Dana Asing di SBN Tembus Rp 917,71 Triliun, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
JAKARTA. Minat investor asing terhadap surat berharga negara (SBN) Indonesia kembali menguat. Per 4 September 2026, kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp 917,71 triliun, menjadi level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.
Data kepemilikan SBN menunjukkan posisi tersebut melonjak dari Rp 907,79 triliun pada akhir Agustus 2026. Dalam sebulan, dana asing yang masuk ke SBN bertambah sekitar Rp 9,92 triliun.
Jika ditarik lebih panjang, tren kenaikan tersebut terlihat sejak pertengahan tahun. Pada akhir Juni 2026, kepemilikan asing masih berada di level Rp 885,65 triliun. Artinya, dalam kurun sekitar dua bulan lebih, kepemilikan asing telah bertambah Rp 32,06 triliun.
Kenaikan ini membawa kepemilikan asing kembali mendekati level tertingginya dalam setahun terakhir. Sebagai pembanding, posisi tertinggi dalam data tersebut tercatat pada 29 Agustus 2025 sebesar Rp 953,85 triliun.
Asing Naik, Kepemilikan BI Justru Turun
Pergerakan investor asing tersebut berbanding terbalik dengan kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia (BI).
Per 4 September 2026, kepemilikan SBN BI tercatat Rp 1.900,65 triliun, turun dari Rp 1.939,49 triliun pada akhir Agustus.
Penurunan tersebut sekaligus memperpanjang tren penyusutan kepemilikan BI selama tiga bulan berturut-turut.
Pada akhir Juni 2026, BI masih menggenggam SBN senilai Rp 2.040,41 triliun. Nilainya kemudian turun menjadi Rp 1.956,57 triliun pada akhir Juli, Rp 1.939,49 triliun pada akhir Agustus, dan kembali turun menjadi Rp 1.900,65 triliun per 4 September.
Dengan demikian, sejak akhir Juni hingga 4 September, kepemilikan SBN BI telah berkurang sekitar Rp 139,76 triliun.
Dana Asing Bertambah Rp 54,49 Triliun Sejak Mei
Penguatan posisi investor asing juga terlihat jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei.
Pada 29 Mei 2026, kepemilikan asing tercatat Rp 863,22 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp 885,65 triliun pada akhir Juni, Rp 892,44 triliun pada akhir Juli, Rp 907,79 triliun pada akhir Agustus, dan mencapai Rp 917,71 triliun per 4 September.
Artinya, dalam periode tersebut kepemilikan asing meningkat Rp 54,49 triliun atau sekitar 6,3%.
Kenaikan kepemilikan asing terjadi bersamaan dengan pertumbuhan total SBN yang beredar. Per 4 September 2026, total kepemilikan SBN mencapai Rp 7.029,67 triliun, naik dari Rp 6.995,48 triliun pada akhir Agustus dan Rp 6.944,24 triliun pada akhir Juni.
Bank Juga Mulai Meningkat
Selain investor asing, kelompok bank juga mencatat kenaikan kepemilikan SBN pada awal September.
Kepemilikan bank naik dari Rp 1.123,89 triliun pada akhir Agustus menjadi Rp 1.178,26 triliun per 4 September, atau bertambah Rp 54,37 triliun.
Sementara itu, kepemilikan SBN oleh perusahaan asuransi dan dana pensiun meningkat tipis dari Rp 1.440,11 triliun menjadi Rp 1.441,80 triliun.
Kepemilikan reksadana juga naik menjadi Rp 251,10 triliun dari Rp 246,13 triliun pada akhir Agustus. Adapun kepemilikan individu relatif stabil di sekitar Rp 590 triliun.
Komposisi Kepemilikan SBN per 4 September 2026
Perkembangan terbaru ini memperlihatkan perubahan menarik dalam struktur kepemilikan SBN. Dana asing terus bertambah dan mencapai level tertinggi dalam 11 bulan, sementara kepemilikan BI justru terus menyusut selama tiga bulan berturut-turut.
Kondisi tersebut membuat pergerakan kepemilikan asing dan BI menjadi perhatian dalam melihat dinamika pasar SBN Indonesia memasuki September 2026.