1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan SRBI Per Februari 2026

Sumber: Bank Indonesia
Update : 11 Maret 2026

Outstanding SRBI Naik Rp 100 Triliun Dalam Dua Bulan

Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali menunjukkan peningkatan minat dari pelaku pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, total outstanding SRBI tercatat naik berturut-turut, didorong oleh peningkatan penempatan dana oleh perbankan serta kembalinya minat investor asing.

SRBI merupakan instrumen moneter yang diterbitkan oleh Bank Indonesia untuk menyerap likuiditas di pasar sekaligus menarik aliran modal ke pasar keuangan domestik di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, total outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia mencapai Rp837,22 triliun pada Februari 2026. Angka ini meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp754,76 triliun pada Januari 2026.

Jika ditarik ke belakang, kenaikan ini melanjutkan tren peningkatan yang terjadi sejak akhir 2025. Outstanding SRBI tercatat:

  •  Desember 2025: Rp730,90 triliun
  •  Januari 2026: Rp754,76 triliun
  •  Februari 2026: Rp837,22 triliun

Dengan demikian, dalam dua bulan pertama tahun ini saja, nilai SRBI yang beredar telah bertambah lebih dari Rp106 triliun.

Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya penempatan dana di instrumen moneter Bank Indonesia, di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian.

Perbankan masih menjadi pemegang terbesar

Dari sisi kepemilikan, perbankan domestik masih mendominasi SRBI. Pada Februari 2026, bank tercatat memegang sekitar Rp637,64 triliun, atau lebih dari 76% dari total outstanding.

Porsi bank yang besar menunjukkan bahwa instrumen ini menjadi salah satu pilihan utama bagi perbankan untuk menempatkan likuiditas jangka pendek dengan risiko yang sangat rendah. Selain memberikan imbal hasil yang menarik, SRBI juga relatif likuid dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Kepemilikan bank tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sekitar Rp614,78 triliun.

Investor asing kembali meningkatkan eksposur

Selain perbankan, peningkatan juga terlihat pada investor asing. Kepemilikan asing pada SRBI naik cukup signifikan dari Rp121,90 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp150,79 triliun pada Februari 2026.

Kenaikan hampir Rp29 triliun dalam satu bulan ini menandakan minat investor global terhadap aset rupiah kembali meningkat. Imbal hasil SRBI yang relatif kompetitif dibandingkan instrumen negara lain menjadi salah satu faktor penarik, terutama di tengah dinamika suku bunga global.

Namun demikian, posisi investor asing masih jauh di bawah kepemilikan perbankan domestik. Porsi asing di SRBI pada Februari 2026 berada di kisaran 18% dari total outstanding.

Instrumen pengelola likuiditas sekaligus penarik modal

Meningkatnya outstanding SRBI menunjukkan bahwa instrumen ini semakin penting dalam kerangka kebijakan moneter Bank Indonesia. Di satu sisi, SRBI membantu menyerap kelebihan likuiditas di sistem keuangan domestik. Di sisi lain, instrumen ini juga berperan sebagai sarana untuk menarik aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Dengan dominasi perbankan domestik dan meningkatnya partisipasi investor asing, SRBI menjadi salah satu instrumen kunci dalam menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Bulan
Bank
Non-Bank
Asing
Lainnya
Total
Desember-24
560,79
91,06
224,17
47,51
923,53
Januari-25
562,32
83,49
237,71
10,45
893,97
Februari-25
560,49
81,92
230,13
20,85
893,39
Maret-25
526,17
81,70
234,22
49,04
891,13
April-25
549,09
79,94
212,12
40,66
881,81
Mei-25
538,14
77,25
213,39
38,64
867,42
Juni-25
523,49
43,53
190,06
25,90
782,97
Juli-25
549,76
32,36
146,78
11,88
740,78
Agustus-25
563,50
25,70
122,52
3,89
715,61
September-25
587,55
24,76
90,82
6,00
709,13
Oktober-25
601,90
16,03
86,79
1,09
705,81
November-25
618,31
17,06
86,66
1,20
723,23
Desember-25
589,42
20,13
114,05
7,29
730,90
Januari-26
614,78
16,09
121,90
1,99
754,76
Februari-26
637,64
19,02
150,79
29,76
837,22

Infografik Terbaru

Inflasi Maret 2026 Mencapai 3,48% Secara Tahunan
BPS | 01 April 2026
Inflasi Indonesia pada Maret 2026 mencapai 3,48% secara tahunan dan 0,41% secara bulanan
Neraca Dagang Indonesia Februari 2026 Surplus US$ 1,27 Miliar
BPS | 01 April 2026
Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada awal 2026, tetapi menunjukkan tanda perlambatan seiring lonjakan impor yang jauh lebih tinggi
Harga Emas Tumbang Dalam Beberapa Hari Karena Kekhawatiran Inflasi
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga emas tumbang dalam beberapa hari terakhir meski konflik AS-Israel versus Iran masih panas dalam tiga pekan. Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi
Harga Minyak Dunia 23 Maret 2026
Bloomberg | 23 Maret 2026
Harga minyak masih menanjak naik sejak meletusnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026
Volume Transaksi QRIS Melesat Sejalan dengan Kenaikan Nilai Tranasksi
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Volume transaksi QRIS secara total menunjukkan lonjakan yang makin tajam sejak tahun 2024
Jumlah Pengguna QRIS Periode 2022-2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Laju pertumbuhan jumlah pengguna QRIS mulai melambat, ditunjukkan oleh grafik yang mulai mendatar sejak 2024
Nilai Transaksi QRIS Terus Melejit Hingga Akhir 2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) | 20 Maret 2026
Nilai transaksi dengan menggunakan QRIS terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada kuartal keempat 2025, nilai transaksi bahkan mencapai Rp 170 triliun
Defisit Anggaran 2026 Diprediksi Tembus 3%, Pemerintah Rencanakan Efisiensi K/L
Kementerian Keuangan | 20 Maret 2026
Defisit anggaran tahun 2026 diprediksikan akan melewati ketentuan 3% dari PDB. Pemerintah berniat menempuh jalur efisiensi anggaran K/L
10 Negara Pengekspor Minyak Mentah Terbesar ke AS
U.S. Energy Information Administration | 20 Maret 2026
Total impor minyak mentah AS di tahun 2025 mencapai 2,25 miliar barel, turun 6,61% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2,41 miliar barel
Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah AS 2024-2025
US. Energy Information Administration | 19 Maret 2026
Amerika Serikat (AS) mengekspor 1,45 miliar barel minyak mentah pada tahun 2025, turun dari 1,5 miliar barel tahun sebelumnya
loading
Close [X]