Outstanding SRBI Tembus Rekor Rp 1.072 Triliun pada Juni 2026, Kepemilikan Asing Melonjak 35%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali mencatatkan rekor baru. Outstanding SRBI pada Juni 2026 menembus level Rp 1.072,62 triliun, untuk pertama kalinya melampaui angka Rp 1.000 triliun.
Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi outstanding SRBI meningkat 9,46% dibandingkan Mei 2026 yang sebesar Rp 979,88 triliun. Kenaikan ini menandai lonjakan signifikan setelah posisi outstanding sempat berada di bawah Rp 900 triliun pada awal tahun.
Peningkatan outstanding SRBI terutama ditopang oleh lonjakan kepemilikan investor asing. Per Juni 2026, kepemilikan asing mencapai Rp 293,16 triliun, naik 35,42% dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar Rp 216,48 triliun.
Kepemilikan asing tersebut menjadi yang tertinggi sejak data ini dihimpun dan berkontribusi sekitar 27,3% terhadap total outstanding SRBI. Sebulan sebelumnya, porsi asing masih berada di kisaran 22,1%.
Masuknya dana asing ke SRBI terjadi di tengah berbagai langkah Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. SRBI menawarkan imbal hasil yang kompetitif sekaligus menjadi instrumen penempatan dana yang menarik bagi investor global di tengah ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Meski kepemilikan asing melonjak tajam, kelompok perbankan domestik masih menjadi pemegang terbesar SRBI. Pada Juni 2026, kepemilikan bank tercatat sebesar Rp 615,71 triliun atau sekitar 57,4% dari total outstanding. Namun, nilainya menurun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai Rp 677,89 triliun.
Sementara itu, kepemilikan investor non-bank naik menjadi Rp 56,60 triliun dari Rp 43,95 triliun pada bulan sebelumnya. Kelompok investor lainnya juga meningkat signifikan menjadi Rp 107,15 triliun dari Rp 41,55 triliun.
Secara historis, outstanding SRBI sempat mencapai Rp 969,16 triliun pada November 2024 sebelum turun ke kisaran Rp 830 triliun pada kuartal pertama 2026. Sejak April 2026, outstanding SRBI kembali meningkat tajam dari Rp 957,91 triliun menjadi Rp 979,88 triliun pada Mei dan akhirnya menembus Rp 1.072,62 triliun pada Juni 2026.
Lonjakan kepemilikan asing pada Juni menunjukkan meningkatnya minat investor global terhadap instrumen rupiah Bank Indonesia. Di tengah volatilitas pasar keuangan global, SRBI menjadi salah satu instrumen yang mampu menarik aliran modal asing sekaligus mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik.