Kepemilikan SRBI Asing Naik Lagi pada April 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali meningkat pada April 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh masuknya dana investor asing yang mulai kembali agresif memburu instrumen berbunga tinggi di tengah gejolak pasar keuangan global dan pelemahan rupiah.
Berdasarkan data terbaru, total kepemilikan SRBI pada April 2026 mencapai 957,91 triliun. Angka tersebut melonjak dibanding posisi Maret 2026 yang sebesar 831,21 triliun.
Kelompok perbankan domestik masih menjadi pemegang SRBI terbesar dengan nilai kepemilikan mencapai 673,90 triliun pada April 2026. Nilai ini naik dari 638,92 triliun pada bulan sebelumnya.
Namun, perhatian pasar tertuju pada investor asing. Kepemilikan asing naik cukup signifikan menjadi 192,17 triliun pada April 2026, dari 143,91 triliun pada Maret 2026.
Kenaikan kepemilikan asing ini menunjukkan bahwa SRBI masih menjadi instrumen yang menarik bagi investor global. Tingkat imbal hasil yang kompetitif serta upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah menjadi faktor utama yang menopang minat investor.
Di sisi lain, kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan juga ikut memengaruhi arus dana asing ke SRBI. Saat nilai tukar bergejolak, investor cenderung mencari instrumen yang dinilai aman namun tetap memberikan imbal hasil tinggi. SRBI menjadi salah satu pilihan utama.
Ekonom menilai peningkatan dana asing ke SRBI dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan dalam jangka pendek. Meski demikian, ketergantungan terhadap aliran modal asing juga perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan volatilitas ketika sentimen global berubah.
Selain investor asing, kelompok non-bank domestik juga mencatat kenaikan kepemilikan SRBI. Pada April 2026, kepemilikan non-bank mencapai 35,66 triliun, naik dari 26,35 triliun pada Maret 2026.
Sementara itu, kategori kepemilikan lainnya naik cukup tajam menjadi 56,19 triliun dari sebelumnya 22,04 triliun.
Jika dibandingkan akhir 2025, komposisi kepemilikan SRBI memang mengalami perubahan cukup besar. Pada Desember 2025, kepemilikan asing hanya sebesar 114,05 triliun. Artinya, dalam empat bulan pertama 2026, investor asing telah menambah kepemilikan lebih dari 78 triliun.
Peningkatan kepemilikan SRBI ini juga menjadi sinyal bahwa Bank Indonesia masih aktif menyerap likuiditas di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Ke depan, arah kepemilikan SRBI masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah, ekspektasi suku bunga global, serta strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.