1. Home
  2. Infografik

CEO Index Januari 2026

Sumber: Survei Kontan
Update : 05 Januari 2026

Keyakinan CEO Indonesia Bangkit di Awal 2026, Tertinggi dalam Setahun Terakhir

Keyakinan pelaku usaha di Indonesia kembali menguat pada awal 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan CEO Indonesia yang naik ke level 3,43 pada Januari 2026, meningkat dibandingkan 3,25 pada Oktober 2025 dan menjadi posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Kenaikan ini menandai pembalikan arah setelah indeks sempat melemah sepanjang 2025. Pada Januari 2025, indeks masih berada di level 3,26 dan terus menurun hingga menyentuh titik terendah di 3,01 pada Juli 2025. Sejak itu, kepercayaan CEO mulai pulih secara bertahap hingga awal 2026.

Perjalanan Panjang Sejak 2017

Jika ditarik lebih panjang, tren Indeks Keyakinan CEO menunjukkan pola yang cukup dinamis. Pada periode 2017–2019, indeks relatif stabil di kisaran 3,1–3,7, mencerminkan kondisi ekonomi yang cukup kondusif sebelum pandemi.

Guncangan besar terjadi pada April 2020, ketika indeks anjlok ke 2,84, seiring tekanan berat pandemi COVID-19 terhadap aktivitas bisnis. Namun, pemulihan mulai terlihat sejak akhir 2020 dan berlanjut sepanjang 2021 hingga awal 2022.

Puncak optimisme tercatat pada Januari 2022 dengan indeks mencapai 3,92, level tertinggi dalam hampir satu dekade terakhir. Setelah itu, keyakinan CEO cenderung melemah secara bertahap, terutama memasuki 2023 dan 2024, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan ekonomi domestik.

Tekanan di 2025, Pemulihan di 2026

Sepanjang 2025, Indeks Keyakinan CEO berada dalam tren menurun. Penurunan dari 3,26 pada Januari 2025 ke 3,01 pada Juli 2025 menunjukkan meningkatnya sikap hati-hati pelaku usaha. Faktor global, dinamika politik, serta daya beli yang belum sepenuhnya pulih menjadi sejumlah tantangan yang membayangi dunia usaha.

Namun, kondisi mulai membaik pada kuartal terakhir 2025. Kenaikan indeks ke 3,25 pada Oktober 2025 dan berlanjut ke 3,43 pada Januari 2026 mengindikasikan optimisme yang kembali tumbuh. Pelaku usaha mulai melihat peluang pemulihan ekonomi yang lebih nyata di awal 2026.

Sinyal Positif bagi Dunia Usaha

Menguatnya keyakinan CEO di awal 2026 menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional. Kenaikan indeks ini mencerminkan membaiknya persepsi pelaku usaha terhadap kondisi makroekonomi, konsumsi masyarakat, serta peluang ekspansi bisnis ke depan.

Meski tantangan global masih ada, data ini menunjukkan dunia usaha Indonesia mulai menatap 2026 dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tren ini berlanjut, optimisme CEO berpotensi menjadi pendorong penting bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Optimisme CEO Awal 2026 Menguat, Daya Beli dan Ekspansi Bisnis Jadi Penopang

Optimisme pelaku usaha di awal 2026 menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari berbagai komponen indeks persepsi CEO yang pada Januari 2026 mayoritas berada di level lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya maupun tahun lalu.

Dari sisi ekonomi makro, indeks tercatat di level 3,42 pada Januari 2026. Angka ini sedikit turun secara kuartalan (qoq) sebesar 1,16% dibandingkan Oktober 2025, namun masih tumbuh 5,56% secara tahunan (yoy). Ini mengindikasikan pelaku usaha masih cukup percaya diri terhadap kondisi ekonomi nasional, meskipun ada kehati-hatian dalam jangka pendek.

Salah satu pendorong utama optimisme datang dari belanja pemerintah. Indeks belanja pemerintah naik menjadi 3,49 pada Januari 2026. Secara kuartalan, indikator ini melonjak 7,06% dan tumbuh 4,80% secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi dunia usaha terhadap peran pemerintah yang masih kuat dalam menopang aktivitas ekonomi, baik melalui belanja negara maupun proyek-proyek strategis.

Sinyal paling positif terlihat pada komponen daya beli masyarakat. Indeks daya beli mencapai 3,42, meningkat tajam 7,89% secara kuartalan dan melonjak 19,58% secara tahunan. Perbaikan ini menunjukkan pelaku usaha mulai merasakan konsumsi masyarakat yang kembali menguat, setelah sebelumnya sempat tertekan.

Di sisi lain, persepsi terhadap ekonomi global cenderung stagnan. Indeks ekonomi global berada di level 2,98 pada Januari 2026, turun 1,65% secara kuartalan, meski masih mencatat kenaikan tipis 2,76% secara tahunan. Kondisi ini menggambarkan bahwa ketidakpastian global masih menjadi faktor yang membuat pelaku usaha bersikap waspada.

Untuk politik nasional, indeks naik ke level 3,40 pada Januari 2026, atau tumbuh 9,32% dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan indikator ini masih turun 3,41%. Artinya, stabilitas politik jangka pendek dinilai membaik, meski belum sepenuhnya pulih dibandingkan awal 2025.

Sementara itu, optimisme paling kuat terlihat pada ekspansi bisnis. Indeks ekspansi bisnis melonjak ke level tertinggi, yakni 3,84 pada Januari 2026. Angka ini tumbuh 10,98% secara kuartalan dan 3,50% secara tahunan. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mulai berani memperluas usaha, baik melalui investasi baru, peningkatan kapasitas, maupun pembukaan pasar.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa awal 2026 dibuka dengan optimisme yang lebih kuat di kalangan CEO, terutama ditopang oleh membaiknya daya beli masyarakat dan rencana ekspansi bisnis. Meski tantangan global masih membayangi, pelaku usaha domestik tampak semakin percaya diri melihat prospek ekonomi ke depan.

Periode
CEO Index
April-2017
3,11
Juli-2017
3,46
Oktober-2017
3,22
Januari-2018
3,66
April-2018
3,49
Juli-2018
3,45
Oktober-2018
3,63
Januari-2019
3,70
April-2019
3,73
Juli-2019
3,53
Oktober-2019
3,26
Januari-2020
3,67
April-2020
2,84
Juli-2020
2,97
Oktober-2020
3,27
Januari-2021
3,60
April-2021
3,76
Juli-2021
3,53
Oktober-2021
3,83
Januari-2022
3,92
April-2022
3,81
Juli-2022
3,77
Oktober-2022
3,50
Januari-2023
3,64
April-2023
3,69
Juli-2023
3,62
Oktober-2023
3,62
Januari-2024
3,54
April-2024
3,74
Juli-2024
3,39
Oktober-2024
3,29
Januari-2025
3,26
April-2025
3,11
Juli-2025
3,01
Oktober-2025
3,25
Januari-2026
3,43

Infografik Terbaru

Dana Kelolaan Reksadana Naik 8 Bulan Beruntun
OJK | 11 Maret 2026
Total dana kelolaan industri reksadana naik dalam delapan bulan berturut-turut hingga Februari 2026 menjadi Rp 717,55 triliun
Kepemilikan SBN Per Maret 2026
DJPPR Kemenkeu | 11 Maret 2026
Sempat turun ke bawah Rp 1.600 triliun, kepemilikan Bank Indonesia pada Surat Berharga Negara kembali naik pada Februari-Maret 2026
Kepemilikan SRBI Per Februari 2026
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) naik dalam empat bulan beruntun hingga Februari 2026. Kepemilikan asing naik tiga bulan beruntun
Cadangan Devisa Februari 2026 Turun Dua Bulan Beruntun
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Cadangan devisa turun dalam dua bulan beruntun, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, stabilisasi rupiah, dan penarikan pinjaman luar negeri
Inflasi Februari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Inflasi tahunan Indonesia per Februari 2026 mencapai 4,76%. Ini adalah angka tertinggi sejak April 2023
Neraca Dagang Indonesia Januari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Surplus neraca dagang Indonesia per Januari 2026 hanya US$ 0,95 miliar
Populasi Ternak Ayam di Indonesia
Kementerian Pertanian, BPS | 27 Februari 2026
Berdasarkan data terkini yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (25/2), jumlah ayam pedaging maupun ayam petelur mengalami lonjakan
Neraca Perdagangan Indonesia-AS
Kementerian Perdagangan | 24 Februari 2026
Indonesia terus mencatat surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS)
BI Rate Februari 2026
Bank Indonesia | 19 Februari 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan untuk lima bulan berturut-turut di level 4,75% pada Februari 2026
Jumlah Pekerja Informal Masih Mayoritas di Indonesia
BPS | 19 Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan di luar jadwal, yakni untuk periode November 2025. Jumlah pekerja informal masih mendominasi
loading
Close [X]