Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Naik 10,44% Sepanjang 2025, Sempat Melambat di Akhir Tahun
Kinerja pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan yang solid. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, meningkat 10,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara bulanan, kunjungan wisman pada November 2025 tercatat 1,20 juta kunjungan. Angka ini memang turun 11,12% dibandingkan Oktober 2025, namun masih tumbuh 9,79% secara tahunan (year on year). Penurunan bulanan ini mencerminkan pola musiman setelah puncak kunjungan pada periode libur pertengahan tahun.
Pola Kunjungan Sepanjang 2025
Data BPS menunjukkan bahwa pergerakan wisman sepanjang 2025 tidak bergerak lurus. Pada awal tahun, jumlah kunjungan justru melemah. Pada Januari 2025, kunjungan wisman tercatat 1,16 juta, lalu turun menjadi 1,02 juta pada Februari dan kembali turun ke 984,77 ribu kunjungan pada Maret.
Memasuki kuartal II, tren mulai berbalik. Pada April 2025, kunjungan wisman naik kembali ke 1,16 juta, lalu terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2025 sebesar 1,51 juta kunjungan. Setelah itu, jumlah wisman menurun menjadi 1,39 juta pada September dan terus melandai hingga 1,20 juta pada November 2025 .
Didominasi Wisatawan Asia
Dari sisi asal negara, wisman yang datang ke Indonesia pada November 2025 didominasi oleh negara-negara Asia, khususnya kawasan ASEAN. Wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbesar dengan 207,04 ribu kunjungan (17,27%), disusul Australia 135,22 ribu (11,28%), Singapura 126,25 ribu (10,53%), dan Tiongkok 105,51 ribu kunjungan (8,80%) .
Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar regional masih menjadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi perjalanan jarak jauh dari Eropa dan Amerika.
Jalur Udara Masih Jadi Andalan
Dilihat dari pintu masuk, mayoritas wisman masuk ke Indonesia melalui pintu masuk utama sebanyak 1,02 juta kunjungan, sementara pintu masuk perbatasan tercatat 181,67 ribu kunjungan pada November 2025.
Moda angkutan udara mendominasi dengan kontribusi 79,19%, atau sekitar 805,66 ribu kunjungan. Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Soekarno-Hatta (Banten) menjadi dua pintu masuk utama terbesar, dengan kontribusi gabungan hampir 89% dari total wisman yang datang melalui udara .
Cerminan Kondisi Ekonomi Lokal dan Global
Kenaikan jumlah wisman secara tahunan mencerminkan pemulihan ekonomi global yang masih berjalan, meski tidak merata. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, tekanan inflasi, serta ketegangan geopolitik membuat pertumbuhan kunjungan wisman cenderung lebih berhati-hati, terutama pada paruh kedua 2025.
Namun, dari sisi domestik, stabilitas ekonomi Indonesia, membaiknya konektivitas penerbangan, serta daya tarik destinasi wisata unggulan menjadi faktor penopang utama. Peningkatan kunjungan wisman ini turut mendukung penerimaan devisa, sektor perhotelan, transportasi, dan konsumsi di daerah tujuan wisata.
Prospek ke Depan
Ke depan, tantangan pariwisata Indonesia bukan hanya menjaga pertumbuhan jumlah wisman, tetapi juga meningkatkan kualitas kunjungan, seperti lama tinggal dan belanja wisatawan. Dengan tren kunjungan yang masih tumbuh dua digit secara tahunan, sektor pariwisata tetap berpotensi menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.