Kinerja sektor industri manufaktur Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sempat menguat pada pertengahan tahun, namun kembali melemah menjelang akhir tahun meski masih bertahan di zona ekspansi.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, IKI Januari 2025 tercatat di level 53,10 dan naik tipis pada Februari menjadi 53,15. Memasuki Maret, IKI mulai melemah ke level 52,98, lalu turun lebih dalam pada April menjadi 51,90. Pada Mei, kepercayaan pelaku industri sempat membaik dengan IKI naik ke level 52,11.
Tren positif berlanjut pada Juni dengan IKI mencapai 52,50 dan kembali meningkat pada Juli ke level 52,95. Puncak optimisme pelaku industri terjadi pada Agustus 2025, saat IKI menyentuh level tertinggi tahun ini di angka 53,55. Namun, setelah itu kepercayaan industri kembali melemah. Pada September, IKI turun ke level 53,20, kemudian naik tipis di Oktober menjadi 53,50.
Memasuki dua bulan terakhir tahun ini, tekanan mulai terasa. IKI November 2025 tercatat di level 53,45, sebelum akhirnya turun cukup tajam pada Desember menjadi 51,90. Penurunan dari November ke Desember mencapai 1,55 poin, mencerminkan sikap hati-hati pelaku industri menjelang pergantian tahun.
Meski melemah, sepanjang 2025 IKI tetap konsisten berada di atas level 50, yang menandakan aktivitas industri nasional masih berada dalam fase ekspansi. Namun, perlambatan di akhir tahun mengindikasikan adanya tekanan, baik dari faktor musiman maupun ketidakpastian prospek ekonomi ke depan.
Pola ini menunjukkan bahwa pelaku industri cenderung lebih optimistis pada pertengahan tahun, seiring stabilnya permintaan dan aktivitas produksi, sebelum akhirnya bersikap lebih konservatif di akhir tahun. Tren tersebut juga mencerminkan kecenderungan dunia usaha untuk menahan ekspansi dan menunggu arah kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi global di tahun berikutnya.
Dengan dinamika tersebut, arah IKI pada awal 2026 akan menjadi indikator penting untuk membaca kepercayaan pelaku industri sekaligus prospek pemulihan sektor manufaktur nasional ke depan.