Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan di hari perdagangan ketujuh berturut-turut. Jumat (18/9), kurs rupiah spot melemah Rp 5 atau 0,03% menjadi Rp 17.758 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam sepekan ini, kurs rupiah melemah 0,83% dari posisi Rp 17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9). Sementara dalam tujuh hari perdagangan, kurs rupiah mengakumulasi pelemahan 1,41%.
Sedikit berbeda, kurs rupiah Jisdor menguat tipis Rp 8 atau 0,05% menjadi Rp 17.745 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor juga masih melemah 0,76% dari posisi Rp 17.611 per dolar AS pada Jumat pekan lalu.
Rupiah mencatat pelemahan mingguan pertama setelah menguat enam pekan berturut-turut. Rupiah tertekan di tengah harga minyak yang membubung. Sentimen negatif lain bagi rupiah adalah nilai tukar dolar AS yang tinggi ketika suku bunga Fed Funds Rate (FFR) naik untuk pertama kalinya sejak akhir tahun lalu.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Batangan Antam Hari Ini (18/9), Cek Semua Ukuran
Pekan ini, Federal Reserve mengerek suku bunga FFR sebesar 25 basis points menjadi 3,75%-4,00%. Kenaikan suku bunga acuan AS ini menyebabkan selisih dengan suku bunga di Indonesia menyempit, meski Bank Indonesia telah mengerek BI Rate total 100 bps pada Mei-Juni 2026 lalu.
Saat ini, BI Rate berada di level 5,75%. Bank Indonesia akan menggelar rapat dewan gubernur (RDG) bulanan pada pekan depan.
Di regional Asia, rupiah melemah bersama dengan sejumlah mata uang. Yen Jepang melemah 1,25%.
Won Korea melemah 0,43%. Baht Thailand melemah 0,20%.
Dolar Singapura melemah 0,19%. Peso filipina melemah 0,05%.
Sejumlah mata uang Asia mampu menguat menjelang akhir pekan. Ringgit Malaysia menguat 0,42% terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,22%.
Yuan China menguat 0,11%. Rupee India menguat 0,06%. Dolar Hong Kong menguat 0,02%.
Dalam sepekan, hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap the greenback. Hanya yuan China yang menguat 0,14% dalam lima hari perdagangan.
Won Korea mencatat pelemahan paling dalam, yakni 3,25%. Yen Jepang juga melemah tajam 2,69% sepekan.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,18% menjadi 100,43 per dolar AS. Indeks dolar telah berada di atas level 100 dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
