Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia kembali mengalami inflasi pada September 2025 setelah bulan sebelumnya sempat deflasi. Inflasi September 2025 tercatat sebesar 0,21% secara bulanan atawa month to month (MtM), berbalik arah dari deflasi 0,08% yang terjadi pada Agustus 2025.
Secara tahunan alias year on year (YoY), inflasi September 2025 tercatat sebesar 2,65%. Sementara secara year to date (YtD), inflasi mencapai 1,82%. Inflasi tahunan mencapai level tertinggi sejak Juni 2025.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah, mengatakan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,38%. Segmen ini serta memberikan andil 0,11% terhadap inflasi umum.
Inflasi pada komponen inti tercatat 0,18% secara bulanan dengan andil inflasi sebesar 0,11%.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan dan biaya kuliah akademi/perguruan tinggi,” ungkap Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (1/10).
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 0,06% dengan andil 0,01%. Pendorong utamanya adalah kenaikan harga sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT).
Adapun komponen bergejolak (volatile food) mencatat inflasi tertinggi, yakni 0,52% MtM dengan andil inflasi 0,09%. Komoditas yang mendorong kenaikan harga pada kelompok ini adalah cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau.
Inflasi Emas
BPS mencatat, inflasi emas perhiasan mencapai titik tertinggi dalam lima bulan terakhir, sekaligus melanjutkan tren kenaikan harga yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Habibullah mengatakan, emas perhiasan telah mencatat inflasi selama 25 bulan berturut-turut sejak September 2023.
“Inflasi emas perhiasan pada September 2025 merupakan inflasi tertinggi dalam lima bulan terakhir,” ujar Habibullah.
Pada periode yang sama tahun lalu, inflasi emas tercatat 0,36%, sedangkan pada September 2023 sebesar 0,41%.
Adapun pada September 2025, emas perhiasan memberi andil inflasi bulanan sebesar 0,08% dan berkontribusi dominan terhadap inflasi tahunan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni 0,53% dari total 0,62%.