Kinerja IHSG Terburuk Secara Global, Net Sell Asing Tembus Rp 114 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk di antara 35 bursa saham global yang diperbandingkan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026. Berdasarkan data IDX Daily Statistics per Jumat (16/10/2026), IHSG terkoreksi 40,04% sejak awal tahun atau year to date (YtD).
Pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG berada di level 5.185,105, anjlok 678,675 poin atau 11,57% dalam sehari. Dengan kinerja tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-35 dari 35 bursa yang masuk dalam perbandingan global BEI.
Penurunan IHSG jauh lebih dalam dibandingkan bursa-bursa lain yang tercantum dalam laporan tersebut. Di kawasan ASEAN, misalnya, Thailand mencatatkan kenaikan 24,87% YtD dan Singapura menguat 16,56%. Sementara itu, bursa Malaysia, Vietnam, dan Filipina masing-masing terkoreksi kurang dari 5%.
Investor asing net sell Rp 88,19 triliun sejak awal tahun
Tekanan di pasar saham Indonesia juga terlihat dari arus dana investor asing. Berdasarkan laporan BEI, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 88,19 triliun sejak awal 2026 hingga 16 Oktober 2026. Sedangkan di pasar reguler, net sell asing bahkan menyentuh Rp 114,17 triliun.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026) saja, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,34 triliun atau sekitar US$ 185,23 juta.
Angka tersebut menggambarkan besarnya tekanan jual investor asing sepanjang tahun berjalan. Namun, data net sell tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh penyebab pelemahan IHSG, karena pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh perubahan harga saham, komposisi indeks, serta aktivitas investor domestik.