Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan jumlah Single Investor Identification (SID) di pasar modal Indonesia menembus 20,32 juta hingga 24 Desember 2025. Angka ini meningkat 36% year on year (yoy) dibandingkan periode hingga akhir tahun 2024 sebesar 14,87 juta SID.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, peningkatan jumlah investor tersebut merupakan hasil dari upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyebarluaskan manfaat dan fungsi dari pasar modal.
Samsul menerangkan KSEI telah menerbitkan total 25,02 juta SID hingga akhir tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 juta SID dibuat khusus untuk institusi tertentu, seperti Tapera, sementara sisanya merupakan SID untuk investor pasar modal Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 20 juta.
"Khusus investor saham angkanya di 8,5 juta, kemudian investor reksadana di 19 juta dan investor surat berharga negara mencapai 1,4 juta. Angkanya bertumbuh hijau semua," kata Samsul dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI Tahun 2025, Selasa (30/12/2025).
Dari sisi demografi, investor baru didominasi oleh laki-laki dengan porsi mencapai 66,3%. Berdasarkan profesi, sekitar 66,2% investor berstatus sebagai pegawai atau profesional. Dari tingkat pendidikan, sebanyak 15,15% merupakan lulusan SMA atau sederajat, sedangkan mayoritas investor berusia di bawah 30 tahun dengan porsi mencapai 52,59%.
Selain itu, sekitar 57,29% investor memiliki tingkat penghasilan di kisaran Rp 10 juta hingga Rp 100 juta per bulan.
"Demografi ini kita ambil dari data profil investor yang diregistrasikan di KSEI pada saat mereka membuka rekening untuk menjadi investor di pasar modal kita," jelas Samsul.