1. Home
  2. Infografik

Inflasi Oktober 2026 Mencapai 3,23% Secara Tahunan

Sumber: BPS
Update : 02 November 2026

Inflasi Pada Oktober 2026 Turun Jadi 3,23% Secara Tahunan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi sebesar 0,22% month to month (mtm) pada Oktober 2026, atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,30% mtm.

Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,23% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,28% yoy. Namun inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) mencapai 2,40%, meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,17%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, pada periode tersebut terjadi kenaikan IHK dari 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

“Kelompok pengeluaran pendorong inflasi bulanan terbesar pada makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi 0,51% mtm,”  tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Adapun kelompok makanan, minuman dan tembakau ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,15% mtm.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil inflasi 0,13% mtm, cabai rawit dengan andil inflasi 0,05% mtm, serta tomat dengan andil inflasi 0,04% mtm, menyusul sawi hijau atau cipang, serta sawi putih atau pecai dengan andil inflasi masing-masing 0,01% mtm.

Lebih lanjut, komoditas lainnya yang juga memberikan andil inflasi dominan utamanya adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,01% mtm.

Pada Oktober 2026, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,06% mtm, dengan andil deflasi 0,01% mtm.

“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,01% mtm,” ungkapnya.

Ateng memaparkan, inflasi inti pada Oktober 2026 tercatat sebesar 2,56% year on year (yoy), atau naik dari Oktober 2025 yang mencapai 2,36% yoy.

“Komponen inti memberikan andil inflasi terbesar 1,64% yoy,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop atau notebook, serta pelumas atau oli mesin.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,24% yoy pada Oktober 2026, atau naik dari Oktober 2025 yang mencapai 1,45% yoy, dengan andil inflasi 0,63% yoy.

Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi harga yang diatur pemerintah adalah bensin, tarif angkutan udara, rokok kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.

Adapun komponen harga bergejolak mencatatkan inflasi tertinggi, yakni sebesar 5,81% yoy, atau lebih rendah dari Oktober 2025 yang mencapai 6,59% yoy, dengan andil inflasi 0,96% yoy.

Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi harga bergejolak antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan cabai merah.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi utamanya didorong oleh kelompok kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,82% yoy, dengan andil inflasi tertinggi sebesar 1,40% yoy.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin dan daging sapi,” tutur Ateng.  

Selanjutnya, kelompok transportasi mencatatkan inflasi sebesar 4,87% yoy, dengan andil inflasi 0,59% yoy. Inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan servis, serta mobil.

Terakhir sumbangan terbesar inflasi adalah oleh  kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,52% yoy, dengan andil inflasi 0,32% yoy. Inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh komoditas emas perhiasan.

Periode
Inflasi Tahunan (%)
Januari 2025
0,76
Februari 2025
-0,09
Maret 2025
1,03
April 2025
1,95
Mei 2025
1,60
Juni 2025
1,87
Juli 2025
2,37
Agustus 2025
2,31
September 2025
2,65
Oktober 2025
2,86
November 2025
2,72
Desember 2025
2,92
Januari 2026
3,55
Februari 2026
4,76
Maret 2026
3,48
April 2026
2,42
Mei 2026
3,08
Juni 2026
3,34
Juli 2026
2,88
Agustus 2026
3,19
September 2026
3,28
Oktober 2026
3,23

Infografik Terbaru

Neraca Dagang Indonesia September 2026 Surplus US$ 3,36 Miliar
BPS | 02 November 2026
Surplus perdagangan Indonesia hanya mencapai US$ 10,61 miliar periode Januari-September 2026, turun dari US$ 33,54 miliar periode yang sama tahun lalu
Inflasi Oktober 2026 Mencapai 3,23% Secara Tahunan
BPS | 02 November 2026
Pada Oktober 2026, terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,23% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,56. Tingkat inflasi month-to-month pada Oktober
BI Rate Oktober 2026 Tetap di Angka 5,75%
Bank Indonesia | 21 Oktober 2026
Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI Rate 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026. BI Rate berada di angka yang sama sejak Juni 2026
Realisasi Investasi Tumbuh 7,59% YoY, PMDN Turun pada Kuartal III-2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi | 20 Oktober 2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun, hanya naik 7,59% secara tahunan
10 Saham Dengan Net Sell Asing Terbesar Tahun 2026
RTI | 19 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 88,19 triliun sejak awal tahun hingga 16 Oktober 2026. Net sell di pasar reguler menyentuh Rp 114 triliun
Net Sell Asing Mencapai Rp 3,35 Triliun Saat IHSG Longsor 11,57% pada 16 Oktober 2026
RTI | 16 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 3,35 triliun saat IHSG tumbang 11,57% menjadi 5.185,10 pada 16 Oktober 2026
Outstanding SRBI Turun pada September 2026, Asing Bertahan
Bank Indonesia | 09 Oktober 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun menjadi Rp 1.028 triliun pada September 2026 dari bulan sebelumnya Rp 1.063 triliun
Total Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 09 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026 jika dibandingkan dengan Agustus 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 08 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026
CEO Index Oktober 2026 Naik Tipis, Ekonomi Global dan Kondisi Politik Jadi Penghambat
Survei Kontan | 05 Oktober 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia (ICCI) periode kuartal IV-2026 berada di level 3,18. Para CEO menyoroti dua isu utama, yakni politik nasional dan ekonomi global
loading
Close [X]