Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34%, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Pendorong Utama
JAKARTA. Laju inflasi Indonesia kembali meningkat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,34%, lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2026 yang sebesar 3,08%. Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat 0,44%, sementara inflasi sejak awal tahun (year-to-date/ytd) mencapai 1,79%.
Bagi masyarakat, inflasi berarti harga barang dan jasa yang dibeli sehari-hari rata-rata lebih mahal dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan inflasi pada Juni menunjukkan tekanan harga masih cukup terasa, terutama pada kebutuhan pokok dan biaya transportasi.
BPS mencatat, hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan inflasi 4,67% secara tahunan. Selain itu, kelompok transportasi juga mencatat kenaikan harga sebesar 4,57%. Bahkan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi paling tinggi, yakni 10,10%, terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.
Sejumlah komoditas menjadi penyebab utama naiknya inflasi selama Juni. Di antaranya adalah ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, daging sapi, jeruk, bensin, tarif angkutan udara, telepon seluler, biaya kuliah, nasi dengan lauk, hingga emas perhiasan. Sebaliknya, beberapa komoditas seperti telur ayam ras, kelapa, bawang putih, kacang panjang, ketimun, dan sabun detergen justru mengalami penurunan harga sehingga sedikit menahan laju inflasi.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikan harga pada Juni terutama dipicu oleh bawang merah, bawang putih, beras, wortel, ikan segar, minyak goreng, cabai merah, daging sapi, bensin, dan tarif angkutan udara. Sementara itu, harga daging ayam ras, telur ayam ras, sawi hijau, ketimun, dan emas perhiasan mengalami penurunan dibandingkan Mei.
Secara regional, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Pegunungan sebesar 7,84%, sedangkan yang terendah terjadi di Sulawesi Barat sebesar 2,29%. Untuk wilayah Pulau Jawa, Jawa Timur mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,36%, sementara DKI Jakarta menjadi yang terendah dengan inflasi 2,78%.
Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Juni 2026 juga lebih tinggi. Pada Juni 2025, inflasi tahunan tercatat 1,87%, sedangkan pada Juni 2024 sebesar 2,51%. Dengan demikian, inflasi Juni tahun ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk periode bulan Juni.
Meski inflasi meningkat, angkanya masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali. Namun, kenaikan harga pangan dan biaya transportasi perlu terus dicermati karena dua kelompok ini paling langsung dirasakan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga biaya perjalanan. Sementara itu, lonjakan harga emas perhiasan lebih banyak memengaruhi kelompok perawatan pribadi dan menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi secara keseluruhan.