Keyakinan Konsumen Membaik di November 2025, Didorong Optimisme terhadap Kondisi Ekonomi
Keyakinan konsumen Indonesia menunjukkan perbaikan menjelang akhir 2025. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kembali meningkat pada November 2025, menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan.
Berdasarkan data survei, IKK November 2025 tercatat di level 124,0. Angka ini meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 121,2. Dengan posisi di atas angka 100, IKK menunjukkan bahwa keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis.
Peningkatan IKK tersebut ditopang oleh membaiknya dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Pada November 2025, IKE naik menjadi 111,5 dari posisi 109,1 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, IEK meningkat dari 133,4 pada Oktober menjadi 136,6 di November 2025.
Secara historis, keyakinan konsumen sepanjang 2025 sempat mengalami tekanan pada pertengahan tahun. IKK tercatat berada di level 127,2 pada Januari dan 126,4 pada Februari 2025. Namun, mulai Maret hingga September, indeks cenderung melemah, bahkan sempat turun ke level terendah tahun ini sebesar 115,0 pada September 2025.
Pelemahan tersebut sejalan dengan menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi dan daya beli, tercermin dari IKE yang turun hingga mendekati level 100 pada periode Agustus–September 2025. Meski demikian, ekspektasi konsumen terhadap masa depan (IEK) tetap relatif tinggi, bertahan di kisaran 127–129, yang menunjukkan harapan akan perbaikan ekonomi tetap terjaga.
Memasuki kuartal IV-2025, tren keyakinan konsumen mulai berbalik arah. Pada Oktober, IKK melonjak kembali ke level 121,2, lalu menguat lebih lanjut di November. Kenaikan ini mengindikasikan membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, pendapatan, serta peluang kerja.
Penguatan keyakinan konsumen di akhir tahun ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian domestik. Optimisme konsumen berpotensi mendorong belanja rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, keberlanjutan tren positif ini tetap bergantung pada stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta kepastian kebijakan ekonomi ke depan. Perkembangan IKK pada awal 2026 akan menjadi indikator penting untuk membaca kekuatan konsumsi rumah tangga dan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia selanjutnya.