1. Home
  2. Infografik

Inflasi Oktober 2025

Sumber: BPS
Update : 03 November 2025

Inflasi Tahunan Tertinggi Dalam 17 Bulan, Inflasi Bulanan Tertinggi Dalam 5 Tahun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,28% month to month (MtM) pada Oktober 2025. IHK meningkat dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,0 pada Oktober 2025.

Sedangkan secara tahunan, laju inflasi sebesar 2,86% year on year (YoY). Inflasi secara tahun kalender mencapai 2,10% year to date (YtD).

Inflasi bulanan ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sedangkan inflasi secara tahunan merupakan angka tertinggi sejak Mei 2024 atau dalam 17 bulan terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini membeberkan, penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 3,05% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,21%.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah emas perhiasan dengan andil inflasi 0,21%,” tutur Pudji dalam konferensi pers, Senin (3/11/2025).

Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,06%, kemudian telur ayam ras dengan andil 0,04%, dan daging ayam ras dengan andil inflasi 0,02%.

Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Oktober 2025, diantaranya bawang merah dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03%, tomat dengan andil deflasi 0,02%, dan beberapa komoditas lainnya seperti besar, kacang panjang, dan cabai hijau dengan andil deflasi masing0masing 0,01%.

Inflasi Inti Meningkat Jadi 0,03%

Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,39% MtM atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,18% MtM. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,25%.

Komoditas yang memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan dan biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

Komponen lainnya adalah harga diatur pemerintah yang mencatatkan inflasi sebesar 0,10% atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,06% MtM, dengan andil inflasi sebesar 0,02%.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga diatur pemerintah adalah sigaret kretek mesin (SKM), dan tarif angkutan udara.

Terakhir adalah komponen bergejolak mencatatkan inflasi sebesar 0,03% atau turun dari bulan sebelumnya sebesar 0,52%. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Efek Harga Emas

Pudji menyampaikan, secara historis pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 mengalami inflasi kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi.

“Tingkat inflasi yang terjadi pada Oktober 2025 merupakan inflasi tertinggi di bandingkan inflasi Oktober 2021-2024,” tutur Pudji.

Adapun ia menyampaikan, komoditas emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi pada Oktober 2024-2025.

Selanjutnya, berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021-2025 komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau, dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak.

Pada Oktober 2025, komoditas emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,21%, cabai merah 0,06%, telur ayam ras 0,04%, daging ayam ras 0,02%, dan wortel 0,01%.

Periode
Inflasi Tahunan (%)
April 2024
3,00
Mei 2024
2,84
Juni 2024
2,51
Juli 2024
2,13
Agustus 2024
2,12
September 2024
1,84
Oktober 2024
1,71
November 2024
1,55
Desember 2024
1,58
Januari 2025
0,76
Februari 2025
-0,09
Maret 2025
1,03
April 2025
1,95
Mei 2025
1,60
Juni 2025
1,87
Juli 2025
2,37
Agustus 2025
2,31
September 2025
2,65
Oktober 2025
2,86

Infografik Terbaru

Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 3 Hari 34 Menit lalu
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
BI Rate April 2026 Tetap di Posisi 4,75%
Bank Indonesia | 22 April 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga di angka 4,75% pada April 2026. Ini adalah posisi yang sama dalam delapan bulan berturut-turut
Saham-Saham Top Leaders IHSG 21 April 2026
Bloomberg | 21 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di hari kedua berturut-turut. IHSG melorot 34,73 poin atau 0,46% menjadi 7.559,38 pada Selasa (21/4)
Saham Top Laggards IHSG 20 April 2026
Bloomberg | 20 April 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot di awal pekan ini. Senin (20/4), IHSG melorot 39,89 poin atau 0,52% menjadi 7.594,11 pada perdagangan di BEI
Anggaran Kementerian Pertahanan
Riset KONTAN, Kementerian Pertahanan | 17 April 2026
Anggaran Kementerian Pertahanan terus meningkat untuk kebutuhan peralatan pertahanan dan personel
Ukraina Jadi Importir Senjata Dengan Pangsa Pasar Terbesar, Terutama dari AS
Stockholm International Peace Research Institute | 10 Hari 1 Menit lalu
Perang Ukraina vs Rusia mengerek impor senjata Ukraina yang awalnya hanya 0,1% dari total impor global jadi 9,7%. Impor senjata Ukraina terutama berasal dari AS
Perang di Berbagai Belahan Dunia, AS Mendominasi Pangsa Pasar Senjata
Stockholm International Peace Research Institute | 10 Hari 33 Menit lalu
Ekspor senjata Amerika Serikat (AS) naik 27% dari periode 2016-2020 ke 2021-2025 menyebabkan pangsa pasarnya meningkat dari 36% menjadi 42%
Oustanding SRBI Kembali Tembus Lebih dari Rp 800 Triliun
Bank Indonesia | 14 April 2026
Frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat mulai Februari 2026 menyebabkan oustanding SRBI kembali melonjak
Imbal Hasil Naik Saat BI Menambah Frekuensi Lelang SRBI
Bank Indonesia | 14 April 2026
Bank Indonesia menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dua kali sepekan mulai Februari 2026
loading
Close [X]