Begini Pergerakan Rupiah pada Senin (14/9) Saat Menteri Keuangan Diganti

Senin, 14 September 2026 | 17:38 WIB
Begini Pergerakan Rupiah pada Senin (14/9) Saat Menteri Keuangan Diganti
ILUSTRASI. Senin (14/9), kurs rupiah spot melemah Rp 58 atau 0,33% menjadi Rp 17.669 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan di hari perdagangan ketiga berturut-turut pada awal pekan ini. Senin (14/9), kurs rupiah spot melemah Rp 58 atau 0,33% menjadi Rp 17.669 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 24 atau 0,14% menjadi Rp 17.635 per dolar AS.

Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menggantikannya dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Suahasil menyatakan akan menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari produk domestik bruto.

Suahasil menuturkan, mandat utama yang diberikan kepadanya adalah menjaga keuangan negara. Ia juga diminta memastikan APBN tetap mampu menjalankan fungsi sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

"Tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan keuangan negara kita akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang menstabilkan ekonomi kita, bermanfaat paling maksimal untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Meski rupiah masih melemah di hari ketiga, kabar pasar ini mampu membalikkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat merosot sekitar 2,6%. IHSG akhirnya ditutup hanya melemah tipis 0,10%.

Seluruh mata uang Asia hari ini melemah terhadap the greenback. Yen Jepang mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,64%. 

Baht Thailand melemah 0,58%. Dolar Taiwan melemah 0,41%.

Dolar Singapura melemah 0,30%. Won Korea melemah 0,27%. Peso Filipina melemah 0,24%.

Ringgit Malaysia melemah 0,12%. Rupee India juga melemah 0,12%.

Dolar Hong Kong melemah 0,01%. Yuan China melemah 0,01%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat tajam 0,47% menjadi 99,58.

Yield obligasi negara AS kembali melonjak, memperburuk kekhawatiran iklim suku bunga tinggi yang segera datang. Suku bunga yang tinggi dapat menekan ekonomi aktivitas ekonomi.

Yield US Treasury acuan tenor 10 tahun berda di 4,97% pada akhir pekan lalu. Angka ini sedikit di bawah puncak pada Oktober 2023 ketika sempat naik lebih dari 5%.

Bank sentral AS Federal Reserve akan menggelar rapat FOMC pada pertengahan pekan ini. Banyak pihak meramalkan The Fed akan menghadapi tekanan untuk mengerek suku bunga di tengah kenaikan harga minyak yang berpotensi menyebabkan inflasi tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]