1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SRBI per April 2025

Sumber: Bank Indonesia
Update : 09 Mei 2025

Total Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun dalam lima bulan berturut-turut dari angka tertinggi hingga April 2025. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total SRBI mencapai Rp 881,81 triliun per April 2025.

Secara bulanan, rekor tertinggi outstanding SRBI tercapai pada November 2024 yang mencapai Rp 969,16 triliun. Sejak November, total SRBI yang beredar terus berkurang.

Dalam lima bulan, total SRBI berkurang Rp 87,35 triliun. Bank yang merupakan pemilik terbesar SRBI juga mencatat rekor kepemilikan per November 2024 yang sebesar Rp 601,69 triliun.

Meski tidak turun secara beruntun, kepemilikan bank pada SRBI juga turun dalam lima bulan terakhir. Penurunan kepemilikan SRBI oleh bank menyusut Rp 52,6 triliun dalam lima bulan hingga April 2025 menjadi Rp 549,09 triliun.

Penurunan juga terjadi pada nonbank dan asing. Pada periode yang sama, kepemilikan nonbank domestik pada SRBI susut Rp 4,94 triliun menjadi Rp 79,94 triliun. Sedangkan kepemilikan asing pada SRBI menyusut Rp 31,58 triliun menjadi Rp 212,12 triliun. 

BI berniat mengurangi outstanding SRBI agar likuiditas lebih banyak diserap oleh masyarakat. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan, pengurangan outstanding SRBI secara bertahap agar likuiditas menjadi longgar dan likuiditas bisa mengalir ke industri dan masyarakat.

“Karena kuncinya dilonggarkan, likuiditasnya akan mengalir ke industri itu lebih banyak. Nah sehingga sebagai bagian dari upaya itu, untuk SRBI secara bertahap BI melakukan penurunan outstanding,” tutur Erwin dalam Taklimat Media BI, Rabu (7/5).

Erwin menambahkan, penurunan penerbitan SRBI ini menunjukkan upaya BI untuk melepaskan likuiditas agar dapat dimanfaatkan oleh perbankan. Maka dari itu, perbankan bisa menyalurkan lebih banyak kreditnya kepada industri dan masyarakat.

“Volume pasar uang terjaga cukup baik sebagai refleksi dari market yang well functioning, volume pasar valasnya juga meningkat, menunjukkan bahwa pasar kita mampu memfasilitasi pihak-pihak, baik itu korporasi,” imbuh Erwin.

Sejalan dengan itu, Erwin juga menyebut bahwa tujuan penurunan outstanding SRBI adalah karena BI ingin mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena, meskipun sudah ada insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikeluarkan oleh BI, perbankan masih seret menyalurkan kreditnya.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87% year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini tercatat lebih rendah dibanding kuartal IV-2024 yang tumbuh 5,02% yoy, dan juga lebih rendah dibanding kuartal I-2024 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11% yoy.

Month
Bank
Non-Bank
Asing
Lainnya
Total
Sep-23
66,53
0,10
4,88
71,50
Oct-23
116,12
0,17
13,87
130,17
Nov-23
159,21
0,17
37,27
1,05
197,69
Dec-23
189,28
0,18
62,17
2,82
254,46
Jan-24
264,52
0,18
83,74
1,58
350,03
Feb-24
296,99
0,19
87,69
14,53
399,40
Mar-24
311,72
1,02
82,35
9,89
404,97
Apr-24
320,38
1,98
75,15
13,23
410,74
May-24
384,55
7,02
152,18
14,49
558,23
Jun-24
461,29
41,38
192,52
25,87
721,06
Jul-24
537,66
63,83
235,99
22,81
860,28
Aug-24
534,80
77,32
250,58
58,08
920,77
Sep-24
552,07
79,90
254,22
41,42
927,61
Oct-24
586,30
83,62
262,17
28,57
960,66
Nov-24
601,69
84,88
243,70
38,89
969,16
Dec-24
560,79
91,06
224,17
47,51
923,53
Jan-25
562,32
83,49
237,71
10,45
893,97
Feb-25
560,49
81,92
230,13
20,85
893,39
Mar-25
526,17
81,70
234,22
49,04
891,13
Apr-25
549,09
79,94
212,12
40,66
881,81

Infografik Terbaru

Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 3 Hari 35 Menit lalu
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
BI Rate April 2026 Tetap di Posisi 4,75%
Bank Indonesia | 22 April 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga di angka 4,75% pada April 2026. Ini adalah posisi yang sama dalam delapan bulan berturut-turut
Saham-Saham Top Leaders IHSG 21 April 2026
Bloomberg | 21 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di hari kedua berturut-turut. IHSG melorot 34,73 poin atau 0,46% menjadi 7.559,38 pada Selasa (21/4)
Saham Top Laggards IHSG 20 April 2026
Bloomberg | 20 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot di awal pekan ini. Senin (20/4), IHSG melorot 39,89 poin atau 0,52% menjadi 7.594,11 pada perdagangan di BEI
Anggaran Kementerian Pertahanan
Riset KONTAN, Kementerian Pertahanan | 17 April 2026
Anggaran Kementerian Pertahanan terus meningkat untuk kebutuhan peralatan pertahanan dan personel
Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS
Stockholm International Peace Research Institute | 10 Hari 2 Menit lalu
Perang Ukraina vs Rusia mengerek impor senjata Ukraina yang awalnya hanya 0,1% dari total impor global jadi 9,7%. Impor senjata Ukraina terutama berasal dari AS
Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata
Stockholm International Peace Research Institute | 10 Hari 34 Menit lalu
Ekspor senjata Amerika Serikat (AS) naik 27% dari periode 2016-2020 ke 2021-2025 menyebabkan pangsa pasarnya meningkat dari 36% menjadi 42%
Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI
Bank Indonesia | 14 April 2026
Bank Indonesia menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali sepekan mulai Februari 2026
loading
Close [X]