1. Home
  2. Infografik

Anggaran Kementerian Pertahanan

Sumber: Riset KONTAN, Kementerian Pertahanan
Update : 17 April 2026

Anggaran Pertahanan Tembus Rekor Rp 187 Triliun pada 2026

JAKARTA. Anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) menunjukkan tren peningkatan dalam lebih dari satu dekade terakhir, meskipun diwarnai fluktuasi tajam dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data 2013–2026, alokasi anggaran pertahanan mencapai Rp 187,1 triliun pada 2026, menjadi level tertinggi sepanjang periode tersebut.

Kenaikan ini menandai lonjakan lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2013 yang sebesar Rp 87,7 triliun. Namun, di balik tren jangka panjang yang meningkat, pola anggaran dalam lima tahun terakhir menunjukkan dinamika yang semakin tidak stabil.

Pada periode 2013–2016, anggaran pertahanan relatif stagnan di kisaran Rp 86 triliun hingga Rp 101 triliun. Memasuki 2017–2019, pemerintah mulai meningkatkan belanja menjadi Rp 106 triliun hingga Rp 117 triliun, seiring dorongan awal modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Lonjakan lebih signifikan terjadi pada 2020, ketika anggaran melonjak ke Rp 136,9 triliun. Tren kenaikan berlanjut hingga mencapai Rp 150,3 triliun pada 2022. Peningkatan ini tidak lepas dari meningkatnya dinamika geopolitik global serta kebutuhan penguatan sistem pertahanan nasional.

Namun, sejak 2023, pola anggaran menjadi lebih bergejolak. Setelah turun ke Rp 139,27 triliun pada 2023, anggaran melonjak tajam ke Rp 175,1 triliun pada 2024. Setahun kemudian, anggaran kembali turun ke Rp 139,27 triliun pada 2025, sebelum akhirnya naik signifikan ke Rp 187,1 triliun pada 2026.

Fluktuasi ini mencerminkan adanya penyesuaian fiskal yang cukup agresif, di tengah kebutuhan pembiayaan proyek strategis pertahanan dan tekanan terhadap ruang fiskal negara. Lonjakan pada tahun-tahun tertentu diduga berkaitan dengan realisasi proyek besar, termasuk pengadaan alutsista dan program modernisasi.

Di sisi lain, pola penurunan berulang ke kisaran Rp 139 triliun pada 2023 dan 2025 mengindikasikan kemungkinan adanya revisi anggaran atau perbedaan antara pagu dan realisasi belanja.

Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap menempatkan sektor pertahanan sebagai prioritas strategis, dengan level anggaran baru yang berada di kisaran Rp 140 triliun hingga Rp 180 triliun pasca-2020. Namun, volatilitas yang meningkat juga menegaskan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertahanan dan stabilitas fiskal.

Ke depan, konsistensi perencanaan anggaran dinilai menjadi kunci agar program modernisasi pertahanan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan tekanan berlebih terhadap keuangan negara.

Informasi tambahan, impor senjata Indonesia berada di 20 besar dunia. Menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Indonesia menjadi negara dengan pangsa pasar impor terbesar ke-18. Pangsa pasar impor senjata Indonesia periode 2021-2025 sebesar 1,5%.

Angka ini turun tipis dari pangsa pasar periode 2016-2020 yang ada di 1,7%. Penurunan ini terutama terjadi karena lonjakan besar pangsa pasar Ukraina.

Impor senjata Indonesia pada periode 2021-2025 turun 4,1% jika dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.

Italia menjadi negara pemasok senjata terbesar Indonesia, yakni 40% dari total impor. AS menjadi pemasok terbesar kedua dengan pangsa pasar 16%, disusul Prancis dengan pangsa pasar 14%.

Tahun
Nilai Anggaran (Rp triliun)
2013
87,70
2014
86,20
2015
101,40
2016
98,10
2017
117,30
2018
106,70
2019
115,40
2020
136,90
2021
125,90
2022
150,30
2023
139,27
2024
175,10
2025
139,27
2026
187,10

Infografik Terbaru

Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024
Bank Indonesia | 02 Juni 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak jadi Rp 192,17 triliun pada April 2026 dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 143,91 triliun
Surplus Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Sangat Tipis, Hanya US$ 89 Juta
BPS | 02 Juni 2026
Kenaikan ekspor yang disertai kenaikan impor lebih tinggi menyebabkan surplus perdagangan Indonesia makin sempit, hanya US$ 89 juta pada April 2026
Inflasi Mei 2026 Meningkat Menjadi 3,08% Secara Tahunan
BPS | 02 Juni 2026
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,08%. Tingkat inflasi bulanan tercatat 0,28%
BI Rate Mei 2026 Naik 50 Bps Jadi 5,25% di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Indonesia | 20 Mei 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) pada Mei 2026, lebih tinggi ketimbang prediksi pasar
Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 09 Mei 2026
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Mencapai Level Tertinggi Sejak Kuartal IV-2022
BPS | 05 Mei 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY), naik dari 4,87% di kuartal I 2025
Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Kembali Surplus
BPS | 04 Mei 2026
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, meningkat dibandingkan surplus US$ 1,27 miliar pada Februari 2026
loading
Close [X]