1. Home
  2. Infografik

Realisasi Investasi Tumbuh 7,59% YoY, PMDN Turun pada Kuartal III-2026

Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi
Update : 20 Oktober 2026

Investasi Indonesia Tumbuh Terbatas, PMDN Turun 7,48% pada Kuartal III-2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan investasi di Indonesia masih menghadapi tantangan menjelang akhir 2026. Selain pertumbuhan yang belum kencang, gejolak pasar keuangan dan melemahnya aktivitas bisnis berpotensi membuat perusahaan menahan rencana ekspansi.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski meningkat, pertumbuhan investasi pada kuartal III-2026 hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang tumbuh 7,22% dan kuartal II-2026 sebesar 7,14% secara tahunan.

Secara kumulatif, realisasi investasi selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun. Jumlah ini setara dengan 75,4% dari target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Jika dilihat berdasarkan asal modalnya, investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 270,2 triliun pada kuartal III-2026. Nilai tersebut menyumbang 51,1% dari total investasi dan tumbuh 27,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, tingginya pertumbuhan PMA perlu dicermati karena pada kuartal III-2025, investasi asing justru mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 8,9% secara tahunan.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 258,5 triliun atau 48,9% dari total investasi. Berbeda dengan PMA, realisasi PMDN turun 7,48% dibandingkan kuartal III-2025.

Realisasi investasi pada kuartal III-2026 juga menyerap 745.634 tenaga kerja, meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah permudah perizinan investasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah terus berupaya mempermudah proses perizinan untuk mendorong masuknya investasi. Salah satunya melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan lembaga (K/L).

Integrasi ini bertujuan memberikan kepastian kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama mengenai proses dan waktu penerbitan izin.

Rosan menjelaskan, melalui penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dapat menerbitkan perizinan jika kementerian atau lembaga terkait tidak memberikan keputusan hingga batas waktu pelayanan berakhir.

Mekanisme ini dikenal sebagai fiktif positif. Artinya, jika instansi terkait tidak memberikan keputusan dalam batas waktu yang ditentukan, permohonan dapat diproses melalui mekanisme tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Rosan menyebut, sekitar 328 perizinan telah diterbitkan melalui mekanisme ini.

Aktivitas dunia usaha berpotensi melambat

Meski pemerintah berupaya mempercepat perizinan, prospek investasi masih menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi dan dunia usaha.

Berdasarkan Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) Oktober 2026 yang dirangkum KONTAN, optimisme para CEO untuk kuartal IV-2026 memang meningkat. Namun, mereka masih melihat kondisi global dan situasi politik dalam negeri sebagai faktor yang berpotensi menghambat perkembangan bisnis dalam tiga bulan ke depan.

Survei Bank Indonesia (BI) juga mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha berpotensi melambat pada kuartal IV-2026, termasuk dalam hal investasi.

Tekanan terhadap dunia usaha turut terlihat dari pemantauan aktivitas ekonomi menggunakan data transaksi dan aktivitas perusahaan yang dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Dengan memantau sekitar 500.000 perusahaan, BCA mencatat bahwa BCA Income Index menunjukkan kecenderungan menurun. Indeks ini digunakan untuk memantau perkembangan pendapatan perusahaan berdasarkan data yang tersedia.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, kecenderungan tersebut berkaitan dengan persoalan struktural ekonomi Indonesia, terutama daya beli masyarakat dan kondisi kelompok kelas menengah.

Gejolak pasar keuangan bisa menahan ekspansi

Lead Economist Danamon Indonesia Irman Faiz mengingatkan bahwa gejolak pasar keuangan dapat menambah tekanan bagi dunia usaha melalui tiga jalur.

Pertama, pelemahan rupiah membuat biaya bahan baku dan barang modal impor menjadi lebih mahal. Perusahaan yang memiliki utang dalam valuta asing juga menghadapi beban pembayaran lebih besar, terutama jika tidak melakukan lindung nilai atau hedging.

Kedua, kenaikan imbal hasil atau yield meningkatkan biaya penerbitan obligasi dan pembiayaan kembali utang (refinancing). Kondisi ini membuat perusahaan perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperoleh pendanaan.

Ketiga, ketidakpastian ekonomi membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Perusahaan cenderung menginginkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.

Menurut Irman, dampak awal dari kondisi tersebut kemungkinan lebih terasa pada penundaan rencana ekspansi dan upaya menjaga ketersediaan kas perusahaan, ketimbang langsung berupa pengurangan produksi.

Dengan kata lain, perusahaan berpotensi menunda pembangunan fasilitas baru, pembelian mesin, atau rencana pengembangan bisnis lainnya sambil menunggu kondisi ekonomi dan pasar keuangan lebih stabil.

Reporter: Nurtiandriyani Simamora, Siti Masitoh, Dendi Siswadi

Periode
PMA
PMDN
Total
Q1-2022
147,20
135,20
282,40
Q2-2022
163,20
139,00
302,20
Q3-2022
168,90
138,90
307,80
Q4-2022
175,20
139,60
314,80
Q1-2023
177,00
151,90
328,90
Q2-2023
186,30
163,50
349,80
Q3-2023
196,20
178,20
374,40
Q4-2023
184,40
181,40
365,80
Q1-2024
204,40
197,10
401,50
Q2-2024
217,30
211,10
428,40
Q3-2024
232,70
198,80
431,50
Q4-2024
245,80
207,00
452,80
Q1-2025
230,40
234,80
465,20
Q2-2025
202,20
275,50
477,70
Q3-2025
212,00
279,40
491,40
Q4-2025
256,30
240,60
496,90
Q1-2026
250,00
248,80
498,80
Q2-2026
257,70
254,10
511,80
Q3-2026
270,20
258,50
528,70

Infografik Terbaru

Realisasi Investasi Tumbuh 7,59% YoY, PMDN Turun pada Kuartal III-2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi | 20 Oktober 2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun, hanya naik 7,59% secara tahunan
10 Saham Dengan Net Sell Asing Terbesar Tahun 2026
RTI | 19 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 88,19 triliun sejak awal tahun hingga 16 Oktober 2026. Net sell di pasar reguler menyentuh Rp 114 triliun
Net Sell Asing Mencapai Rp 3,35 Triliun Saat IHSG Longsor 11,57% pada 16 Oktober 2026
RTI | 16 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 3,35 triliun saat IHSG tumbang 11,57% menjadi 5.185,10 pada 16 Oktober 2026
Outstanding SRBI Turun pada September 2026, Asing Bertahan
Bank Indonesia | 09 Oktober 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun menjadi Rp 1.028 triliun pada September 2026 dari bulan sebelumnya Rp 1.063 triliun
Total Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 09 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026 jika dibandingkan dengan Agustus 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 08 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026
CEO Index Oktober 2026 Naik Tipis, Ekonomi Global dan Kondisi Politik Jadi Penghambat
Survei Kontan | 05 Oktober 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia (ICCI) periode kuartal IV-2026 berada di level 3,18. Para CEO menyoroti dua isu utama, yakni politik nasional dan ekonomi global
Neraca Dagang Agustus 2026 Surplus Karena Penurunan Impor
BPS | 01 Oktober 2026
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026, melonjak dibandingkan surplus hanya US$121,9 juta pada Juli 2026
Inflasi Tahunan Naik Menjadi 3,28% pada September 2026
BPS | 01 Oktober 2026
Laju inflasi meningkat menjadi 3,28% pada September 2026 dari posisi Agustus yang berada di 3,19%
Bank Indonesia (BI) Menahan BI Rate di Angka 5,75% pada September 2026
Bank Indonesia | 23 September 2026
Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75%. BI Rate bertahan sejak Juni 2026 setelah BI mengerek suku bunga 100 bps dua bulan beruntun
loading
Close [X]