1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SBN per 4 September 2026 Asing Tertinggi Setahun Terakhir

Sumber: DJPPR Kemenkeu
Update : 08 September 2026

 Dana Asing di SBN Tembus Rp 917,71 Triliun, Tertinggi dalam Setahun Terakhir

JAKARTA. Minat investor asing terhadap surat berharga negara (SBN) Indonesia kembali menguat. Per 4 September 2026, kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp 917,71 triliun, menjadi level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Data kepemilikan SBN menunjukkan posisi tersebut melonjak dari Rp 907,79 triliun pada akhir Agustus 2026. Dalam sebulan, dana asing yang masuk ke SBN bertambah sekitar Rp 9,92 triliun.

Jika ditarik lebih panjang, tren kenaikan tersebut terlihat sejak pertengahan tahun. Pada akhir Juni 2026, kepemilikan asing masih berada di level Rp 885,65 triliun. Artinya, dalam kurun sekitar dua bulan lebih, kepemilikan asing telah bertambah Rp 32,06 triliun.

Kenaikan ini membawa kepemilikan asing kembali mendekati level tertingginya dalam setahun terakhir. Sebagai pembanding, posisi tertinggi dalam data tersebut tercatat pada 29 Agustus 2025 sebesar Rp 953,85 triliun.

 Asing Naik, Kepemilikan BI Justru Turun

Pergerakan investor asing tersebut berbanding terbalik dengan kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia (BI).

Per 4 September 2026, kepemilikan SBN BI tercatat Rp 1.900,65 triliun, turun dari Rp 1.939,49 triliun pada akhir Agustus.

Penurunan tersebut sekaligus memperpanjang tren penyusutan kepemilikan BI selama tiga bulan berturut-turut.

Pada akhir Juni 2026, BI masih menggenggam SBN senilai Rp 2.040,41 triliun. Nilainya kemudian turun menjadi Rp 1.956,57 triliun pada akhir Juli, Rp 1.939,49 triliun pada akhir Agustus, dan kembali turun menjadi Rp 1.900,65 triliun per 4 September.

Dengan demikian, sejak akhir Juni hingga 4 September, kepemilikan SBN BI telah berkurang sekitar Rp 139,76 triliun.

 Dana Asing Bertambah Rp 54,49 Triliun Sejak Mei

Penguatan posisi investor asing juga terlihat jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei.

Pada 29 Mei 2026, kepemilikan asing tercatat Rp 863,22 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp 885,65 triliun pada akhir Juni, Rp 892,44 triliun pada akhir Juli, Rp 907,79 triliun pada akhir Agustus, dan mencapai Rp 917,71 triliun per 4 September.

Artinya, dalam periode tersebut kepemilikan asing meningkat Rp 54,49 triliun atau sekitar 6,3%.

Kenaikan kepemilikan asing terjadi bersamaan dengan pertumbuhan total SBN yang beredar. Per 4 September 2026, total kepemilikan SBN mencapai Rp 7.029,67 triliun, naik dari Rp 6.995,48 triliun pada akhir Agustus dan Rp 6.944,24 triliun pada akhir Juni.

 Bank Juga Mulai Meningkat

Selain investor asing, kelompok bank juga mencatat kenaikan kepemilikan SBN pada awal September.

Kepemilikan bank naik dari Rp 1.123,89 triliun pada akhir Agustus menjadi Rp 1.178,26 triliun per 4 September, atau bertambah Rp 54,37 triliun.

Sementara itu, kepemilikan SBN oleh perusahaan asuransi dan dana pensiun meningkat tipis dari Rp 1.440,11 triliun menjadi Rp 1.441,80 triliun.

Kepemilikan reksadana juga naik menjadi Rp 251,10 triliun dari Rp 246,13 triliun pada akhir Agustus. Adapun kepemilikan individu relatif stabil di sekitar Rp 590 triliun.

Komposisi Kepemilikan SBN per 4 September 2026

  • Bank Indonesia: Rp 1.900,65 triliun 
  • Asuransi & Dana Pensiun: Rp 1.441,80 triliun 
  • Bank: Rp 1.178,26 triliun 
  • Asing: Rp 917,71 triliun 
  • Lain-lain: Rp 749,91 triliun 
  • Individu: Rp 590,23 triliun 
  • Reksadana: Rp 251,10 triliun 
  • Total: Rp 7.029,67 triliun 

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan perubahan menarik dalam struktur kepemilikan SBN. Dana asing terus bertambah dan mencapai level tertinggi dalam 11 bulan, sementara kepemilikan BI justru terus menyusut selama tiga bulan berturut-turut.

Kondisi tersebut membuat pergerakan kepemilikan asing dan BI menjadi perhatian dalam melihat dinamika pasar SBN Indonesia memasuki September 2026.

Periode
Bank
Bank Indonesia
Reksadana
Asuransi dan Dana Pensiun
Asing
Individu
Lain-lain
Total
31 Juli 2025
1.293,85
1.569,34
189,47
1.210,69
935,71
583,32
636,99
6.419,37
29 Agustus 2025
1.336,58
1.543,27
194,02
1.186,76
953,85
570,34
629,36
6.414,18
30 September 2025
1.374,34
1.554,32
203,34
1.215,35
908,09
559,62
641,31
6.456,36
31 Oktober 2025
1.408,46
1.538,92
220,24
1.232,76
878,09
548,52
639,71
6.466,71
28 November 2025
1.458,49
1.511,44
233,77
1.270,24
872,16
540,20
643,31
6.529,61
31 Desember 2025
1.328,64
1.641,66
242,96
1.290,67
878,65
537,33
648,90
6.568,81
30 Januari 2026
1.453,83
1.560,47
259,26
1.317,38
878,75
534,87
671,05
6.675,61
27 Februari 2026
1.390,26
1.647,27
263,57
1.331,65
875,36
547,18
691,25
6.746,55
31 Maret 2026
1.385,37
1.688,73
261,64
1.352,39
853,56
532,14
697,07
6.770,90
30 April 2026
1.223,40
1.822,01
257,62
1.371,28
866,92
550,21
710,70
6.802,14
29 Mei 2026
1.224,96
1.847,82
254,46
1.390,41
863,22
552,85
713,22
6.846,94
30 Juni 2026
1.051,26
2.040,41
252,06
1.426,73
885,65
558,30
729,83
6.944,24
31 Juli 2026
1.102,91
1.956,57
246,45
1.430,63
892,44
545,53
736,65
6.911,19
31 Agustus 2026
1.123,89
1.939,49
246,13
1.440,11
907,79
589,77
748,48
6.995,48
4 September 2026
1.178,26
1.900,65
251,10
1.441,80
917,71
590,23
749,91
7.029,67

Infografik Terbaru

Dana Kelolaan Reksadana Agustus 2026
OJK | 08 September 2026
Dana kelolaan reksadana naik tipis pada Agustus 2026, berbalik dari penurunan tiga bulan sebelumnya. Tetapi unit penyertaan reksadana turun 5 bulan beruntun
Kepemilikan SBN per 4 September 2026 Asing Tertinggi Setahun Terakhir
DJPPR Kemenkeu | 08 September 2026
Investor asing mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Ini terlihat dari dari kepemilikan asing yang naik 3 bulan beruntun
Cadangan Devisa Agustus 2026
Bank Indonesia | 07 September 2026
Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$ 146,51 miliar pada Agustus 2026 ketimbang Juli yang sebesar US$ 145,34 miliar
Inflasi Agustus 2026 Naik Menjadi 3,19%
BPS | 01 September 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,59% pada Agustus 2026, meningkat dari 2,88% pada Juli 2026
Neraca Dagang Juni 2025-Juli 2026
BPS | 01 September 2026
Neraca dagang Juli 2026 menunjukkan surplus tipis US$ 121,9 juta setelah defisit dua bulan beruntun
BI Rate Tetap Berada di Level 5,75% pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 19 Agustus 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Agustus 2026
Utang Luar Negeri Pemerintah Tembus US$ 217 Miliar
Bank Indonesia | 13 Agustus 2026
Sempat turun saat periode pandemi, total utang pemerintah terus naik dalam empat tahun terakhir hingga Mei 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025
Bank Indonesia | 10 Agustus 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam tiga bulan beruntun hingga Juli 2026 ke level terendah sejak Oktober 2025
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun Tipis Menjadi US$ 145,34 Miliar
Bank Indonesia | 07 Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni sebesar US$ 145,6 miliar
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Mencapai 5,29%
BPS | 05 Agustus 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2026 berada di angka 5,29%, turun ketimbang kuartal pertama karena pergeseran musim Lebaran
loading
Close [X]