1. Home
  2. Infografik

Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025

Sumber: BPS
Update : 06 Januari 2026

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Naik 10,44% Sepanjang 2025, Sempat Melambat di Akhir Tahun

Kinerja pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan yang solid. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, meningkat 10,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan, kunjungan wisman pada November 2025 tercatat 1,20 juta kunjungan. Angka ini memang turun 11,12% dibandingkan Oktober 2025, namun masih tumbuh 9,79% secara tahunan (year on year). Penurunan bulanan ini mencerminkan pola musiman setelah puncak kunjungan pada periode libur pertengahan tahun.

Pola Kunjungan Sepanjang 2025

Data BPS menunjukkan bahwa pergerakan wisman sepanjang 2025 tidak bergerak lurus. Pada awal tahun, jumlah kunjungan justru melemah. Pada Januari 2025, kunjungan wisman tercatat 1,16 juta, lalu turun menjadi 1,02 juta pada Februari dan kembali turun ke 984,77 ribu kunjungan pada Maret.

Memasuki kuartal II, tren mulai berbalik. Pada April 2025, kunjungan wisman naik kembali ke 1,16 juta, lalu terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2025 sebesar 1,51 juta kunjungan. Setelah itu, jumlah wisman menurun menjadi 1,39 juta pada September dan terus melandai hingga 1,20 juta pada November 2025 .

Didominasi Wisatawan Asia

Dari sisi asal negara, wisman yang datang ke Indonesia pada November 2025 didominasi oleh negara-negara Asia, khususnya kawasan ASEAN. Wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbesar dengan 207,04 ribu kunjungan (17,27%), disusul Australia 135,22 ribu (11,28%), Singapura 126,25 ribu (10,53%), dan Tiongkok 105,51 ribu kunjungan (8,80%) .

Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar regional masih menjadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi perjalanan jarak jauh dari Eropa dan Amerika.

Jalur Udara Masih Jadi Andalan

Dilihat dari pintu masuk, mayoritas wisman masuk ke Indonesia melalui pintu masuk utama sebanyak 1,02 juta kunjungan, sementara pintu masuk perbatasan tercatat 181,67 ribu kunjungan pada November 2025.

Moda angkutan udara mendominasi dengan kontribusi 79,19%, atau sekitar 805,66 ribu kunjungan. Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Soekarno-Hatta (Banten) menjadi dua pintu masuk utama terbesar, dengan kontribusi gabungan hampir 89% dari total wisman yang datang melalui udara .

Cerminan Kondisi Ekonomi Lokal dan Global

Kenaikan jumlah wisman secara tahunan mencerminkan pemulihan ekonomi global yang masih berjalan, meski tidak merata. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, tekanan inflasi, serta ketegangan geopolitik membuat pertumbuhan kunjungan wisman cenderung lebih berhati-hati, terutama pada paruh kedua 2025.

Namun, dari sisi domestik, stabilitas ekonomi Indonesia, membaiknya konektivitas penerbangan, serta daya tarik destinasi wisata unggulan menjadi faktor penopang utama. Peningkatan kunjungan wisman ini turut mendukung penerimaan devisa, sektor perhotelan, transportasi, dan konsumsi di daerah tujuan wisata.

Prospek ke Depan

Ke depan, tantangan pariwisata Indonesia bukan hanya menjaga pertumbuhan jumlah wisman, tetapi juga meningkatkan kualitas kunjungan, seperti lama tinggal dan belanja wisatawan. Dengan tren kunjungan yang masih tumbuh dua digit secara tahunan, sektor pariwisata tetap berpotensi menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Periode
Jumlah Turis Asing
Maret 2024
859,80
April 2024
1.062,15
Mei 2024
1.041,86
Juni 2024
1.066,96
Juli 2024
1.145,50
Agustus 2024
1.197,94
September 2024
1.310,76
Oktober 2024
1.339,95
November 2024
1.092,07
Desember 2024
1.228,63
Januari 2025
1.156,01
Februari 2025
1.022,89
Maret 2025
984,77
April 2025
1.164,54
Mei 2025
1.306,00
Juni 2025
1.415,96
Juli 2025
1.481,35
Agustus 2025
1.505,22
September 2025
1.394,90
Oktober 2025
1.348,99
November 2025
1.199,01

Infografik Terbaru

Dana Kelolaan Reksadana Naik 8 Bulan Beruntun
OJK | 11 Maret 2026
Total dana kelolaan industri reksadana naik dalam delapan bulan berturut-turut hingga Februari 2026 menjadi Rp 717,55 triliun
Kepemilikan SBN Per Maret 2026
DJPPR Kemenkeu | 11 Maret 2026
Sempat turun ke bawah Rp 1.600 triliun, kepemilikan Bank Indonesia pada Surat Berharga Negara kembali naik pada Februari-Maret 2026
Kepemilikan SRBI Per Februari 2026
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) naik dalam empat bulan beruntun hingga Februari 2026. Kepemilikan asing naik tiga bulan beruntun
Cadangan Devisa Februari 2026 Turun Dua Bulan Beruntun
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Cadangan devisa turun dalam dua bulan beruntun, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, stabilisasi rupiah, dan penarikan pinjaman luar negeri
Inflasi Februari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Inflasi tahunan Indonesia per Februari 2026 mencapai 4,76%. Ini adalah angka tertinggi sejak April 2023
Neraca Dagang Indonesia Januari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Surplus neraca dagang Indonesia per Januari 2026 hanya US$ 0,95 miliar
Populasi Ternak Ayam di Indonesia
Kementerian Pertanian, BPS | 27 Februari 2026
Berdasarkan data terkini yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (25/2), jumlah ayam pedaging maupun ayam petelur mengalami lonjakan
Neraca Perdagangan Indonesia-AS
Kementerian Perdagangan | 24 Februari 2026
Indonesia terus mencatat surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS)
BI Rate Februari 2026
Bank Indonesia | 19 Februari 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan untuk lima bulan berturut-turut di level 4,75% pada Februari 2026
Jumlah Pekerja Informal Masih Mayoritas di Indonesia
BPS | 19 Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan di luar jadwal, yakni untuk periode November 2025. Jumlah pekerja informal masih mendominasi
loading
Close [X]