1. Home
  2. Infografik

10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS

Sumber: U.S. Energy Information Administration
Update : 19 Maret 2026

Turun 6,61%, Impor Minyak Mentah oleh AS Mencapai 2,25 Miliar Barel pada 2025

Meski mengekspor minyak dalam jumlah besar, Amerika Serikat (AS) juga merupakan salah satu importer minyak mentah terbesar. Data Energy Information & Administration AS menunjukkan, total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel.

 

Impor minyak AS dari negara-negara OPEC mencapai 313,80 juta barel pada sepanjang 2025. Angka ini turun 15,53% dari tahun sebelumnya yang mencapai 371,48 juta barel.

 

Sedangkan impor minyak AS dari negara-negara non-OPEC mencapai 1,94 miliar barel, turun 4,99% dari sebelumnya 2,04 miliar barel.

 

Salah satu keuntungan perluasan pengendalian AS terhadap Venezuela tampak pada bisnis minyak. AS tercatat membeli minyak mentah 50,98 juta barel pada tahun lalu. 

 

Impor minyak AS dari Venezuela ini anjlok 38,86% ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai 83,39 juta barel.

 

Meski impor turun, Venezuela merupakan 10 besar negara sumber impor minyak AS.

 

AS mulai melakukan penyesuaian strategi pasokan energi di tengah dinamika geopolitik dan kebijakan tarif yang semakin agresif. Pada 2025, AS masih sangat bergantung pada Kanada sebagai pemasok utama dengan volume 1,42 miliar barel, meskipun turun 3,99% dibanding tahun sebelumnya.

 

Penurunan juga terjadi pada hampir seluruh pemasok tradisional seperti Meksiko (-17,61%), Arab Saudi (-1,91%), hingga Irak (-10,18%).

 

Namun, di tengah tren penurunan tersebut, terdapat beberapa negara yang justru mencatat lonjakan signifikan.

 

Lonjakan terbesar berasal dari Gabon dengan kenaikan ekstrem 345,72%, diikuti Argentina sebesar 90,60% dan Senegal sebesar 91,96%. Selain itu, Guyana juga mencatat kenaikan cukup tinggi sebesar 18,20%.

 

Kenaikan impor dari negara-negara ini mencerminkan strategi diversifikasi sumber pasokan. Guyana, misalnya, menjadi pemain baru yang berkembang pesat dalam industri minyak global, sementara Argentina mulai meningkatkan ekspor dari kawasan shale seperti Vaca Muerta.

 

Di sisi lain, penurunan paling tajam terjadi pada Angola (-43,03%), Venezuela (-38,86%), dan Ghana (-57,89%). Penurunan dari Venezuela menjadi salah satu yang paling menarik, mengingat faktor kebijakan AS yang secara langsung menargetkan perdagangan minyak negara tersebut.

 

Kebijakan tarif AS memainkan peran penting dalam perubahan ini. Melalui kebijakan seperti Executive Order 14245, pemerintah AS mengenakan tarif hingga 25% terhadap negara yang mengimpor minyak dari Venezuela. Kebijakan ini menciptakan efek berantai: negara-negara yang ingin tetap menjaga hubungan dagang dengan AS cenderung mengurangi ketergantungan pada minyak Venezuela, sehingga secara tidak langsung menekan arus perdagangan global minyak tersebut.

 

Selain itu, perang dagang dengan China juga berdampak pada pasar energi global. China menerapkan tarif atas minyak mentah AS, yang berpotensi menurunkan ekspor AS dan memaksa pengalihan pasokan ke pasar lain.

 

Dari sisi domestik, tarif terhadap impor minyak juga berdampak pada biaya produksi. Kenaikan biaya crude input dapat meningkatkan harga bahan bakar di dalam negeri dan menekan daya saing ekspor produk olahan AS seperti bensin dan diesel.

 

Secara keseluruhan, data 2024–2025 menunjukkan tiga tren utama. Pertama, AS mulai mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional dan meningkatkan impor dari negara non-tradisional. Kedua, kebijakan tarif menciptakan distorsi perdagangan yang mendorong realokasi aliran minyak global. Ketiga, geopolitik semakin menjadi faktor dominan dalam menentukan arah perdagangan energi.

Negara
2024
2025
Kanada
1.486.610,00
1.427.220,00
Meksiko
169.827,00
139.928,00
Arab Saudi
100.196,00
98.278,00
Guyana
64.356,00
76.070,00
Brasil
80.750,00
72.382,00
Kolombia
78.379,00
70.883,00
Irak
72.546,00
65.160,00
Venezuela
83.393,00
50.983,00
Nigeria
56.351,00
50.087,00
Argentina
24.983,00
47.618,00

Infografik Terbaru

Defisit Anggaran 2026 Diprediksi Tembus 3%, Pemerintah Rencanakan Efisiensi K/L
Kementerian Keuangan | 20 Maret 2026
Defisit anggaran tahun 2026 diprediksikan akan melewati ketentuan 3% dari PDB. Pemerintah berniat menempuh jalur efisiensi anggaran K/L
10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS
U.S. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah AS 2024-2025
US. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Amerika Serikat (AS) mengekspor 1,45 miliar barel minyak mentah pada tahun 2025, turun dari 1,5 miliar barel tahun sebelumnya
Kurva Imbal Hasil Obligasi Negara Mulai Mendatar
IBPA | 18 Maret 2026
Kurva imbal hasil obligasi negara Indonesia mulai mendatar (flattening), seiring kenaikan yield yang lebih tajam di tenor pendek dibandingkan tenor panjang
Penyediaan Uang Tunai BI Masa Lebaran
Bank Indonesia | 18 Maret 2026
Pada 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi lonjakan transaksi selama Ramadan dan Idulfitri
Provinsi Dengan Jumlah Pemudik Terbanyak 2026
Kementerian Perhubungan | 18 Maret 2026
Jawa Barat dan DKI Jakarta merupakan dua provinsi dengan jumlah pemudik terbesar tahun ini
Jumlah Uang Beredar Selama Periode Lebaran
Bank Indonesia | 18 Maret 2026
Jumlah uang beredar selama Lebaran jauh dari puncak pascapandemi. Angka 2026 merupakan prediksi
Jumlah Pemudik Tahun 2026 Turun
Kementerian Perhubungan | 18 Maret 2026
Jumlah pemudik pada periode Idulfitri turun dalam dua tahun beruntun hingga 2026 setelah mencapai puncak pada 2024
10 Besar Moda Transportasi Mudik 2026
Kementerian Perhubungan | 18 Maret 2026
Meski harga BBM naik, moda transportasi mobil tetap menjadi pilihan utama dan paling hemat bagi pemudik terutama untuk keluarga
BI Rate Maret 2026
Bank Indonesia | 18 Maret 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% dalam enam bulan beruntun hingga Maret 2026
loading
Close [X]