1. Home
  2. Infografik

Jumlah Pengguna QRIS Periode 2022-2025

Sumber: Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
Update : 20 Maret 2026

Pengguna QRIS Tembus 60 Juta, Laju Pertumbuhan Mulai Matang

Jumlah pengguna QRIS terus mencatat kenaikan dalam tiga tahun terakhir. Namun di balik pertumbuhan yang tetap solid, ada perubahan pola yang mulai terlihat: laju penambahan pengguna baru tidak lagi secepat fase awal.

Kondisi ini memberi sinyal bahwa ekosistem QRIS mulai bergerak dari tahap ekspansi agresif menuju fase pasar yang lebih matang.

Data 2022–2025 menunjukkan jumlah pengguna QRIS meningkat konsisten dari waktu ke waktu. Pada Maret 2022, total pengguna QRIS tercatat 18 juta. Angka ini naik menjadi 21 juta pada Juni 2022, 25 juta pada September 2022, dan mencapai 29 juta pada Desember 2022.

Memasuki 2023, pertumbuhan masih berlanjut kuat. Jumlah pengguna bertambah menjadi 32 juta pada Maret 2023, lalu 37 juta pada Juni, 42 juta pada September, dan 46 juta pada Desember 2023.

Ini menunjukkan bahwa pada fase tersebut QRIS masih berada dalam tahap penetrasi yang cepat, seiring meluasnya penggunaan pembayaran digital di berbagai lapisan masyarakat.

Pada 2024, jumlah pengguna terus meningkat, tetapi laju pertambahannya mulai sedikit melandai. Dari 48 juta pada Maret 2024, jumlah pengguna naik menjadi 51 juta pada Juni, 53 juta pada September, dan 55 juta pada Desember 2024.

Tren pelandaian itu terlihat lebih jelas pada 2025. Jumlah pengguna QRIS naik menjadi 56 juta pada Maret, 57 juta pada Juni, 58 juta pada September, dan mencapai 60 juta pada Desember 2025. Secara absolut, pengguna tetap bertambah. Namun, tambahan per kuartal tidak lagi sebesar periode 2022–2023.

Perubahan ini penting dicermati. Dalam tahap awal pengembangan sistem pembayaran digital, pertumbuhan pengguna biasanya sangat tinggi karena basis awal masih kecil. Semakin besar jumlah pengguna yang sudah masuk ke dalam ekosistem, pertumbuhan berikutnya memang cenderung melambat.

Karena itu, perlambatan laju pertumbuhan pengguna QRIS tidak otomatis menjadi sinyal negatif. Justru, ini bisa dibaca sebagai tanda bahwa QRIS mulai memasuki fase pematangan pasar.

Artinya, QRIS telah berhasil menembus basis pengguna yang luas. Pada tahap ini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menambah user baru dalam jumlah besar, tetapi menjaga agar basis pengguna yang sudah ada tetap aktif bertransaksi dan terus memakai QRIS dalam aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, capaian 60 juta pengguna tetap menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekonomi digital nasional. Basis pengguna sebesar itu menunjukkan QRIS telah menjadi salah satu instrumen pembayaran digital paling luas jangkauannya di Indonesia.

Adopsinya tidak lagi terbatas pada kota besar atau konsumen yang akrab dengan teknologi, tetapi semakin merata dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Bagi industri sistem pembayaran, besarnya jumlah pengguna QRIS memberi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan tahap berikutnya. Dengan basis pengguna yang sudah besar, fokus pengembangan dapat diarahkan pada perluasan pemanfaatan, peningkatan frekuensi transaksi, serta pendalaman layanan di sektor-sektor yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.

Dalam konteks ini, pertumbuhan pengguna yang mulai melandai justru menandai perubahan kualitas pasar. Pada fase awal, ukuran keberhasilan memang dilihat dari seberapa cepat jumlah pengguna bertambah.

Namun setelah basis pengguna besar terbentuk, indikator yang lebih penting adalah apakah pengguna tersebut aktif, rutin bertransaksi, dan menjadikan QRIS sebagai alat pembayaran utama.

Ke depan, ruang pertumbuhan pengguna QRIS masih terbuka, terutama dari wilayah nonperkotaan, kelompok usaha mikro, serta segmen masyarakat yang belum sepenuhnya masuk ke ekosistem pembayaran digital.

Namun, strategi untuk mendorong pertumbuhan tahap lanjut tidak bisa sama dengan fase awal. Yang dibutuhkan bukan hanya ekspansi, tetapi juga penguatan pengalaman pengguna, keandalan sistem, dan perluasan kegunaan QRIS dalam lebih banyak jenis transaksi.

Secara keseluruhan, perkembangan 2022–2025 memperlihatkan bahwa jumlah pengguna QRIS terus naik signifikan, dari 18 juta menjadi 60 juta. Akan tetapi, data juga menunjukkan bahwa pertumbuhan kini mulai lebih bertahap. Ini menandakan QRIS tengah memasuki fase baru: dari era perluasan basis pengguna menuju era pematangan dan pendalaman penggunaan.

Bagi ekosistem pembayaran digital Indonesia, fase ini justru sangat menentukan. Sebab, sistem yang benar-benar matang bukan hanya yang memiliki banyak pengguna, tetapi yang berhasil menjadi bagian tetap dari perilaku transaksi masyarakat.

Periode
Jumlah Pengguna QRIS
Q1-2022
18,00
Q2-2022
21,00
Q3-2022
25,00
Q4-2022
29,00
Q1-2023
32,00
Q2-2023
37,00
Q3-2023
42,00
Q4-2023
46,00
Q1-2024
48,00
Q2-2024
51,00
Q3-2024
53,00
Q4-2024
55,00
Q1-2025
56,00
Q2-2025
57,00
Q3-2025
58,00
Q4-2025
60,00

Infografik Terbaru

CEO Index Oktober 2026 Naik Tipis, Ekonomi Global dan Kondisi Politik Jadi Penghambat
Survei Kontan | 05 Oktober 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia (ICCI) periode kuartal IV-2026 berada di level 3,18. Para CEO menyoroti dua isu utama, yakni politik nasional dan ekonomi global
Neraca Dagang Agustus 2026 Surplus Karena Penurunan Impor
BPS | 01 Oktober 2026
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026, melonjak dibandingkan surplus hanya US$121,9 juta pada Juli 2026
Inflasi Tahunan Naik Menjadi 3,28% pada September 2026
BPS | 01 Oktober 2026
Laju inflasi meningkat menjadi 3,28% pada September 2026 dari posisi Agustus yang berada di 3,19%
Bank Indonesia (BI) Menahan BI Rate di Angka 5,75% pada September 2026
Bank Indonesia | 23 September 2026
Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI Rate di angka 5,75%. BI Rate bertahan sejak Juni 2026 setelah BI mengerek suku bunga 100 bps dua bulan beruntun
Hasil Lelang SRBI Tahun 2026, Yield Mulai Turun pada Bulan Agustus
Bank Indonesia | 10 September 2026
Imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai menurun setelah berada di atas 7% sejak Juni 2026
Kepemilikan Asing di SRBI Tembus Rekor Tertinggi pada Agustus 2026
Bank Indonesia | 10 September 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai angka tertinggi sejak penerbitan perdana SRBI September 2023
Dana Kelolaan Reksadana Agustus 2026
OJK | 08 September 2026
Dana kelolaan reksadana naik tipis pada Agustus 2026, berbalik dari penurunan tiga bulan sebelumnya. Tetapi unit penyertaan reksadana turun 5 bulan beruntun
Kepemilikan SBN per 4 September 2026 Asing Tertinggi Setahun Terakhir
DJPPR Kemenkeu | 08 September 2026
Investor asing mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Ini terlihat dari dari kepemilikan asing yang naik 3 bulan beruntun
Cadangan Devisa Agustus 2026
Bank Indonesia | 07 September 2026
Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$ 146,51 miliar pada Agustus 2026 ketimbang Juli yang sebesar US$ 145,34 miliar
Inflasi Agustus 2026 Naik Menjadi 3,19%
BPS | 01 September 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,59% pada Agustus 2026, meningkat dari 2,88% pada Juli 2026
loading
Close [X]