CEO Index Membaik Menjadi 3,04 Meski Masih Diwarnai Pesimisme di Tiga Indikator
JAKARTA. Meredanya tensi geopolitik global mulai mengangkat optimisme para pemimpin perusahaan di Indonesia. Namun pemulihan keyakinan dunia usaha belum cukup kuat untuk mendorong ekspansi. Pebisnis masih bersikap wait and see sambil menanti langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengelola belanja negara.
Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal III-2026 kembali masuk ke zona optimisme di level 3,04. Meski demikian, tiga indikator utama, yakni ekonomi global, politik nasional, dan daya beli, masih berada di bawah level 3 yang mencerminkan pesimisme. Adapun skor ekonomi makro, belanja pemerintah dan ekspansi bisnis masih di atas 3.
Keyakinan para CEO di kuartal III-2026 terutama ditopang oleh membaiknya persepsi terhadap politik global. Skor indikator ini naik menjadi 2,92 atau melonjak 15,77% secara kuartalan (quarter on quarter/qoq) dan naik 11,88% secara tahunan (year on year/yoy). Kendati demikian, dalam tiga bulan ke depan mayoritas pengusaha masih memilih menahan ekspansi sembari menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah.
KONTAN melaksanakan survei terhadap puluhan CEO dari berbagai sektor industri di Indonesia selama Juni tahun ini. Skor di atas 3 mencerminkan optimisme, sedangkan skor di bawah 3 menunjukkan pesimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi dalam tiga bulan ke depan.
Para pengusaha tetap menilai bahwa daya beli, politik nasional, dan ekonomi global sebagai tiga faktor yang paling membebani prospek usaha.
Meski krisis di kawasan Timur Tengah mereda, proses perdamaian masih maju mundur. Di saat yang sama, berbagai indikator makro belum menunjukkan pemulihan, termasuk rupiah yang masih melemah sehingga berefek pada harga barang impor dan turut memacu inflasi. "Penduduk dengan penghasilan di bawah atau sama dengan UMP akan terdampak paling keras," ucap Direktur Utama MPX Logistics International (MPXL) Wijaya Candera.
Melihat kondisi itu, sebagian besar responden mengaku wait and see untuk melakukan ekspansi bisnis. "Kami ekspansi lebih terbatas dan berhati-hati karena ketidakpastian masih tinggi," ucap Ewijaya, CEO Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI).