1. Home
  2. Infografik

7 BUMN Danantara

Sumber: Laporan Keuangan
Update : 25 Februari 2025

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (24/2). Pada tahap awal, ada tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar yang bakal dikelola Danantara.

Tujuh BUMN tersebut adalah:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
  4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  5. PT PLN (Persero)
  6. PT Pertamina (Persero)
  7. Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau PT Mineral Industri Indonesia (Persero)

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikan masing-masing BUMN, total aset tujuh BUMN ini mencapai Rp 9.353 triliun.

Kinerja keuangan 7 BUMN yang masuk ke Danantara menunjukkan variasi yang signifikan. Berdasarkan data, Bank Mandiri memiliki aset terbesar yakni Rp 2.427,22 triliun. BRI memiliki aset Rp 1.992,98 triliun dan BNI dengan Rp 1.129,8 triliun.

Sementara itu, Telkom, PLN, Mind ID, dan Pertamina memiliki aset masing-masing Rp 285,13 triliun, Rp 1.699,06 triliun, Rp 292,23 triliun, dan Rp 1.526,98 triliun.

Dalam hal pendapatan, PLN menempati posisi teratas dengan Rp 402,56 triliun, diikuti oleh Bank Mandiri dengan pendapatan bunga dan syariah Rp 151,24 triliun dan BRI dengan Rp 199,27 triliun.

Sementara itu, Telkom dan Mind ID memiliki pendapatan yang lebih kecil masing-masing Rp 112,22 triliun, Rp 58,38 triliun. Sementara Pertamina meraup pendapatan Rp 918,83 triliun.

Untuk laba, BRI menempati posisi teratas dengan Rp 61,79 triliun, diikuti oleh Bank Mandiri dengan Rp 55,78 triliun dan PLN dengan Rp 25,13 triliun.

Laba bersih Telkom Mind ID, dan Pertamina masing-masing Rp 17,67 triliun, Rp 17,32 triliun, dan Rp 42,71 triliun.

Aset
Pendapatan
Laba
Bank Mandiri
2.427,22
151,24
55,78
BRI
1.992,98
199,27
61,79
BNI
1.129,80
66,58
21,46
Telkom*
285,13
112,22
17,67
PLN*
1.699,06
402,56
25,13
Mind ID*
292,23
58,38
17,32
Pertamina*
1.526,98
918,83
42,71

Infografik Terbaru

Rekor! BI Menggenggam SBN Rp 2.000 Triliun
DJPPR Kemenkeu | 18 Juni 2026
Kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia tembus rekor baru, mencapai Rp 2.044 triliun per 17 Juni 2026
BI Rate Naik 25 Basis Points Menjadi 5,75% pada Juni 2026
Bank Indonesia | 18 Juni 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate 25 basis points menjadi 5,75% pada RDG 18 Juni 2026
Outstanding SRBI Mencapai Rekor Tertinggi pada Mei 2026
Bank Indonesia | 11 Juni 2026
Total outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 679,88 triliun pada Mei 2026
Bank Indonesia Kembali Menaikkan BI Rate pada Juni 2026 Sebesar 25 Bps Menjadi 5,50%
Bank Indonesia | 09 Juni 2026
Dalam rapat dewan gubernur (RDG) 9 Juni yang lebih cepat daripada jadwal semula 17 Juni, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%
Cadangan Devisa Mei 2026 Turun Jadi US$ 144,9 Miliar
Bank Indonesia | 08 Juni 2026
Cadangan devisa per Mei 2026 turun menjadi US$ 144,9 miliar dari US$ 146,2 miliar bulan sebelumnya. Ini adalah cadev terendah sejak Juli 2024
Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024
Bank Indonesia | 02 Juni 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak jadi Rp 192,17 triliun pada April 2026 dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 143,91 triliun
Surplus Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Sangat Tipis, Hanya US$ 89 Juta
BPS | 02 Juni 2026
Kenaikan ekspor yang disertai kenaikan impor lebih tinggi menyebabkan surplus perdagangan Indonesia makin sempit, hanya US$ 89 juta pada April 2026
Inflasi Mei 2026 Meningkat Menjadi 3,08% Secara Tahunan
BPS | 02 Juni 2026
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,08%. Tingkat inflasi bulanan tercatat 0,28%
BI Rate Mei 2026 Naik 50 Bps Jadi 5,25% di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Indonesia | 20 Mei 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) pada Mei 2026, lebih tinggi ketimbang prediksi pasar
Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
loading
Close [X]