1. Home
  2. Infografik

Perkembangan Dana Kelolaan Reksadana Per Jenis Hingga Juni 2026

Sumber: OJK
Update : 08 Juli 2026

Hanya Reksa Dana Terproteksi dan Global yang Tumbuh pada Juni 2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri reksa dana masih menghadapi tekanan pada Juni 2026. Di tengah penurunan total dana kelolaan industri, hanya dua jenis reksa dana yang mampu mencatat pertumbuhan aset kelolaan, yakni reksa dana terproteksi dan reksa dana global.

Data menunjukkan dana kelolaan reksa dana terproteksi meningkat dari Rp 143,64 triliun pada Mei 2026 menjadi Rp 148,26 triliun pada Juni 2026. Dengan demikian, aset kelolaan produk ini bertambah Rp 4,62 triliun atau sekitar 3,2% secara bulanan (month on month/mom).

Kinerja yang lebih mencolok dicatat oleh reksa dana global. Dana kelolaan kategori ini melonjak dari Rp 15,76 triliun pada Mei menjadi Rp 21,05 triliun pada Juni 2026. Kenaikan sebesar Rp 5,29 triliun tersebut setara dengan pertumbuhan 33,6% dalam satu bulan.

Sebaliknya, seluruh kategori reksa dana lainnya mengalami penurunan dana kelolaan. Reksa dana pendapatan tetap, yang merupakan kategori dengan aset terbesar, mencatat penurunan paling dalam secara nominal. Dana kelolaannya turun dari Rp 240,75 triliun menjadi Rp 223,77 triliun atau berkurang Rp 16,98 triliun dalam sebulan.

Tekanan juga terlihat pada reksa dana pasar uang yang dana kelolaannya menyusut dari Rp 152,53 triliun menjadi Rp 136,16 triliun. Penurunan sebesar Rp 16,37 triliun tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan total aset industri pada Juni 2026.

Sementara itu, dana kelolaan reksa dana saham turun dari Rp 67,85 triliun menjadi Rp 62,45 triliun. Reksa dana campuran juga melemah dari Rp 35,71 triliun menjadi Rp 33,69 triliun. Adapun reksa dana indeks turun dari Rp 9,55 triliun menjadi Rp 8,82 triliun, sedangkan exchange traded fund (ETF) berkurang dari Rp 16,63 triliun menjadi Rp 16,02 triliun.

Penurunan juga terjadi pada reksa dana syariah yang aset kelolaannya turun dari Rp 7,30 triliun menjadi Rp 6,64 triliun pada Juni 2026.

Jika dilihat sejak awal tahun, reksa dana terproteksi menjadi salah satu kategori dengan kinerja paling stabil. Dana kelolaannya terus meningkat dari Rp 137,44 triliun pada Januari menjadi Rp 148,26 triliun pada Juni 2026. Tren ini menunjukkan investor masih mencari instrumen yang menawarkan perlindungan pokok investasi dan tingkat risiko yang relatif lebih terukur di tengah volatilitas pasar keuangan.

Sementara itu, lonjakan dana kelolaan reksa dana global pada Juni mengindikasikan meningkatnya minat investor untuk melakukan diversifikasi ke aset luar negeri. Ketidakpastian di pasar domestik serta peluang investasi pada pasar global yang lebih menarik diduga menjadi faktor yang mendorong aliran dana ke kategori ini.

Secara keseluruhan, data Juni 2026 menunjukkan investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih defensif dan memiliki potensi diversifikasi yang lebih baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan reksa dana terproteksi dan reksa dana global di tengah pelemahan hampir seluruh kategori reksa dana lainnya.

Jika untuk kebutuhan media, artikel ini juga bisa diperkaya dengan kutipan pengamat yang menjelaskan mengapa investor beralih ke reksa dana terproteksi dan global di tengah koreksi pasar saham dan obligasi domestik.

Periode
Reksadana Terproteksi
Reksadana Saham
Exchanged Traded Fund
Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana Global
Reksadana Indeks
Reksadana Campuran
Reksadana Pasar Uang
Reksadana Syariah
Desember 2025
130,84
76,62
16,63
244,45
15,12
11,68
29,55
144,84
9,51
Januari 2026
137,44
79,42
17,26
253,71
12,97
11,13
34,96
149,18
10,30
Februari 2026
141,09
80,95
18,08
258,11
15,04
11,11
39,39
143,48
10,28
Maret 2026
142,07
74,11
17,22
244,05
15,27
10,33
37,19
149,77
9,64
April 2026
143,09
73,91
17,01
246,21
12,69
9,94
37,62
150,43
9,40
Mei 2026
143,64
67,85
16,63
240,75
15,76
9,55
35,71
152,53
7,30
Juni 2026
148,26
62,45
16,02
223,77
21,05
8,82
33,69
136,16
6,64

Infografik Terbaru

Cadangan Devisa Mei 2025 Hingga Juni 2026
Bank Indonesia | 09 Juli 2026
Cadangan devisa Juni 2026 meningkat jadi US$ 145,59 miliar setelah bulan sebelumnya berada di titik terendah dalam hampir dua tahun
Perkembangan Dana Kelolaan Reksadana Per Jenis Hingga Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dari semua jenis reksadana, hanya reksadana terproteksi dan reksadana global yang naik pada Juni 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dana kelolaan reksadana turun dalam dua bulan beruntun hingga Juni 2026. Sedangkan unit penyertaan reksadana turun tiga bulan beruntun
CEO Index Juli 2026 Meningkat Jadi 3,04
KONTAN | 06 Juli 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal III-2026 kembali masuk ke zona optimisme di level 3,04
Defisit Neraca Migas Membesar Saat Total Neraca Dagang Defisit pada Mei 2026
BPS | 01 Juli 2026
Defisit neraca migas mencapai rekor tertinggi pada Mei 2026, yakni US$ 3,76 miliar
Neraca Dagang Indonesia Mei 2026 Defisit Untuk Pertama Kali Setelah 72 Bulan
BPS | 01 Juli 2026
Neraca dagang Indonesia defisit untuk pertama kalinya pada Mei 2926 setelah surplus selama 72 bulan berturut-turut
Inflasi Juni 2026 Mencapai 3,34% Terangkat oleh Kelompok Transportasi
BPS | 01 Juli 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,34%, terutama dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin
Rekor! BI Menggenggam SBN Rp 2.000 Triliun
DJPPR Kemenkeu | 18 Juni 2026
Kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia tembus rekor baru, mencapai Rp 2.044 triliun per 17 Juni 2026
BI Rate Naik 25 Basis Points Menjadi 5,75% pada Juni 2026
Bank Indonesia | 18 Juni 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate 25 basis points menjadi 5,75% pada RDG 18 Juni 2026
Outstanding SRBI Mencapai Rekor Tertinggi pada Mei 2026
Bank Indonesia | 11 Juni 2026
Total outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 679,88 triliun pada Mei 2026
loading
Close [X]