1. Home
  2. Infografik

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025

Sumber: Bank Indonesia
Update : 10 Agustus 2026

 Optimisme Konsumen Terus Terkikis, IKK Juli 2026 Terendah Sejak Oktober 2025

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimisme konsumen Indonesia terus terkikis. Memasuki Juli 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali turun dan mencapai level terendah sejak Oktober 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia, IKK Juli 2026 tercatat 116,8, turun dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan keyakinan konsumen yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Jika dibandingkan dengan posisi Januari 2026 yang masih mencapai 127, IKK telah merosot 10,2 poin hanya dalam tujuh bulan.

Pergerakan IKK menunjukkan konsumen semakin berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi. Setelah berada di level 127 pada Januari, IKK turun menjadi 125,2 pada Februari, 122,9 pada Maret, 123 pada April, 120,9 pada Mei, 117,8 pada Juni, dan kembali turun menjadi 116,8 pada Juli.

Meski masih berada di atas level 100 yang mencerminkan optimisme, jarak dengan level awal tahun semakin lebar.

 Ekspektasi konsumen jatuh ke level terendah sejak Oktober 2021

Tekanan yang lebih dalam terlihat pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IEK Juli 2026 berada di level 125,7, turun dari 126,4 pada Juni. Posisi ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2021, ketika IEK berada di level 134,9.

Dengan demikian, dibandingkan awal tahun, IEK telah kehilangan 13,1 poin. Pada Januari 2026, IEK masih berada di level 138,8.

Tren penurunannya juga konsisten. IEK turun dari 138,8 pada Januari menjadi 134,4 pada Februari, 130,4 pada Maret, 129,6 pada April, 129,7 pada Mei, 126,4 pada Juni, dan 125,7 pada Juli 2026.

Penurunan IEK menjadi perhatian karena indeks ini menggambarkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang.

 Kondisi ekonomi saat ini juga makin dinilai kurang positif

Bukan hanya ekspektasi yang melemah. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga mengalami penurunan.

IKE Juli 2026 tercatat 107,9, turun dari 109,2 pada Juni 2026. Dibandingkan Januari yang berada di level 115,2, IKE telah turun 7,3 poin.

Pelemahan IKE pada Juli tercermin dari ketiga komponennya.

Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) turun menjadi 118,5 dari 119,8 pada Juni. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) turun menjadi 101,1 dari 101,8.

Sementara itu, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) turun lebih dalam, dari 105,9 menjadi 104,1.

 Optimisme penghasilan dan lapangan kerja ikut menyusut

Dari sisi ekspektasi, tekanan terutama terlihat pada prospek lapangan kerja dan kegiatan usaha.

Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) pada Juli berada di level 133,6, relatif tidak berubah dibandingkan Juni.

Namun, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) turun dari 124,4 menjadi 123,1.

Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) juga turun dari 121,2 menjadi 120,4.

Penurunan sejumlah komponen tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan keyakinan konsumen pada Juli tidak hanya terjadi pada persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga menjalar ke pandangan konsumen terhadap prospek ekonomi ke depan.

Data tersebut memperlihatkan satu pola yang semakin jelas: optimisme konsumen terus terkikis sepanjang 2026.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, IKK turun 10,2 poin, IKE turun 7,3 poin, sementara IEK merosot paling dalam, yakni 13,1 poin.

Penurunan IEK bahkan membawa indeks tersebut ke titik terendah dalam hampir lima tahun.

Dengan demikian, perkembangan IKK Juli 2026 tidak hanya menunjukkan pelemahan keyakinan konsumen pada kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan ekspektasi juga semakin dalam, menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan ikut berkurang.

IKK masih berada di zona optimistis, tetapi trennya menunjukkan optimisme tersebut semakin menipis.

Periode
IKK
IKE
IEK
Oktober 2024
121,10
109,90
132,40
November 2024
125,90
113,50
138,30
Desember 2024
127,70
116,00
139,50
Januari 2025
127,20
113,50
140,80
Februari 2025
126,40
114,20
138,70
Maret 2025
121,10
110,60
131,70
April 2025
121,70
113,70
129,80
Mei 2025
117,50
106,00
129,00
Juni 2025
117,80
106,70
128,90
Juli 2025
118,10
106,60
129,60
Agustus 2025
117,20
105,10
129,20
September 2025
115,00
102,70
127,20
Oktober 2025
121,20
109,10
133,40
November 2025
124,00
111,50
136,60
Desember 2025
123,50
111,40
135,60
Januari 2026
127,00
115,10
138,80
Februari 2026
125,20
115,90
134,40
Maret 2026
122,90
115,40
130,40
April 2026
123,00
116,50
129,60
Mei 2026
120,90
112,20
129,70
Juni 2026
117,80
109,20
126,40
Juli 2026
116,80
107,90
125,70

Infografik Terbaru

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2026 Menyentuh 5,47% Secara Tahunan
BPS | 05 November 2026
Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,47% secara tahunan, naik dari 5,29% kuartal sebelumnya
Neraca Dagang Indonesia September 2026 Surplus US$ 3,36 Miliar
BPS | 02 November 2026
Surplus perdagangan Indonesia hanya mencapai US$ 10,61 miliar periode Januari-September 2026, turun dari US$ 33,54 miliar periode yang sama tahun lalu
Inflasi Oktober 2026 Mencapai 3,23% Secara Tahunan
BPS | 02 November 2026
Pada Oktober 2026, terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,23% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,56. Tingkat inflasi month-to-month pada Oktober
BI Rate Oktober 2026 Tetap di Angka 5,75%
Bank Indonesia | 21 Oktober 2026
Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI Rate 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026. BI Rate berada di angka yang sama sejak Juni 2026
Realisasi Investasi Tumbuh 7,59% YoY, PMDN Turun pada Kuartal III-2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi | 20 Oktober 2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun, hanya naik 7,59% secara tahunan
10 Saham Dengan Net Sell Asing Terbesar Tahun 2026
RTI | 19 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 88,19 triliun sejak awal tahun hingga 16 Oktober 2026. Net sell di pasar reguler menyentuh Rp 114 triliun
Net Sell Asing Mencapai Rp 3,35 Triliun Saat IHSG Longsor 11,57% pada 16 Oktober 2026
RTI | 16 Oktober 2026
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 3,35 triliun saat IHSG tumbang 11,57% menjadi 5.185,10 pada 16 Oktober 2026
Outstanding SRBI Turun pada September 2026, Asing Bertahan
Bank Indonesia | 09 Oktober 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun menjadi Rp 1.028 triliun pada September 2026 dari bulan sebelumnya Rp 1.063 triliun
Total Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 09 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026 jika dibandingkan dengan Agustus 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada September 2026
OJK | 08 Oktober 2026
Total dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana turun pada September 2026
loading
Close [X]