1. Home
  2. Infografik

Portofolio Investasi BPJS 2016-2024

Sumber: OJK
Update : 12 Maret 2025

Asuransi Sosial merupakan asuransi yang mencatat pertumbuhan tinggi dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2016 hingga 2024, pertumbuhan total investasi asuransi sosial mencapai belasan persen secara tahunan.

Pelaku asuransi sosial adalah Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Pada akhir 2024, total investasi asuransi sosial mencapai Rp 834,89 triliun. Mayoritas investasi ini terutama dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Status asuransi wajib bagi warga negara di dua BPJS ini menyebabkan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan melesat tinggi. Padahal menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan total investasi industri asuransi jiwa dan asuransi umum jauh di bawah pertumbuhan investasi BPJS.

Salah satu aspek yang menarik untuk dikaji adalah portofolio investasi BPJS dari tahun 2016 hingga 2024. Lonjakan total investasi asuransi sosial tak serta merta mengerek investasi BPJS di semua instrumen.

Dilihat dari grafik di atas, lonjakan hanya terjadi pada portofolio investasi di Surat Berharga Negara (SBN).

Berdasarkan data yang tersedia, berikut adalah analisis tren investasi BPJS dalam beberapa instrumen utama.

1. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara merupakan instrumen investasi dominan dalam portofolio BPJS. Nilainya meningkat secara konsisten dari Rp 131,27 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp 562,61 triliun pada tahun 2024. 

Ini menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap instrumen investasi yang relatif aman tetapi masih memberikan imbal hasil yang lumayan. Industri keuangan nonbank secara umum meningkatkan portofolio di instrumen ini sejak tahun 2021.

2. Deposito

Investasi dalam bentuk deposito juga menunjukkan tren meningkat, meskipun dengan fluktuasi. Pada tahun 2016, investasi deposito bernilai Rp 39,13 triliun dan terus meningkat hingga mencapai Rp 101,44 triliun pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan strategi BPJS dalam menjaga likuiditas dan mengamankan dana dalam instrumen yang lebih stabil.

3. Saham

Portofolio investasi BPJS dalam saham mengalami dinamika yang cukup signifikan. Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2019 sebesar Rp 82,66 triliun, nilainya menurun menjadi Rp 58,91 triliun pada tahun 2024. 

Penurunan ini dapat dikaitkan dengan fluktuasi pasar dan kebijakan BPJS dalam mengelola risiko investasi.

4. Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia

Investasi dalam Surat Berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebelumnya tidak ada hingga tahun 2023. BPJS mulai menempatkan dana di instrumen ini dengan nilai Rp 40,83 triliun pada tahun 2024. Hal ini menandakan adanya diversifikasi baru dalam strategi investasi BPJS.

5. Reksa Dana

Investasi dalam reksa dana mengalami pertumbuhan dari Rp 19,60 triliun pada tahun 2016 hingga mencapai Rp 39,65 triliun pada tahun 2024. Namun, terdapat fluktuasi di beberapa tahun yang mencerminkan ketidakpastian pasar.

Investasi Asuransi Sosial
Surat Berharga yang Diterbitkan Negara RI
Deposito
Saham
Surat Berharga yang Diterbitkan oleh BI
Reksa Dana
Sukuk atau Obligasi
Tanah/Bangunan
Penyertaan Langsung
Efek Beragun Aset
2016
131,27
39,13
47,70
0,00
19,60
33,37
1,91
0,03
0,15
2017
151,73
41,51
60,45
0,00
30,82
37,08
2,22
0,03
0,67
2018
173,73
46,95
67,99
0,00
37,88
42,76
2,26
0,00
0,73
2019
207,64
50,00
82,66
0,00
42,39
54,25
2,27
0,00
0,61
2020
229,04
64,44
75,58
0,00
41,62
81,63
2,28
0,00
0,48
2021
262,94
109,13
61,36
0,00
39,72
89,71
2,38
0,04
0,30
2022
420,12
87,15
65,07
0,00
36,97
33,41
2,04
0,35
0,14
2023
518,75
95,80
65,26
0,00
40,68
35,05
2,07
0,52
0,07
2024
562,61
101,44
58,91
40,83
39,65
28,84
2,07
0,52
0,01

Infografik Terbaru

Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 01 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 12 Hari 12 Menit lalu
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
Harga Minyak Dunia 23 Maret 2026
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga minyak masih menanjak naik sejak meletusnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026
Volume Transaksi QRIS Melesat Sejalan dengan Kenaikan Nilai Tranasksi
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Volume transaksi QRIS secara total menunjukkan lonjakan yang makin tajam sejak tahun 2024
Jumlah Pengguna QRIS Periode 2022-2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Laju pertumbuhan jumlah pengguna QRIS mulai melambat, ditunjukkan oleh grafik yang mulai mendatar sejak 2024
Nilai Transaksi QRIS Terus Melejit Hingga Akhir 2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Nilai transaksi dengan menggunakan QRIS terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada kuartal keempat 2025, nilai transaksi bahkan mencapai Rp 170 triliun
Defisit Anggaran 2026 Diprediksi Tembus 3%, Pemerintah Rencanakan Efisiensi K/L
Kementerian Keuangan | 20 Maret 2026
Defisit anggaran tahun 2026 diprediksikan akan melewati ketentuan 3% dari PDB. Pemerintah berniat menempuh jalur efisiensi anggaran K/L
10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS
U.S. Energy Information Administration | 20 Maret 2026
Total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah AS 2024-2025
US. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Amerika Serikat (AS) mengekspor 1,45 miliar barel minyak mentah pada tahun 2025, turun dari 1,5 miliar barel tahun sebelumnya
loading
Close [X]