1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SBN Kuartal I 2025

Sumber: DJPPR Kemenkeu
Update : 30 Maret 2025

Perbankan agresif menambah porsi surat berharga negara (SBN) di kuartal pertama 2025. Hal ini terlihat dari persentase kenaikan kepemilikan SBN di kuartal pertama.

Kepemilikan bank, baik itu bank konvensional maupun bank syariah naik 6,74% menjadi Rp 1.122,31 triliun per 26 Maret 2025. Ini adalah data terakhir tersedia di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Persentase penambahan ini merupakan yang tertinggi ketimbang institusi dan pemegang lain. Sementara persentase penambahan total outstanding SBN hanya 3,24% secara year to date menjadi Rp 6.235,07 trilun per 26 Maret 2025 dari Rp 6.039,52 triliun pada akhir Desember 2024 lalu.

Artinya, laju penambahan kepemilikan bank lebih tinggi ketimbang penambahan penerbitan SBN.

Selain perbankan, investor individu juga mengebut kepemilikan SBN di tengah tekanan di pasar saham. Kepemilikan individu pada SBN naik 4,51% menjadi Rp 566,99 triliun per 26 Maret 2025.

Akhir tahun lalu, investor individu memiliki Rp 542,5 triliun SBN. Investor lain-lain juga mencatat laju penambahan yang lebih tinggi ketimbang outstanding SBN, yakni 3,53%.

Asuransi dan dana pensiun memiliki Rp 1.182,32 triliun SBN pada akhir Maret, meningkat 3,24%. Peningkatan ini sama dengan peningkatan total SBN.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) yang merupakan pemilik terbesar SBN hanya mencatat penambahan 1,61% di tiga bulan pertama 2025. Dari sisi nominal, penambahan kepemilikan BI ini sebesar Rp 25,98 triliun.

Angka tersebut lebih rendah ketimbang nominal penambahan perbankan yang mencapai Rp 70,91 triliun. Tetapi penambahan kepemilikan SBN oleh BI sedikit lebih tinggi ketimbang investor individu yang menambah Rp 24,49 triliun di periode Januari-Maret 2025.

Investor asing juga mencatat pertumbuhan kepemilikan yang lebih rendah ketimbang total. Kepemilikan asing pada SBN meningkat 1,83% atau sebesar Rp 16,08 triliun.

Pada 26 Maret 2025, investor asing memiliki Rp 892,72 triliun. Porsi kepemilikan asing terhadap total SBN turun tipis menjadi 14,32% dari 14,52% di akhir tahun lalu.

Reksadana justru mengurangi kepemilikan pada SBN. Kepemilikan reksadana pada SBN turun tipis 0,44% atau Rp 830 miliar menjadi Rp 186,16 triliun.

31 Desember 2024
26 Maret 2025
Bank
1.051,40
1.122,31
Bank Indonesia
1.618,01
1.643,99
Reksadana
186,99
186,16
Asuransi dan Dana Pensiun
1.145,27
1.182,32
Asing
876,64
892,72
Individu
542,50
566,99
Lain-lain
618,71
640,58

Infografik Terbaru

Kepemilikan SBN Kuartal I 2025
DJPPR Kemenkeu | 30 Maret 2025
Perubahan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) di kuartal I 2025
Kereta Api Ekonomi Favorit Lebaran 2025
PT KAI | 30 Maret 2025
10 KA Ekonomi paling diminati penumpang selama periode Angkutan Lebaran 1 Maret hingga 11 April 2025. PWT: Purwokerto. SMG: Semarang
Yield US Treasury dan SBN Acuan
Bloomberg | 25 Maret 2025
Yield obligasi negara AS US Treasury dan surat berharga negara (SBN) acuan tenor 10 tahun
Transaksi Ecommerce Indonesia 2019-2024
Bank Indonesia | 23 Maret 2025
Nilai transaksi e-commerce di Indonesia periode 2019 hingga 2024
Impor Batubara AS dari Indonesia
EIA | 21 Maret 2025
Amerika Serikat (AS) merupakan negara produsen batubara terbesar keempat setelah Indonesia. AS masih mengimpor 4 juta ton batubara di tahun 2023
NIM Bank Beraset Besar 2023-2024
OJK, Laporan Keuangan Bank | 21 Maret 2025
Net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih bank-bank dengan aset terbesar
Pergerakan Uang Saat Lebaran
Bank Indonesia, Riset KONTAN | 20 Maret 2025
Setelah mencapai puncak di 2023, jumlah uang yang bergerak saat Lebaran turun dalam dua tahun berturut-turut
Jumlah Pemudik 2016-2025
Kementerian Perhubungan, Riset KONTAN | 20 Maret 2025
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan yang digelar Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta, turun dari tahun lalu
Top Laggards Saat IHSG Kena Trading Halt
Bloomberg | 18 Maret 2025
Setelah kena trading halt pukul 11.19 JATS pada Selasa (18/3), IHSG ditutup turun 6,12% di sesi I ke 6.076,08. Ini 10 saham yang menjadi pemberat IHSG.
Neraca Dagang Februari 2025
BPS | 17 Maret 2025
Ekspor dan impor serta neraca dagang bulanan Indonesia hingga Februari 2025
loading
Close [X]