1. Home
  2. Infografik

Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar

Sumber: BPS
Update : 03 Agustus 2026

Inflasi Juli 2026 Melandai ke 2,88%, Harga Pangan Turun Secara Bulanan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut melandai dibandingkan inflasi Juni 2026 yang mencapai 3,34% yoy.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 berada di level 111,73, naik dari 108,60 pada Juli 2025. Meski secara tahunan masih terjadi inflasi, secara bulanan Indonesia justru mencatat deflasi 0,14% month to month (mtm). Sementara inflasi sepanjang Januari-Juli 2026 atau year to date (ytd) mencapai 1,65%.

Pergerakan inflasi tahunan sepanjang 2026 terbilang fluktuatif. Inflasi tercatat 3,55% yoy pada Januari, kemudian melonjak menjadi 4,76% pada Februari. Setelah itu inflasi turun menjadi 3,48% pada Maret dan 2,42% pada April, sebelum kembali naik menjadi 3,08% pada Mei dan 3,34% pada Juni. Pada Juli, inflasi kembali turun menjadi 2,88%.

Meski melandai dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi Juli tahun ini masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dua tahun terakhir. Pada Juli 2025, inflasi tercatat 2,37% yoy, sedangkan pada Juli 2024 sebesar 2,13% yoy.

Pangan Jadi Penahan Inflasi Bulanan

Deflasi secara bulanan pada Juli 2026 terutama ditopang penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi 0,89% mtm dan memberikan andil deflasi sebesar 0,26% terhadap inflasi nasional.

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama deflasi bulanan. Bawang merah memberikan andil deflasi 0,11%, disusul cabai merah dan cabai rawit masing-masing 0,06%. Telur ayam ras dan tomat masing-masing menyumbang deflasi 0,03%, serta jeruk sebesar 0,02%.

Ikan segar, semangka, dan sawi hijau masing-masing turut memberikan andil deflasi sebesar 0,01%. Sebaliknya, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga, terutama beras yang memberikan andil inflasi bulanan 0,02%. Bawang putih, ketimun, dan jengkol masing-masing menyumbang inflasi 0,01%.

Selain pangan, penurunan harga emas perhiasan turut menahan inflasi bulanan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,89% mtm dengan andil deflasi 0,06%. Emas perhiasan sendiri memberikan andil deflasi bulanan sebesar 0,08%.

Transportasi dan Emas Dorong Inflasi Tahunan

Secara tahunan, seluruh kelompok pengeluaran masih mengalami kenaikan indeks harga. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,04% yoy, disusul transportasi 5,12% dan makanan, minuman dan tembakau 2,97%.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 2,55%, kesehatan 1,96%, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 1,72%, serta rekreasi, olahraga dan budaya 1,58%.

Namun dari sisi andil terhadap inflasi nasional, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 0,87%. Kelompok transportasi menyumbang 0,62%, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,61%. Restoran menyumbang 0,25% dan kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15%.

Pada kelompok transportasi, inflasi mencapai 5,12% yoy dengan andil 0,62%. Bensin menjadi penyumbang utama dengan andil inflasi 0,31%, diikuti tarif angkutan udara 0,15%. Pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan mobil masing-masing memberikan andil 0,03%.

Sementara tingginya inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama terkait emas perhiasan. Komoditas ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,53%, menjadikannya salah satu komoditas dengan kontribusi besar terhadap inflasi Juli 2026.

Dari kelompok pangan, ikan segar memberikan andil inflasi tahunan 0,22%, minyak goreng 0,14%, beras 0,13%, sigaret kretek mesin 0,08%, serta daging ayam ras 0,07%.

Inflasi Inti 2,76%

BPS juga mencatat inflasi komponen inti pada Juli 2026 sebesar 2,76% yoy. Secara bulanan, komponen inti mengalami inflasi 0,14%, sedangkan secara tahun kalender mencapai 1,75%.

Secara geografis, seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan. Papua Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,47% yoy, sedangkan Papua Selatan menjadi yang terendah sebesar 1,46%.

Di tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91% yoy, sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 1,00%.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2026, dirilis 3 Agustus 2026.

Periode
Inflasi Tahunan (%)
Januari 2025
0,76
Februari 2025
-0,09
Maret 2025
1,03
April 2025
1,95
Mei 2025
1,60
Juni 2025
1,87
Juli 2025
2,37
Agustus 2025
2,31
September 2025
2,65
Oktober 2025
2,86
November 2025
2,72
Desember 2025
2,92
Januari 2026
3,55
Februari 2026
4,76
Maret 2026
3,48
April 2026
2,42
Mei 2026
3,08
Juni 2026
3,34
Juli 2026
2,88

Infografik Terbaru

BI Rate Tetap Berada di Level 5,75% pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 19 Agustus 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Agustus 2026
Utang Luar Negeri Pemerintah Tembus US$ 217 Miliar
Bank Indonesia | 13 Agustus 2026
Sempat turun saat periode pandemi, total utang pemerintah terus naik dalam empat tahun terakhir hingga Mei 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025
Bank Indonesia | 10 Agustus 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam tiga bulan beruntun hingga Juli 2026 ke level terendah sejak Oktober 2025
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun Tipis Menjadi US$ 145,34 Miliar
Bank Indonesia | 07 Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni sebesar US$ 145,6 miliar
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Mencapai 5,29%
BPS | 05 Agustus 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2026 berada di angka 5,29%, turun ketimbang kuartal pertama karena pergeseran musim Lebaran
Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026
BPS | 03 Agustus 2026
BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026, menipis dari defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 1,61 miliar
Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar
BPS | 03 Agustus 2026
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,97% YoY diikuti kelompok transportasi sebesar 5,12% YoY
Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
loading
Close [X]