1. Home
  2. Infografik

Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026

Sumber: BPS
Update : 03 Agustus 2026

Neraca Dagang Indonesia Defisit US$450,5 Juta pada Juni 2026, Surplus Semester I Menyusut Tajam

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026.

Defisit terjadi karena nilai impor lebih besar dibandingkan ekspor. Nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$25,91 miliar. 

Defisit perdagangan Juni 2026 sekaligus memutus tren surplus yang terjadi pada empat bulan pertama tahun ini. Pada Mei 2026, neraca perdagangan juga telah mencatat defisit sebesar US$1,61 miliar.

Data BPS menunjukkan neraca perdagangan Januari 2026 masih surplus US$954,3 juta. Surplus kemudian meningkat menjadi US$1,27 miliar pada Februari dan US$3,32 miliar pada Maret. Surplus menyusut menjadi US$89,1 juta pada April, sebelum berbalik defisit US$1,61 miliar pada Mei dan US$450,5 juta pada Juni. 

Dibandingkan Juni 2025, perubahan neraca perdagangan terlihat lebih mencolok. Pada Juni tahun lalu, Indonesia masih menikmati surplus sebesar US$4,10 miliar. Saat itu ekspor mencapai US$23,39 miliar dan impor sebesar US$19,30 miliar. 

Defisit Migas US$3,49 Miliar

Defisit perdagangan pada Juni 2026 terutama berasal dari sektor minyak dan gas (migas). Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$3,49 miliar, sedangkan perdagangan nonmigas masih menghasilkan surplus US$3,04 miliar. Alhasil, secara keseluruhan neraca perdagangan mengalami defisit US$450,5 juta. 

Pada Juni 2026, ekspor migas tercatat US$1,07 miliar, sedangkan impor migas mencapai US$4,56 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$24,39 miliar, lebih tinggi daripada impor nonmigas sebesar US$21,35 miliar. 

Nilai ekspor secara keseluruhan naik 8,84% secara tahunan (year on year/YoY) dari US$23,39 miliar pada Juni 2025 menjadi US$25,46 miliar pada Juni 2026. Secara bulanan, ekspor juga naik 9,72% dibandingkan Mei 2026.

Kenaikan terutama ditopang ekspor nonmigas yang mencapai US$24,39 miliar, naik 9,46% secara tahunan dan 8,68% secara bulanan. Sebaliknya, ekspor migas turun 3,78% secara tahunan menjadi US$1,07 miliar. 

Impor Melonjak 34,27%

Di sisi lain, pertumbuhan impor jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor. Nilai impor Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar, melonjak 34,27% YoY dibandingkan US$19,30 miliar pada Juni 2025. Dibandingkan Mei 2026, impor meningkat 4,41%. 

Impor nonmigas pada Juni mencapai US$21,35 miliar atau naik 25,05% dibandingkan Juni 2025. BPS mencatat tiga pemasok barang impor nonmigas terbesar sepanjang Januari-Juni 2026 adalah Tiongkok sebesar US$48,82 miliar, Jepang US$6,41 miliar, dan Australia US$5,71 miliar. 

Berdasarkan penggunaan barang, impor pada Juni 2026 didominasi bahan baku dan penolong senilai US$18,55 miliar, meningkat 38,94% YoY. Impor barang modal mencapai US$5,25 miliar atau tumbuh 26,53%, sedangkan barang konsumsi mencapai US$2,11 miliar atau meningkat 17,46%. 

Semester I 2026 Masih Surplus US$3,58 Miliar

Meski mengalami defisit selama dua bulan berturut-turut, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 masih membukukan surplus US$3,58 miliar.

Surplus tersebut berasal dari neraca perdagangan nonmigas sebesar US$19,35 miliar, yang mampu menutup sebagian defisit perdagangan migas sebesar US$15,77 miliar. 

Namun, surplus semester pertama tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Juni 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$19,60 miliar. 

Penyusutan surplus terjadi seiring pertumbuhan impor yang jauh melampaui ekspor. Sepanjang Januari-Juni 2026, ekspor Indonesia mencapai US$140,81 miliar, naik 4,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas tumbuh 4,90% menjadi US$134,58 miliar. 

Pada periode yang sama, impor mencapai US$137,24 miliar, melonjak 18,69% secara tahunan. Impor nonmigas naik 15,50% menjadi US$115,23 miliar. 

Dengan demikian, selisih pertumbuhan ekspor dan impor membuat surplus perdagangan semester I-2026 menyusut sekitar US$16,02 miliar dibandingkan semester I-2025. Dari US$19,60 miliar pada Januari-Juni 2025, surplus tersisa US$3,58 miliar pada Januari-Juni 2026.

Ekspor
Impor
Neraca Dagang
Mei-25
24,61
20,31
4,30
Juni-25
23,44
19,33
4,11
Juli-25
24,75
20,57
4,17
Agustus-25
24,96
19,47
5,49
September-25
24,68
20,34
4,34
Oktober-25
24,24
21,84
2,39
November-25
22,52
19,86
2,66
Desember-25
26,35
23,83
2,51
Januari-26
22,16
21,20
0,95
Februari-26
22,17
20,89
1,27
Maret-26
22,53
19,21
3,32
April-26
25,30
25,21
0,09
Mei-26
23,20
24,81
-1,61
Juni-26
25,46
25,91
-0,45

Infografik Terbaru

Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026
BPS | 03 Agustus 2026
BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026, menipis dari defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 1,61 miliar
Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar
BPS | 03 Agustus 2026
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,97% YoY diikuti kelompok transportasi sebesar 5,12% YoY
Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
Cadangan Devisa Mei 2025 Hingga Juni 2026
Bank Indonesia | 09 Juli 2026
Cadangan devisa Juni 2026 meningkat jadi US$ 145,59 miliar setelah bulan sebelumnya berada di titik terendah dalam hampir dua tahun
Perkembangan Dana Kelolaan Reksadana Per Jenis Hingga Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dari semua jenis reksadana, hanya reksadana terproteksi dan reksadana global yang naik pada Juni 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dana kelolaan reksadana turun dalam dua bulan beruntun hingga Juni 2026. Sedangkan unit penyertaan reksadana turun tiga bulan beruntun
CEO Index Juli 2026 Meningkat Jadi 3,04
KONTAN | 06 Juli 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal III-2026 kembali masuk ke zona optimisme di level 3,04
Defisit Neraca Migas Membesar Saat Total Neraca Dagang Defisit pada Mei 2026
BPS | 01 Juli 2026
Defisit neraca migas mencapai rekor tertinggi pada Mei 2026, yakni US$ 3,76 miliar
loading
Close [X]