1. Home
  2. Infografik

Dana Kelolaan Reksadana Desember 2025

Sumber: OJK
Update : 08 Januari 2026

Dana Kelolaan Reksadana Tumbuh 35% Secara Tahunan, Investor Makin Aktif di Tengah Tantangan Global

Industri reksadana Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang kuat hingga akhir 2025. Berdasarkan data terbaru, total dana kelolaan reksadana pada Desember 2025 mencapai Rp 679,24 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan Desember 2024 yang sebesar Rp 502,92 triliun, atau tumbuh sekitar 35,1% secara year on year (YoY).

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk investasi reksadana tetap terjaga, meski sepanjang 2025 perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian.

Reksadana Pendapatan Tetap Masih Jawara

Adapun reksadana pendapatan tetap masih menjadi reksadana dengan total dana kelolaan terbesar, yakni Rp 244,45 triliun. Selain dana kelolaan terbesar, reksadana yang berbasis surat utang ini pun mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 66,94% secara tahunan jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang, saham, maupun campuran.

Kinerja ini didukung oleh imbal hasil obligasi yang relatif menarik serta ekspektasi stabilisasi arah suku bunga ke depan.

Pertumbuhan reksadana pendapatan tetap hanya kalah oleh reksadana syariah yang melonjak 70,13% dari Desember 2024 ke Desember 2025. Tetapi nominal dana kelolaan reksadana syariah ini hanya Rp 9,51 triliun pada akhir tahun lalu.

Reksadana pasar uang mencatat kinerja terbesar setelah reksadana pendapatan tetap, yakni 60,03% sepanjang 2025. Total dana kelolaan reksadana pasar uang mencapai Rp 144,84 triliun pada akhir Desember 2024.

Kenaikan ini menegaskan kecenderungan investor untuk memilih instrumen yang lebih aman dan likuid.

Di tengah suku bunga global yang masih tinggi dan fluktuasi nilai tukar, reksadana pasar uang menjadi “tempat parkir dana” favorit sambil menunggu momentum pasar yang lebih kondusif.

Dana kelolaan reksadana global pun meningkat pesat. Asset under management (AUM) reksadana global meningkat 25,27% menjadi Rp 15,12 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 12,07 triliun.

Sementara AUM reksadana saham hanya naik tipis 0,08% sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 76,62 triliun dari akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 76,56 triliun. 

Aset saham yang bergejolak sepanjang tahun lalu menyebabkan AUM reksadana sempat turun dari awal tahun hingga Maret 2025. Setelah itu, AUM reksadana saham merangkak naik menjadi sedikit lebih tinggi ketimbang awal 2024.

Periode
Reksadana Terproteksi
Reksadana Saham
Exchanged Traded Fund
Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana Global
Reksadana Indeks
Reksadana Campuran
Reksadana Pasar Uang
Reksadana Syariah
Total
Desember 2024
117,72
76,56
14,71
146,43
12,07
11,88
27,45
90,51
5,59
502,92
Januari 2025
118,23
75,35
14,67
148,62
11,68
11,63
27,72
87,30
5,71
500,90
Februari 2025
118,83
67,94
13,66
149,09
12,74
10,38
26,79
88,65
5,86
493,96
Maret 2025
120,20
67,50
14,26
150,27
12,17
10,91
26,78
89,67
5,85
497,62
April 2025
122,39
69,84
14,75
152,41
11,85
11,24
26,91
90,36
6,09
505,84
Mei 2025
122,01
73,17
15,57
155,82
12,14
11,37
27,24
92,06
6,23
515,62
Juni 2025
118,14
70,78
15,23
160,59
10,12
11,20
26,65
94,79
6,41
513,93
Juli 2025
120,94
71,32
15,52
172,08
9,87
11,12
26,82
100,62
7,14
535,44
Agustus 2025
119,19
70,12
15,61
186,09
11,55
10,80
26,92
106,65
7,32
554,26
September 2025
123,35
71,40
15,79
200,02
11,86
11,20
27,90
111,76
7,90
581,17
Oktober 2025
125,81
72,24
16,33
223,91
12,66
11,21
28,95
122,16
8,41
621,68
November 2025
127,15
75,97
15,58
234,09
15,58
11,36
28,93
138,79
9,31
656,97
Desember 2025
130,84
76,62
16,63
244,45
15,12
11,68
29,55
144,84
9,51
679,24

Infografik Terbaru

BI Rate Tetap Berada di Level 5,75% pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 19 Agustus 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Agustus 2026
Utang Luar Negeri Pemerintah Tembus US$ 217 Miliar
Bank Indonesia | 13 Agustus 2026
Sempat turun saat periode pandemi, total utang pemerintah terus naik dalam empat tahun terakhir hingga Mei 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025
Bank Indonesia | 10 Agustus 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam tiga bulan beruntun hingga Juli 2026 ke level terendah sejak Oktober 2025
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun Tipis Menjadi US$ 145,34 Miliar
Bank Indonesia | 07 Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni sebesar US$ 145,6 miliar
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Mencapai 5,29%
BPS | 05 Agustus 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2026 berada di angka 5,29%, turun ketimbang kuartal pertama karena pergeseran musim Lebaran
Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026
BPS | 03 Agustus 2026
BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026, menipis dari defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 1,61 miliar
Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar
BPS | 03 Agustus 2026
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,97% YoY diikuti kelompok transportasi sebesar 5,12% YoY
Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
loading
Close [X]