1. Home
  2. Infografik

Neraca Dagang Hingga November 2025

Sumber: BPS
Update : 05 Januari 2026

Neraca Dagang Surplus Dalam 67 Bulan Beruntun

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 2,66 miliar pada November 2025. 

Surplus neraca dagang ini lebih tinggi daripada realisasi bulan sebelumnya senilai US$ 2,39 miliar pada Oktober 2025. 

"Pada November 2025, neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar US$ 2,66 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan ini telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Meski surplus neraca dagang naik dari bulan sebelumnya, angka ekspor dan impor sama-sama turun. Bedanya, penurunan impor lebih besar ketimbang ekspor sehingga selisihnya melebar.

Pudji merinci, total ekspor November 2025 sebesar US$ 22,52 miliar, turun 6,60% secara tahunan atau year on year (YoY). 

“Penurunan ekspor November didorong ekspor nonmigas bahan bakar mineral atau HS 27 yang turun 18,89% dengan andil minus 2,77%. Lemak dan minyak hewani nabati turun 18,81% dengan andil minus 2,12%, serta besi dan baja turun 17,14% dengan andil minus 1,71%,” jelas Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Secara tahunan, BPS mencatat ekspor Indonesia juga mengalami kontraksi, terutama dari sektor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28% dengan andil 3,55%. 

Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya nilai ekspor sejumlah komoditas utama seperti batu bara, bijih tembaga, lignit, neobium, hingga bijih titanium.

Sementara total impor November 2025 mencapai US$ 19,86 miliar atau naik 0,46% YoY jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Surplus pada November 2025 ditopang oleh ekspor komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 4,64 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama lemak dan minyak hewani nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Secara kumulatif total ekspor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$ 256,56 miliar atau tumbuh 5,61% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 242,93 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 38,54 miliar selama periode Januari-November 2025, atau meningkat dibandingkan US$ 29,24 miliar pada Januari-November 2024.

Surplus terbesar masih dari AS

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara mitra dagang penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia. Sebaliknya, China masih menjadi negara yang memberikan tekanan terbesar terhadap neraca perdagangan nasional dengan defisit terdalam.

Pudji menyebut, surplus perdagangan tersebut terutama ditopang oleh kuatnya kinerja ekspor nonmigas.

“Surplus sepanjang Januari hingga November 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$ 56,15 miliar,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Namun demikian, kinerja positif tersebut masih dibayangi oleh defisit sektor migas. BPS mencatat, neraca perdagangan migas sepanjang Januari–November 2025 mengalami defisit sebesar US$ 17,61 miliar, sehingga menjadi pemberat surplus perdagangan secara keseluruhan.

Dari sisi negara mitra dagang, neraca perdagangan total Indonesia yang mencakup migas dan nonmigas mencatatkan surplus terbesar dari perdagangan dengan AS mencapai US$ 16,54 miliar. India menempati posisi kedua dengan surplus US$ 12,6 miliar, disusul Filipina dengan surplus sebesar US$ 7,81 miliar.

Sebaliknya, China masih menjadi penyumbang defisit terdalam bagi neraca perdagangan Indonesia, disusul oleh Australia dan Singapura.

Defisit neraca dagang dengan China sebesar US$ 17,74 miliar, Australia US$ 5,04 miliar, dan Singapura US$ 4,66 miliar.

Khusus pada neraca perdagangan nonmigas, dominasi AS sebagai pasar ekspor utama Indonesia semakin menguat, dengan surplus nonmigas sebesar US$ 19,21 miliar, diikuti India sebesar US$ 12,16 miliar dan Filipina sebesar US$ 7,71 miliar.

Sementara itu, China kembali tercatat sebagai penyumbang defisit terbesar pada kelompok nonmigas dengan nilai minus US$ 19,28 miliar. Defisit nonmigas berikutnya berasal dari Australia sebesar minus US$ 4,33 miliar dan Brasil sebesar minus US$ 1,65 miliar.

Ekspor
Impor
Neraca Dagang
Oktober-24
24,42
21,94
2,48
November-24
24,00
19,63
4,37
Desember-24
23,46
21,22
2,24
Januari-25
21,43
17,94
3,49
Februari-25
21,94
18,85
3,09
Maret-25
23,25
18,92
4,33
April-25
20,74
20,58
0,16
Mei-25
24,61
20,31
4,30
Juni-25
23,44
19,33
4,11
Juli-25
24,75
20,57
4,17
Agustus-25
24,96
19,47
5,49
September-25
24,68
20,34
4,34
Oktober-25
24,24
21,84
2,39
November-25
22,52
19,86
2,66

Infografik Terbaru

Dana Kelolaan Reksadana Naik 8 Bulan Beruntun
OJK | 11 Maret 2026
Total dana kelolaan industri reksadana naik dalam delapan bulan berturut-turut hingga Februari 2026 menjadi Rp 717,55 triliun
Kepemilikan SBN Per Maret 2026
DJPPR Kemenkeu | 11 Maret 2026
Sempat turun ke bawah Rp 1.600 triliun, kepemilikan Bank Indonesia pada Surat Berharga Negara kembali naik pada Februari-Maret 2026
Kepemilikan SRBI Per Februari 2026
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) naik dalam empat bulan beruntun hingga Februari 2026. Kepemilikan asing naik tiga bulan beruntun
Cadangan Devisa Februari 2026 Turun Dua Bulan Beruntun
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Cadangan devisa turun dalam dua bulan beruntun, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, stabilisasi rupiah, dan penarikan pinjaman luar negeri
Inflasi Februari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Inflasi tahunan Indonesia per Februari 2026 mencapai 4,76%. Ini adalah angka tertinggi sejak April 2023
Neraca Dagang Indonesia Januari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Surplus neraca dagang Indonesia per Januari 2026 hanya US$ 0,95 miliar
Populasi Ternak Ayam di Indonesia
Kementerian Pertanian, BPS | 27 Februari 2026
Berdasarkan data terkini yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (25/2), jumlah ayam pedaging maupun ayam petelur mengalami lonjakan
Neraca Perdagangan Indonesia-AS
Kementerian Perdagangan | 24 Februari 2026
Indonesia terus mencatat surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS)
BI Rate Februari 2026
Bank Indonesia | 19 Februari 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan untuk lima bulan berturut-turut di level 4,75% pada Februari 2026
Jumlah Pekerja Informal Masih Mayoritas di Indonesia
BPS | 19 Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan di luar jadwal, yakni untuk periode November 2025. Jumlah pekerja informal masih mendominasi
loading
Close [X]