Pekan lalu, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengumumkan rencana akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia, tepatnya pada 24 September 2025.
Gabungan kedua perusahaan manajer investasi ini akan menghasilkan total dana kelolaan Rp 157,7 triliun. Angka ini merupakan total aset kelolaan per Juni 2025.
Dalam siaran pers, Manulife menyebutkan bahwa total dana kelolaan per Juni 2025 mencapai Rp 101,7 triliun. Sedangkan dana kelolaan Schroder Indonesia mencapai Rp 56 triliun di periode yang sama.
Penandatangan perjanjian akuisisi dilakukan oleh Manulife Wealth & Asset Management dan Schroder Investment Management Limited.
Transaksi ini akan selesa setelah seluruh persyaratan penutupan tertentu terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sampai proses akuisisi diselesaikan sepenuhnya, kedua perusahaan akan tetap beroperasi secara independen dan menjaga kepatuhan penuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
MAMI saat ini bertahan sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana terbesar di Indonesia. Tanpa menghitung kontrak pengelolaan dana (KPD), dana kelolaan reksadana Manulife mencapai Rp 49,1 triliun per Agustus 2025.
Sementara dana kelolaan reksadana Schroder Indonesia mencapai Rp 11,39 triliun per Agustus 2025, menurut data OJK. Dana kelolaan ini juga tidak menghitung KPD yang dikelola oleh Schroder.
Alhasil, penggabungan kedua MI akan menghasilkan dana kelolaan reksadana Rp 60,49 triliun. Akuisisi Manulife atas Schroder Indonesia akan makin mengokohkan posisi Manulife sebagai MI terbesar di Indonesia.
Menurut data OJK, dana kelolaan reksadana terbesar kedua dipegang oleh Trimegah Aset Management. Trimegah mengelola reksadana Rp 46,84 triliun.
Di posisi ketiga ada Bahana TCW Investment Management dengan dana kelolaan reksadana Rp 46,30 triliun menurut data terakhir OJK per Agustus 2025 (lihat tabel selengkapnya).
Pada akhir Agustus 2025, total asset under management (AUM) manajer investasi mencapai Rp 864,85 triliun, menurut data OJK. Dari total tersebut, total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 554,26 triliun.
Total AUM KPD mencapai Rp 297,63 triliun. Sedangkan total AUM dana investasi real estat (DIRE) sebesar Rp 11,06 triliun. Terakhir, AUM produk efek beragun aset (EBA) hanya Rp 1,90 triliun dari total industri manajer investasi.
AUM industri reksadana pada Agustus 2025 meningkat 3,51% ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar Rp 535,44 triliun. Tetapi, pertumbuhan unit penyertaan Agustus 2025 hanya sebesar 1,02% menjadi 412,58 miliar unit penyertaan.
Sejak awal tahun, AUM reksadana meningkat 10,21% dari posisi Rp 502,92 triliun per Desember 2025. Sedangkan dari sisi volume, unit penyertaan reksadana hanya meningkat 5,08% dari posisi 392,63 miliar unit penyertaan.