1. Home
  2. Infografik

NPL Kredit Konsumsi Bulanan Hingga Februari 2025

Sumber: Bank Indonesia
Update : 04 April 2025

Tren NPL Perbankan Indonesia 2024-2025: Kenaikan di Awal 2025 Perlu Diwaspadai  

Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di sektor perbankan Indonesia menunjukkan tren kenaikan di awal 2025. Berdasarkan data dari Februari 2024 hingga Februari 2025, sejumlah kategori kredit mengalami peningkatan tingkat NPL, yang mengindikasikan peningkatan risiko kredit macet di sektor perbankan.  

Tren NPL di Berbagai Jenis Kredit (Feb 2024 - Feb 2025):  

  • NPL Kredit Perbankan  

Feb 2024: 1,93% → Feb 2025: 2,22%  
NPL keseluruhan dari perbankan mengalami kenaikan dari 1,93% pada Februari 2024 menjadi 2,22% pada Februari 2025. Ini menunjukkan adanya peningkatan risiko kredit bermasalah di sektor perbankan secara umum.  

  • NPL Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)  

Feb 2024: 2,56% → Feb 2025: 2,94%  
NPL pada sektor KPR meningkat signifikan dari 2,56% menjadi 2,94%, yang mencerminkan adanya potensi kesulitan pembayaran kredit oleh debitur perumahan.  

  • NPL Kredit Kendaraan Bermotor  

Feb 2024: 2,01% → Feb 2025: 2,19%  
Sektor kredit kendaraan bermotor mengalami sedikit kenaikan dari 2,01% ke 2,19%, namun sempat mencapai puncaknya di Juli-September 2024 pada level 2,31%.  

  • NPL Kredit Multiguna  

Feb 2024: 1,42% → Feb 2025: 1,55%  
Kredit multiguna juga menunjukkan kenaikan, meskipun lebih stabil dibandingkan jenis kredit lainnya.  

  • NPL Kartu Kredit  

Feb 2024: 1,73% → Feb 2025: 2,00%  
Kredit kartu mengalami peningkatan NPL, terutama setelah Desember 2024 yang menyentuh angka 2,01%.  

Apa Penyebab Kenaikan NPL Ini?  

  • Tekanan Ekonomi & Inflasi  

Naiknya biaya hidup dan inflasi yang masih tinggi membuat banyak debitur mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban kredit mereka.  

  • Dampak Kenaikan Suku Bunga  

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan beban cicilan kredit bagi debitur, sehingga meningkatkan risiko gagal bayar.  

  • Ketidakpastian Ekonomi Global  

Faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan perang dagang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri, yang berimbas pada ketidakmampuan debitur dalam membayar cicilan.  

Dampak bagi Perekonomian dan Perbankan  

  • Risiko Stabilitas Perbankan  

Jika tren kenaikan NPL terus berlanjut, perbankan bisa mengalami tekanan likuiditas dan harus meningkatkan pencadangan untuk kredit bermasalah.  

  • Pengetatan Kredit oleh Bank  

Bank mungkin akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit, yang bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.  

  • Tekanan terhadap Konsumsi dan Investasi  

Meningkatnya kredit bermasalah dapat membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berhutang, yang dapat menurunkan konsumsi domestik dan investasi.  

NPL Kredit yang Diberikan dari Perbankan
NPL Kredit KPR
NPL Kredit Kendaraan Bermotor
NPL Kredit Multiguna
NPL Kartu Kredit Bank untuk Rumah Tangga
Feb-24
1,93
2,56
2,01
1,42
1,73
Mar-24
1,91
2,49
2,06
1,41
1,77
Apr-24
1,99
2,58
2,15
1,48
1,79
May-24
2,00
2,56
2,27
1,51
1,82
Jun-24
1,96
2,49
2,28
1,47
1,79
Jul-24
2,00
2,53
2,31
1,50
1,74
Aug-24
1,98
2,51
2,31
1,48
1,70
Sep-24
1,98
2,52
2,31
1,46
1,69
Oct-24
2,00
2,57
2,28
1,46
1,86
Nov-24
2,04
2,68
2,25
1,44
1,89
Dec-24
2,02
2,61
2,25
1,44
2,01
Jan-25
2,17
2,84
2,24
1,53
2,01
Feb-25
2,22
2,94
2,19
1,55
2,00

Infografik Terbaru

BI Rate Tetap Berada di Level 5,75% pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 19 Agustus 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 18-19 Agustus 2026
Utang Luar Negeri Pemerintah Tembus US$ 217 Miliar
Bank Indonesia | 13 Agustus 2026
Sempat turun saat periode pandemi, total utang pemerintah terus naik dalam empat tahun terakhir hingga Mei 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Turun pada Juli 2026, Terendah Sejak Oktober 2025
Bank Indonesia | 10 Agustus 2026
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam tiga bulan beruntun hingga Juli 2026 ke level terendah sejak Oktober 2025
Cadangan Devisa Juli 2026 Turun Tipis Menjadi US$ 145,34 Miliar
Bank Indonesia | 07 Agustus 2026
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni sebesar US$ 145,6 miliar
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Mencapai 5,29%
BPS | 05 Agustus 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2026 berada di angka 5,29%, turun ketimbang kuartal pertama karena pergeseran musim Lebaran
Neraca Dagang Kembali Defisit pada Juni 2026
BPS | 03 Agustus 2026
BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$450,5 juta pada Juni 2026, menipis dari defisit bulan sebelumnya sebesar US$ 1,61 miliar
Inflasi Juli 2026 Melandai, Makanan dan Transportasi Penyumbang Terbesar
BPS | 03 Agustus 2026
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,97% YoY diikuti kelompok transportasi sebesar 5,12% YoY
Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
loading
Close [X]