1. Home
  2. Infografik

Defisit Neraca Migas Membesar Saat Total Neraca Dagang Defisit pada Mei 2026

Sumber: BPS
Update : 01 Juli 2026

Defisit Migas Indonesia Cetak Rekor, Tembus US$ 12,28 Miliar hingga Mei 2026

JAKARTA. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan bahan bakar semakin terlihat pada tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan migas sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai US$ 12,28 miliar, menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Besarnya defisit migas inilah yang terus menggerus surplus perdagangan nonmigas Indonesia. 

Defisit migas bukanlah fenomena baru. Selama bertahun-tahun Indonesia lebih banyak mengimpor minyak mentah, BBM, dan produk energi dibandingkan mengekspornya. Penyebab utamanya adalah produksi minyak dalam negeri yang terus menurun, sementara kebutuhan energi masyarakat dan industri terus meningkat.

Data BPS menunjukkan, hingga Mei 2026 nilai ekspor migas Indonesia hanya mencapai US$ 5,17 miliar. Sebaliknya, impor migas mencapai sekitar US$ 17,45 miliar. Akibatnya, sektor migas mencatat defisit US$ 12,28 miliar, atau yang terbesar dibandingkan periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir. 

Bahkan pada Mei 2026 saja, ekspor migas turun tajam menjadi US$ 758,1 juta, merosot 34,38% dibandingkan April 2026. Penurunan terutama disebabkan anjloknya ekspor gas alam dan hasil minyak. Di sisi lain, kebutuhan impor migas tetap tinggi sehingga tekanan terhadap neraca perdagangan semakin besar. 

Sebaliknya, sektor nonmigas masih menjadi penyelamat perdagangan Indonesia. Hingga Mei 2026, nonmigas mencatat surplus US$ 16,31 miliar, ditopang ekspor produk manufaktur, nikel, minyak sawit, serta berbagai komoditas lainnya. Namun, surplus tersebut harus dikurangi oleh defisit migas yang mencapai US$ 12,28 miliar, sehingga surplus perdagangan nasional yang tersisa hanya US$ 4,03 miliar. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap kali kebutuhan impor energi meningkat atau harga minyak dunia naik, neraca perdagangan Indonesia menjadi lebih rentan tertekan. Meski ekspor nonmigas masih tumbuh positif, besarnya defisit migas membuat ruang surplus perdagangan nasional semakin menyempit.

Pada Mei 2026, tekanan tersebut semakin terasa. Nilai impor Indonesia mencapai US$ 24,81 miliar, lebih tinggi dibandingkan ekspor sebesar US$ 23,20 miliar, sehingga Indonesia membukukan defisit perdagangan bulanan sebesar US$ 1,61 miliar. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah tingginya impor migas yang belum mampu diimbangi oleh peningkatan ekspor energi. 

Ke depan, selama produksi minyak domestik belum mampu mengejar konsumsi dalam negeri, Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi defisit migas yang besar. Artinya, surplus perdagangan nasional akan semakin bergantung pada kuatnya ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas mineral. 

Periode
Neraca Migas
Neraca Non-Migas
Neraca Dagang
Apr-25
-1.350,20
1.509,00
158,80
Mei-25
-1.532,70
5.834,20
4.301,50
Jun-25
-1.111,80
5.215,30
4.103,50
Jul-25
-1.576,20
5.749,70
4.173,50
Agu-25
-1.659,80
7.147,80
5.488,00
Sep-25
-1.643,20
5.987,00
4.343,80
Okt-25
-1.917,50
4.310,70
2.393,20
Nov-25
-1.976,40
4.638,70
2.662,30
Des-25
-2.093,40
4.606,10
2.512,70
Jan-26
-2.274,20
3.228,50
954,30
Feb-26
-916,70
2.190,00
1.273,30
Mar-26
-1.888,60
5.209,60
3.321,00
Apr-26
-3.443,30
3.532,40
89,10
Mei-26
-3.756,60
2.146,40
-1.610,20

Infografik Terbaru

Bank Indonesia Menahan BI Rate di Level 5,75% pada Juli 2026
Bank Indonesia | 22 Juli 2026
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Juli 2026
Imbal Hasil SRBI dalam Lelang Tak Juga Turun Meski Ada Kabar Rating Tetap
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Meski tak lagi naik, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SBRI) cenderung stabil dalam sebulan terakhir sejak pertengahan Juni 2026
Rekor, Outstanding SRBI Tembus Rp 1.000 Triliun
Bank Indonesia | 16 Juli 2026
Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 1.072,62 pada Juni 2026, tertinggi sepanjang masa
Cadangan Devisa Mei 2025 Hingga Juni 2026
Bank Indonesia | 09 Juli 2026
Cadangan devisa Juni 2026 meningkat jadi US$ 145,59 miliar setelah bulan sebelumnya berada di titik terendah dalam hampir dua tahun
Perkembangan Dana Kelolaan Reksadana Per Jenis Hingga Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dari semua jenis reksadana, hanya reksadana terproteksi dan reksadana global yang naik pada Juni 2026
Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan Reksadana Turun pada Juni 2026
OJK | 08 Juli 2026
Dana kelolaan reksadana turun dalam dua bulan beruntun hingga Juni 2026. Sedangkan unit penyertaan reksadana turun tiga bulan beruntun
CEO Index Juli 2026 Meningkat Jadi 3,04
KONTAN | 06 Juli 2026
Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) pada kuartal III-2026 kembali masuk ke zona optimisme di level 3,04
Defisit Neraca Migas Membesar Saat Total Neraca Dagang Defisit pada Mei 2026
BPS | 01 Juli 2026
Defisit neraca migas mencapai rekor tertinggi pada Mei 2026, yakni US$ 3,76 miliar
Neraca Dagang Indonesia Mei 2026 Defisit Untuk Pertama Kali Setelah 72 Bulan
BPS | 01 Juli 2026
Neraca dagang Indonesia defisit untuk pertama kalinya pada Mei 2926 setelah surplus selama 72 bulan berturut-turut
Inflasi Juni 2026 Mencapai 3,34% Terangkat oleh Kelompok Transportasi
BPS | 01 Juli 2026
Inflasi tahunan mencapai 3,34%, terutama dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin
loading
Close [X]