1. Home
  2. Infografik

Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024

Sumber: Bank Indonesia
Update : 02 Juni 2026

Kepemilikan SRBI Asing Naik Lagi pada April 2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali meningkat pada April 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh masuknya dana investor asing yang mulai kembali agresif memburu instrumen berbunga tinggi di tengah gejolak pasar keuangan global dan pelemahan rupiah.

Berdasarkan data terbaru, total kepemilikan SRBI pada April 2026 mencapai 957,91 triliun. Angka tersebut melonjak dibanding posisi Maret 2026 yang sebesar 831,21 triliun.

Kelompok perbankan domestik masih menjadi pemegang SRBI terbesar dengan nilai kepemilikan mencapai 673,90 triliun pada April 2026. Nilai ini naik dari 638,92 triliun pada bulan sebelumnya.

Namun, perhatian pasar tertuju pada investor asing. Kepemilikan asing naik cukup signifikan menjadi 192,17 triliun pada April 2026, dari 143,91 triliun pada Maret 2026.

Kenaikan kepemilikan asing ini menunjukkan bahwa SRBI masih menjadi instrumen yang menarik bagi investor global. Tingkat imbal hasil yang kompetitif serta upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah menjadi faktor utama yang menopang minat investor.

Di sisi lain, kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan juga ikut memengaruhi arus dana asing ke SRBI. Saat nilai tukar bergejolak, investor cenderung mencari instrumen yang dinilai aman namun tetap memberikan imbal hasil tinggi. SRBI menjadi salah satu pilihan utama.

Ekonom menilai peningkatan dana asing ke SRBI dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan dalam jangka pendek. Meski demikian, ketergantungan terhadap aliran modal asing juga perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan volatilitas ketika sentimen global berubah.

Selain investor asing, kelompok non-bank domestik juga mencatat kenaikan kepemilikan SRBI. Pada April 2026, kepemilikan non-bank mencapai 35,66 triliun, naik dari 26,35 triliun pada Maret 2026.

Sementara itu, kategori kepemilikan lainnya naik cukup tajam menjadi 56,19 triliun dari sebelumnya 22,04 triliun.

Jika dibandingkan akhir 2025, komposisi kepemilikan SRBI memang mengalami perubahan cukup besar. Pada Desember 2025, kepemilikan asing hanya sebesar 114,05 triliun. Artinya, dalam empat bulan pertama 2026, investor asing telah menambah kepemilikan lebih dari 78 triliun.

Peningkatan kepemilikan SRBI ini juga menjadi sinyal bahwa Bank Indonesia masih aktif menyerap likuiditas di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Ke depan, arah kepemilikan SRBI masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah, ekspektasi suku bunga global, serta strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Bulan
Bank
Non-Bank
Asing
Lainnya
Total
Desember-24
560,79
91,06
224,17
47,51
923,53
Januari-25
562,32
83,49
237,71
10,45
893,97
Februari-25
560,49
81,92
230,13
20,85
893,39
Maret-25
526,17
81,70
234,22
49,04
891,13
April-25
549,09
79,94
212,12
40,66
881,81
Mei-25
538,14
77,25
213,39
38,64
867,42
Juni-25
523,49
43,53
190,06
25,90
782,97
Juli-25
549,76
32,36
146,78
11,88
740,78
Agustus-25
563,50
25,70
122,52
3,89
715,61
September-25
587,55
24,76
90,82
6,00
709,13
Oktober-25
601,90
16,03
86,79
1,09
705,81
November-25
618,31
17,06
86,66
1,20
723,23
Desember-25
589,42
20,13
114,05
7,29
730,90
Januari-26
614,78
16,09
121,90
1,99
754,76
Februari-26
637,64
19,02
150,79
29,76
837,22
Maret-26
638,92
26,35
143,91
22,04
831,21
April-26
673,90
35,66
192,17
56,19
957,91

Infografik Terbaru

Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024
Bank Indonesia | 02 Juni 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak jadi Rp 192,17 triliun pada April 2026 dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 143,91 triliun
Surplus Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Sangat Tipis, Hanya US$ 89 Juta
BPS | 02 Juni 2026
Kenaikan ekspor yang disertai kenaikan impor lebih tinggi menyebabkan surplus perdagangan Indonesia makin sempit, hanya US$ 89 juta pada April 2026
Inflasi Mei 2026 Meningkat Menjadi 3,08% Secara Tahunan
BPS | 02 Juni 2026
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,08%. Tingkat inflasi bulanan tercatat 0,28%
BI Rate Mei 2026 Naik 50 Bps Jadi 5,25% di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Indonesia | 20 Mei 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) pada Mei 2026, lebih tinggi ketimbang prediksi pasar
Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 09 Mei 2026
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Mencapai Level Tertinggi Sejak Kuartal IV-2022
BPS | 05 Mei 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY), naik dari 4,87% di kuartal I 2025
Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Kembali Surplus
BPS | 04 Mei 2026
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, meningkat dibandingkan surplus US$ 1,27 miliar pada Februari 2026
loading
Close [X]