Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah berlanjut di hari perdagangan keenam berturut-turut. Kamis (17/9), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 57 atau 0,32% menjadi Rp 17.753 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah reli penurunan terpanjang rupiah sejak pertengahan Januari. Rupiah tertekan oleh dolar yang terus menguat menjelang dan setelah kenaikan suku bunga Fed Funds Rate oleh Federal Reserve.
Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 41 atau 0,23% menjadi Rp 17.753 per dolar AS.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (17 September 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Tak sendirian, pelemahan rupiah beriringan dengan pelemahan mata uang Asia. Won Korea melemah 0,64%. Ringgit Malaysia melemah 0,55%.
Dolar Taiwan melemah 0,27%. Peso Filipina melemah 0,02%.
Yen Jepang justru menguat 0,31% terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,12%.
Rupee India menguat 0,03%. Baht Thailand menguat 0,02%.
Sementara yuan China dan dolar Hong Kong cenderung flat terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia sore ini melemah tipis 0,05% menjadi 100,21. Ini adalah pelemahan pertama indeks dolar setelah menguat enam hari perdagangan.
Rabu (16/9) waktu AS, Federal Reserve memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan FFR sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00%. The Fed memandang, inflasi sudah berada di level yang tinggi untuk jangka waktu yang lama.
Alhasil, bank sentral AS harus mengambil kebijakan untuk mengerem laju inflasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
