1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SRBI 2025

Sumber: Bank Indonesia
Update : 22 Januari 2026

Kepemilikan Asing SRBI Melonjak di Akhir 2025, Sinyal Kembalinya Minat Investor Global

Kepemilikan asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menunjukkan peningkatan signifikan pada Desember 2025, setelah sempat tertekan hampir sepanjang paruh kedua tahun lalu. 

Data menunjukkan, porsi kepemilikan asing naik dari Rp 86,66 triliun pada November 2025 menjadi Rp 114,05 triliun pada Desember 2025, atau melonjak sekitar Rp 27,39 triliun dalam satu bulan.

Kenaikan ini terjadi di tengah total outstanding SRBI yang juga meningkat dari Rp 723,23 triliun menjadi Rp 730,90 triliun. Artinya, kenaikan kepemilikan asing bukan sekadar efek penurunan porsi investor domestik, melainkan mencerminkan arus dana baru (fresh inflow) ke pasar SRBI.

Berbalik Arah Setelah Tren Penurunan Panjang

Sepanjang 2025, kepemilikan asing di SRBI cenderung melemah. Pada awal tahun, investor asing masih menguasai di kisaran Rp 230–238 triliun (Januari–Maret 2025). Namun memasuki semester II, angkanya terus turun hingga mencapai titik terendah di Oktober–November 2025, yang berada di bawah Rp 90 triliun.

Lonjakan pada Desember 2025 menandai perubahan arah yang cukup tajam, sekaligus menjadi salah satu kenaikan bulanan terbesar sepanjang tahun.

Apa yang Mendorong Kenaikan Kepemilikan Asing?

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan menguatnya minat investor asing terhadap SRBI di akhir 2025:

1. Daya tarik imbal hasil SRBI

Dengan suku bunga domestik yang masih relatif tinggi dan volatilitas global yang mulai mereda, SRBI kembali menarik sebagai instrumen jangka pendek dengan imbal hasil kompetitif.

2. Persepsi stabilitas kebijakan moneter

Konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas rupiah meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap aset berbasis rupiah.

3. Strategi parkir dana jangka pendek

SRBI kerap digunakan investor global sebagai instrumen penempatan dana sementara (liquidity parking), terutama ketika ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang tetapi risiko di emerging market mulai lebih terukur.

Karena SRBI adalah instrumen jangka pendek, kepemilikan asing di dalamnya relatif sensitif terhadap perubahan sentimen global. Arus masuk yang besar juga berpotensi berbalik cepat jika kondisi eksternal memburuk.

Bulan
Bank
Non-Bank
Asing
Lainnya
Total
November-24
601,69
84,88
243,70
38,89
969,16
Desember-24
560,79
91,06
224,17
47,51
923,53
Januari-25
562,32
83,49
237,71
10,45
893,97
Februari-25
560,49
81,92
230,13
20,85
893,39
Maret-25
526,17
81,70
234,22
49,04
891,13
April-25
549,09
79,94
212,12
40,66
881,81
Mei-25
538,14
77,25
213,39
38,64
867,42
Juni-25
523,49
43,53
190,06
25,90
782,97
Juli-25
549,76
32,36
146,78
11,88
740,78
Agustus-25
563,50
25,70
122,52
3,89
715,61
September-25
587,55
24,76
90,82
6,00
709,13
Oktober-25
601,90
16,03
86,79
1,09
705,81
November-25
618,31
17,06
86,66
1,20
723,23
Desember-25
589,42
20,13
114,05
7,29
730,90

Infografik Terbaru

Dana Kelolaan Reksadana Naik 8 Bulan Beruntun
OJK | 11 Maret 2026
Total dana kelolaan industri reksadana naik dalam delapan bulan berturut-turut hingga Februari 2026 menjadi Rp 717,55 triliun
Kepemilikan SBN Per Maret 2026
DJPPR Kemenkeu | 11 Maret 2026
Sempat turun ke bawah Rp 1.600 triliun, kepemilikan Bank Indonesia pada Surat Berharga Negara kembali naik pada Februari-Maret 2026
Kepemilikan SRBI Per Februari 2026
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) naik dalam empat bulan beruntun hingga Februari 2026. Kepemilikan asing naik tiga bulan beruntun
Cadangan Devisa Februari 2026 Turun Dua Bulan Beruntun
Bank Indonesia | 11 Maret 2026
Cadangan devisa turun dalam dua bulan beruntun, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, stabilisasi rupiah, dan penarikan pinjaman luar negeri
Inflasi Februari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Inflasi tahunan Indonesia per Februari 2026 mencapai 4,76%. Ini adalah angka tertinggi sejak April 2023
Neraca Dagang Indonesia Januari 2026
BPS | 02 Maret 2026
Surplus neraca dagang Indonesia per Januari 2026 hanya US$ 0,95 miliar
Populasi Ternak Ayam di Indonesia
Kementerian Pertanian, BPS | 27 Februari 2026
Berdasarkan data terkini yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (25/2), jumlah ayam pedaging maupun ayam petelur mengalami lonjakan
Neraca Perdagangan Indonesia-AS
Kementerian Perdagangan | 24 Februari 2026
Indonesia terus mencatat surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS)
BI Rate Februari 2026
Bank Indonesia | 19 Februari 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan untuk lima bulan berturut-turut di level 4,75% pada Februari 2026
Jumlah Pekerja Informal Masih Mayoritas di Indonesia
BPS | 19 Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan di luar jadwal, yakni untuk periode November 2025. Jumlah pekerja informal masih mendominasi
loading
Close [X]