Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang berjaya setelah menguat lima hari perdagangan beruntun akhirnya terseok jelang akhir pekan. Jumat (11/9), kurs rupiah spot melemah Rp 64 atau 0,36% menjadi Rp 17.611 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah pelemahan rupiah di hari perdagangan kedua berturut-turut setelah menguat lima hari. Dalam sepekan, kurs rupiah masih tercatat menguat 0,17% dari posisi Rp 17.642 per dolar AS.
Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 75 atau 0,43% menjadi Rp 17.611 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah setelah menguat tiga hari perdagangan beruntun. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor masih menguat 0,14% dari posisi Rp 17.636 per dolar AS pada Jumat (4/9) lalu.
Kenaikan harga minyak yang terjadi belakangan menjadi pemberat pergerakan rupiah. Sebagai negara pengimpor minyak yang selalu mencatat defisit perdagangan migas, Indonesia sangat terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dunia.
Kenaikan harga minyak menyebabkan potensi defisit fiskal yang lebih besar.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (11 September 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Selain rupiah, pelemahan kurs juga terjadi pada dolar Taiwan yang melemah 0,30%. Peso Filipina melemah 0,26%.
Ringgit Malaysia melemah 0,13%. Rupee India melemah 0,11%. Dolar Hong Kong melmah 0,005%.
Sementara sebagian mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,60%.
Baht Thailand menguat 0,14%. Yen Jepang menguat 0,13%.
Yuan China menguat 0,05%. Dolar Singapura menguat 0,02%.
Secara mingguan, yen menjadi mata uang Asia dengan kinerja terbaik. Mata uang Negeri Sakura ini menguat 1,33% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Won Korea menguat 0,29% sepekan. Rupiah berkinerja terbaik ketiga dengan penguatan 0,17%, disusul yuan yang menguat tipis 0,02%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat 0,08% menjadi 99,13.
Indeks dolar menguat tiga hari perdagangan terakhir. Tetapi dalam sepekan, indeks dolar masih melemah 0,05%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
