 2,84%, naik dari posisi akhir 2024 yang masih ada di 2,64%. Pada tahun 2020 ketika rumah tangga menghadapi penurunan ekonomi akibat Covid, NPL KPR berada di 2,65%.

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)

Sektor Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) merupakan segmen kredit rumah tangga dengan fluktuasi yang tinggi bersama dengan kartu kredit. NPL KKB melonjak tinggi ke 2,05% ketika Covid-19 melanda di tahun 2020 dan turun dalam dua tahun beruntun.

Tetapi, NPL segmen KKB kembali naik dalam dua tahun beruntun. NPL KKB berada di 2,25% pada akhir 2024.

Lonjakan segmen kredit ini kemungkinan besar dipicu oleh tekanan ekonomi yang menyebabkan banyak nasabah mengalami kesulitan dalam pembayaran cicilan kendaraan.

Kredit Multiguna

Kredit Multiguna bersaing dengna KPR dalam hal outstanding kredit. Segmen kredit ini lebih stabil dalam hal kredit macet. NPL kredit multiguna merupakan NPL terendah jika dibandingkan dengan segmen lainnya. Tetapi, segmen ini tak mampu mengelak dari kenaikan kredit macet.

Kredit macet kredit multiguna mencapai 1,53% dari total kredit multiguna pada Januari 2025. Ini merupakan angka tertinggi sejak 2016.

Kartu Kredit

NPL Kartu Kredit melonjak tinggi pada tahun 2020 hingga mencapai 2,85%. Kredit macet lalu turun dalam dua tahun hingga 2022. Hal ini mengindikasikan tekanan keuangan yang lebih besar pada rumah tangga, terutama akibat pandemi.

Tetapi setelah itu NPL kartu kredit naik dalam dua tahun beruntun menjadi 2,02% pada akhir 2024.

Komponen
NPL Kredit yang Diberikan Bank
Kredit KPR Rumah Tangga
Kredit Kendaraan Bermotor
Kredit Multiguna
Kredit Peralatan Rumah Tangga
Kredit Rumah Tangga Lainnya
Kartu Kredit untuk Rumah Tangga
2016
1,59
2,54
1,32
0,83
1,74
1,21
2,67
2017
1,65
2,63
1,31
0,89
1,45
1,26
2,60
2018
1,59
2,42
1,37
0,94
1,67
1,23
2,52
2019
1,68
2,62
1,36
0,97
1,32
1,13
2,09
2020
1,87
2,65
2,05
1,19
2,19
1,32
2,85
2021
1,77
2,31
1,99
1,27
1,73
1,22
2,43
2022
1,63
2,11
1,51
1,32
1,29
0,90
1,62
2023
1,80
2,39
1,97
1,30
1,30
0,91
1,66
2024
2,02
2,61
2,25
1,44
1,11
1,71
2,01
2025
2,17
2,84
2,24
1,53
1,06
1,90
2,01

Infografik Terbaru

Return Reksadana 2025
Infovesta Utama | 08 Januari 2026
Reksadana saham meraup return terbesar sepanjang 2025 seiring dengan kenaikan IHSG yang melaju kencang
Dana Kelolaan Reksadana Desember 2025
OJK | 08 Januari 2026
Dana kelolaan industri reksadana terus meningkat dalam enam bulan terakhir hingga Desember 2025. Di akhir 2025, total dana kelolaan mencapai Rp 679,24 triliun
Cadangan Devisa 2025
Bank Indonesia | 08 Januari 2026
Cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 melonjak menjadi US$ 156,47 miliar dari bulan sebelumnya US$ 150,06 miliar
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025
BPS | 06 Januari 2026
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara turun dalam tiga bulan beruntun hingga November 2025
CEO Index Januari 2026
Survei Kontan | 05 Januari 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia meningkat dalam dua kuartal beruntun pada Januari 2026. Para CEO Indonesia lebih optimistis meski ada tantangan global
Neraca Dagang Hingga November 2025
BPS | 05 Januari 2026
Ekspor dan impor Indonesia pada November 2025 turun jika dibandingkan dengan Oktober. Penurunan impor yang lebih besar menyebabkan surplus neraca dagang naik
Inflasi 2025
BPS | 05 Januari 2026
Inflasi Desember 2025 mencapai 2,92% secara tahunan. Angka ini naik dari tahun 2024 yang hanya 1,58%
Perkembangan Jumlah Investor Pasar Modal
KSEI | 31 Desember 2025
Jumlah Single Investor Identification (SID) terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Per akhir 2025, ada 20,3 juta SID
IKK November 2025
Bank Indonesia | 31 Desember 2025
Indeks Keyakinan Konsumen pada November 2025 kembali naik dari bulan sebelumnya dan menyentuh level tertinggi sejak Maret 2025
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) 2025
Kemenperin | 31 Desember 2025
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang sempat menguat pada periode Juli-November kembali turun pada Desember 2025
loading
Close [X]